MY PERFECT BOSS

MY PERFECT BOSS
Menjaga Axelle



Orang itu tak lain adalah Wilfred. Wilfred pun lalu masuk ke ruangan dengan membawa beberapa buah-buahan untuk Axelle.


“Bagaimana kondisimu Axe?” Tanya Wilfred masih khawatir.


“Aku tidak apa-apa Wil, hanya masih merasa sedikit pusing saja. Mungkin ini memang efek karena tertimpa balok kayu itu.”


“Syukurlah kalau sudah lebih baik Axe. Micha kamu hanya sendiri disini?” Tanya Wilfred pada Micha.


“Iya Wil, Kakek sudah pulang setelah kalian pergi tadi.” Jawab Micha.


“Kalau begitu sebaiknya kamu pulang saja Micha untuk istirahat, biar aku saja menggantikanmu untuk menjaga Axelle.”


“Tidak apa-apa Wil, aku ingin menjaga Axelle malam ini. Kamu besok saja ya, karena besok aku harus masuk kerja shift siang.” Jelas Micha.


“Baiklah kalau seperti itu. Sekarang aku akan membantumu untuk menjaga Axe dahulu, sebaiknya kamu istirahat. Aku akan pulang larut nanti.” Ucap Wilfred.


“Oke, terima kasih Wil. Aku akan tidur sebentar di sofa.”


“Sayang kamu bisa tidur di sebelahku.” Ucap Axelle tiba-tiba.


Wilfred pun sempat terkejut dengan panggilan Axelle terhadap Micha, walaupun dia tahu hal ini pasti akan cepat terjadi cepat atau lambat.


“Axe...!! Maaf ya Wil.” Ucap Micha merasa bersalah pada Wilfred.


“Tidak apa Micha, aku hanya tidak menyangka saja kalian sudah ketahap lebih secepat ini.” Ucap Wil sedikit ada nada kegetiran disana.


Micha tahu benar para sahabat Jaxson pernah mengungkapkan perasaan mereka padanya. Itulah salah satu yang sempat menjadi pertimbangan Micha untuk menerima hati Axelle sebelumnya. Karena Micha tidak ingin menyakiti siapa pun walau dia harus mengkesampingkan perasaannya sendiri.


Hingga saat terjadilah kecelakaan ini, Micha memberanikan dirinya untuk menerima Axelle dan siap menerima resiko apapun dari para sahabat Axelle lainnya, entah mereka akan membenci ataupun menjauhinya Micha sudah siap dengan konsekuensi tersebut.


“Sudahlah Micha jangan di fikirkan, sebaiknya kamu cepat istirahat.” Ucap Wilfred berusaha tidak membahas hal itu.


“Kalau begitu aku akan ke kantin sebentar untuk mencari makanan dahulu Axe, Wil. Kalian berbincanglah terlebih dahulu.” Ucap Micha lalu meninggalkan ruang rawat Axelle.


Micha tahu Axelle maupun Wilfred ada sesuatu yang ingin mereka bicarakan satu sama lain. Sehingga dirinya mencari alasan untuk pergi mencari makanan, memang kebetulan dia sangat lapar karena tadi belum sempat makan.


Setelah kepergian Micha, Axelle maupun Wilfred berada di situasi yang agak canggung keduanya sama-sama terdiam lumayan lama hingga Axelle membuka pembicaraan lebih dulu.


“Micha sudah menjadi kekasihku.” Ucap Axelle singkat.


“Aku tahu, jagalah dia dengan baik. Aku akan mendukungmu dengan Micha, tapi jangan pernah sekali-kali kamu menyakiti hatinya lagi.” Kecam Wilfred.


“Tanpa kau suruh aku pasti tidak akan melakukan hal yang melukai hatinya Wil.” Ucap Axelle tak kalah ketusnya.


“Bagus kalau begitu.”


“Haih..sudahlah aku tidak mau berantem denganmu atau berdebat denganmu lagi. Kebetulan aku mau tanya kemana Jaxson dan Jarvis?” Tanya Axelle kemudian.


“Mereka berdua ada di Arion Club.” Jawab Wilfred datar.


“Mengapa tidak di ajak untuk kemari?”


“Mereka mabuk berat.”


“Apa..!!? Bagaimana bisa? Jika itu Jarvis aku tidak heran, tapi Jaxson juga ikut mabuk?” Tanya Axelle keheranan.


“Mereka juga patah hati karena kamu pemilik hati Micha.” Ucap Wilfred dengan jujur.


“A...apa..?!! Jadi mereka juga tidak terima antara hubungaku dan Micha?” Ucap Axelle terkejut.


Bagaimana dia tidak terkejut mengetahui bahwa para sahabatnya mencintai Micha Alexander satu gadis yang sama-sama dia sukai.


“Bukan seperti itu Axe, bukannya mereka tidak terima antara hubunganmu dengan Micha. Hanya saja mereka masih belum menerima bahwa Micha telah menjatuhkan hatinya padamu.” Jelas Wilfred.


“Apakah aku menjadi perusak hubungan persahabatan kita Wil?” Tanya Axelle yang tertunduk lesu.


“Jangan menyalahkan dirimu sendiri Axe, mereka semua lama kelamaan pasti akan menerima keadaan ini.” Ucap Wilfred menenangkan Axelle.


Walaupun Wilfred sendiri masih merasakan perih di hatinya, apalagi saat dia melihat adegan mesra antara Axelle dan Micha.


“Sebaiknya kamu istirahat, Micha sebentar lagi mungkin akan segera kembali kemari.”


“Baiklah Wil, maaf sudah merepotkanmu.”


“Tidak masalah.”


Tak selang beberapa lama Micha pun datang dengan satu bungkusan di tangannya. Dia memang sengaja membeli satu porsi makanan lagi untuk Wilfred karena Micha tahu Wilfred pasti belum sempat makan malam juga.


“Hai Wil..maaf lama. Axelle sudah tidur?” Tanya Micha dengan nada pelan.


“Ya, dia sudah tidur Micha. Apa yang kau bawa?” Tanya Wil penasaran.


“Ah..iya ini untukmu, kamu pasti belum makan malam bukan?” Tebak Micha.


“Dari mana kamu tahu jika aku belum makan?” Selidik Wilfred.


“Hanya menebak saja, cepatlah makan ini. Aku tidak tahu seleramu jadi aku pilihkan asal ya, jangan komplain.” Ucap Micha dengan nada mengejeknya.


“Tentu tuan puteri, apapun yang kamu pilihkan lagi aku tidak akan komplain, jika aku komplain bisa-bisa dijitak lagi sama kamu.” Jawab Wilfred sambil tertawa.


“Kamu masih mengingatnya?” Ucap Micha dengan tawa renyahnya.


“Tentu saja, aku tak akan pernah lupa.” Jawab Wil lagi.


Karena beberapa waktu lalu Wilfred pernah komplain tentang makanan yang dibawakan oleh Micha tetapi Wilfred komplain karena tidak menyukai makanan yang sudah susah payah di beli oleh Micha alhasil dirinya terkena jitakan tangan Micha.


“Betapa beruntungnya kamu Axe dapat memenangkan hati Micha, di sungguh gadis yang unik. Apa pun yang dia lakukan selalu saja dapat membuat orang di sekitarnya merasa bahagia dan bisa tersenyum lepas.” Seru Wilfred dalam hati.


Waktu semakin larut tak terasa Wilfred dan Micha begitu berbincang cukup lama, hingga Micha melupakan bahwa dirinya tadi ingin istirahat begitu pula dengan Wilfred yang lupa bahwa menyuruh Micha untuk istirahat.


“Micha ini sudah hampir jam 24.00 malam, aku akan kembali. Kamu segeralah beristirahat ya. Maaf aku membuatmu tidak jadi istirahat tadi, kamu malah menemaniku untuk berbincang.” Ucap Wil yang merasa bersalah.


“Tidak apa-apa Wil, ini kan juga kemauanku sendiri yang ingin berbincang denganmu. Aku malah harus berterima kasih padamu karena sudah menemaniku untuk menunggu Axelle hari ini.


“Sama-sama Micha, jangan sungkan. Dia kan juga sahabatku dia juga sudah menjadi bagian keluarga Arion jadi apapun yang terjadi kami pasti akan tetap peduli satu sama lain.”


“Terima kasih sekali lagi Wil. Kamu berhati-hatilah saat mengendara.” Ucap Micha pada Wil.


“Oke Micha, jika terjadi sesuatu segerlah menghubungiku ya.” Ucap Wil lagi.


“Baik Wil.”


Setelah usai berpamitan, Wilfred pun segera melangkah pergi dari ruangan Axelle dan meninggalkan rumah sakit itu. Dirinya langsung memilih untuk kembali kekediamannya. Dia malas jika harus kembali ke Arion Club lagi. Wilfred sengaja membiarkan dua sahabatnya mengurusi dirinya sendiri. Besok mereka pasti akan sadar dengan sendirinya.


“Ughhhh....!!” Axelle perlahan membuka matanya, dia terbangun karena kepalanya terasa sakit.


“Kamu kenapa Axe? Kepalamu sakit lagi?” Micha pun sangat khawatir melihat kondisi Axe tiba-tiba seperti itu.


Saat Micha ingin memanggil dokter, tangan Micha pun tiba-tiba di tahan dan di tarik oleh Axelle. Hingga Micha jatuh terduduk di tempat tidur Axelle.


Micha seketika terbelalak dengan apa yang di lakukan Axelle padanya.


“Axelle...?!!” Teriak Micha.


.


.


.


.


.


.


#Apa yang di lakukan Axelle ke Micha ya...?!#🤔Di tunggu aja kelanjutannya besok🤫


.


.


Bersambung......


Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁


Terima Kasih 🙏🙏