MY PERFECT BOSS

MY PERFECT BOSS
Pertengkaran & Awal Perjuangan



Siapa sih yang tidak terkejut jika tiba-tiba kekasihnya di peluk gadis lain yang tidak di kenal. Micha mengepalkan erat tangannya dan menghampiri mereka untuk memisahkan pelukan keduanya, walau sebenarnya Axelle sendiri tidak membalas pelukan gadis itu.


“Kamu siapa..?!” Tanya Micha yang mencoba memisahkan pelukan mereka agak kasar.


“Awww...kamu siapa sih kasar sekali.” Ucap gadis itu sambil mengusap lengannya yang di tarik oleh Micha tadi.


“Micha dia...” Ucap Axelle yang langsung dipotong oleh Micha.


“Diam kamu Axe.” Ketus Micha.


“Xia...!!!” Ucap Jarvis, Wilfred dan Jaxson yang hampir bersamaan.


“Xia...??! Siapa dia sebenarnya mengapa mereka bertiga juga mengenal gadis ini.” Ucap Micha dalam hati.


“Maaf Micha dia adikku Xia.” Ucap Jarvis yang merasa tidak enak atas kelakuan adiknya itu.


“Adik kamu? Lalu maksud dia apa memeluk Axelle seperti itu?” Ucap Micha yang mulai kesal.


“Hei..kamu siapa? Aku mau memeluk Kak Axelle itu terserah aku.” Sahut Xia yang sedikit mendorong bahu depan Micha.


Micha lalu menepis tangan Xia lagi dengan kasar.


“Apa-apaan sih kamu cewek kasar.” Teriak Xia yang mulai geram dengan Micha.


“Oh..kamu ingin tahu aku siapanya Axelle. Aku Micha adalah KEKASIH dari Axelle..!!” Ucap Micha penuh penekanan.


Micha sangat tidak suka Axelle di peluk oleh gadis lain. Di tambah lagi gadis tidak tahu malu seperti Xia ini.


“Ooohh kekasih doang, bukan istrinya kan?” Jawab Xia enteng.


Ucapan Xia pun semakin membuat Micha geram, bahkan Axelle hanya diam saja tak membantunya.


“Xia jangan bikin masalah disini, sebaiknya ikut kakak pulang.” Ucap Jarvis yang langsung menarik tangan Xia dengan paksa. Agar pertengkaran antar Micha tidak berlanjut.


“Stop Kak..!! Aku tidak ingin pulang sekarang, aku ingin menemani Kak Axelle.” Sahut Xia yang terus meronta-ronta agar dirinya terlepas dari genggaman Kakaknya.


Wilfred dan Jaxson hanya menggelengkan kepala mereka yang melihat perilaku Xia ini.


“Semakin berani saja Xia.” Ucap Jaxaon datar.


“Benar katamu Jax, dia sudah semakin terobsesi dengan Axelle.” Sahut Wilfred.


“Apa maksud dari ucapan kalian?” Tanya Micha yang masih di penuhi amarah.


“ Micha sayang nanti aku akan jelasin ke kamu ya, sebaiknya kita pulang dulu. Aku sudah tidak betah berada di rumah sakit.” Ucap Axelle yang mencoba menenangkan Micha.


“Baiklah, kamu berhutang penjelasan padaku.” Ketus Micha.


Mereka berempat pun akhirnya pergi meninggalkan rumah sakit dan mengantar Axelle sampai di rumahnya. Jaxson dan juga Wilfred berpamitan untuk kembali ke perusahaan lagi. Sedangkan di tempat lain Jarvis terus memarahi atas perilaku adiknya tadi.


“Xia lain kali jaga sopan santunmu sebagai seorang gadis. Dan kamu mengapa tiba-tiba berada di rumah sakit?” Tanya Jarvis mengintrogasi Xia.


“Penerbanganmu seharusnya masih besok kan Xia?” Tanyanya lagi.


“Hmm Kakak cerewet sekali. Aku pulang cepat karena aku mendengar berita Kak Axelle kecelakaan dari Mama, makannya aku buru-buru pulang kemari.” Ucap Xia santai.


“Xia kamu tahu Axelle dari dulu hanya menganggap kamu sebagai adiknya juga, sampai kapan pun dia tidak akan tertarik dengan kamu. Di tambah dia sudah memiliki kekasih, sebaiknya kamu menyerah Xia.” Ucap Jarvis menasehati adiknya.


“Baru kekasihnya doang ini, kapan saja mereka bisa putus. Yang sudah menikah saja bisa bercerai kok apalagi ini cuma pacaran.” Jawab Xia dengan santainya.


“Aku akan berusaha buat dapetin hati Kak Axelle bagaimana pun caranya itu. Tidak boleh ada satu pun gadis yang bersanding dengan Kak Axelle karena yang pantas menyanding Kak Axelle hanya aku.” Ucap Xia dalam hatinya.


“Jangan sampai kamu macam-macam Xia atau Kakak yang akan turun tangan.” Ancam Jarvis.


“Terserah.” Sahut Xia singkat.


Xia pun langsung memejamkan matanya pura-pura tidur agar Kakaknya berhenti mengoceh padanya. Dia sangat jengah dengan apa yang di katakan oleh Kakaknya itu.


“Semoga hubungan Micha dan Axelle baik-baik saja.” Ucap Jarvis dalam hati.


Walaupun Jarvis menyukai Micha tapi dia tidak ingin Micha tersakit ataupun hubungannya dengan Axelle yang kandas dalam waktu yang sesingkat ini.


#Di kediaman Axelle


“Kamu berhutang penjelasan padaku sekarang Axe?” Tanya Micha dengan nada yang masih marah.


“Maafkan aku ya sayang, karena tadi aku tidak sempat untuk mengelak pelukkan Xia.” Ucap Axelle memohon.


“Aku akan menjelaskannya padamu, Xia itu adik ke dua Jarvis setelah Xilio. Dia dari kecil memang tumbuh besar bersama kami berempat, tapi seiringnya waktu Xia terus mendekati aku dan terobsesi ingin memiliki aku sayang.” Jelas Axelle.


“Lalu..??!”


“Setelah dia lulus SMA barulah aku terbebas dari jeratannya karena dia dikirim kuliah ke Inggris, bahkan semua gadis yang sebelumnya pernah mendekati aku juga hancur karena perbuatan Xia. Dulu aku tidak bisa berbuat apapun karena aku juga belum memiliki kekuasaan sayang, dan dia selalu mengancam akan bunuh diri jika aku sampai dekat dengan gadis lain.” Jelas Axelle lagi.


“Sudahlah sayang itu masa lalu, tapi jika dia berbuat sesuatu padamu aku tidak akan pernah tinggal diam, aku akan melindungimu dari apapun bahkan Xia sekalipun tidak akan aku biarkan menyentuhmu.” Ucap Axelle dengan serius.


Micha yang tadinya cemburu dan marah dengan Axelle pun langsung luluh oleh kata-kata Axelle.


“Makasih sayang.” Ucap Micha dengan senyum bahagianya.


Axelle pun memeluk kekasihnya itu dan mengusap lembut pucuk kepalanya. Micha terbenam dalam dada bidang Axelle dengan bahagia.


*****


#Kediaman Jarvis


Jarvis terus menarik paksa lengan adiknya agar masuk ke dalam rumah, karena Xia terus berontak ingin pergi menemui Axelle.


“Xia..masuk sekarang juga..!!!” Teriak Jarvis.


Seorang Jarvis yang biasanya selalu jahil kini menjadi seorang Jarvis yang tegas dan kejam. Jarvis sampai tak habis fikir mempunyai seorang adik seperti Xia bependidikan tinggi tetapi perilakunya sangat tidak sopan.


“Aku tidak mau Kak, aku ingin ke tempat Kak Axelle.” Berontak Xia.


“Ada apa ini Jarvis, mengapa kamu menarik lengan adikmu kasar begini.” Celetuk Momy Kerin.


“Aku menariknya supaya dia tidak melakukan hal yang konyol Mom.” Sahut Jarvis dengan kesal.


“Apa maksud kamu Jarvis?” Tanya Momy Kerin yang kebingungan.


“Momy tolong Xia Mom, aku masih ingin menemani Kak Axelle.” Ucap Xia memelas.


“Jadi hanya karena itu, kamu kasar pada adikmu Jarvis.” Celetuk Momy Kerin.


“Mom dia mengganggu Axelle dan kekasihnya, bagaimana aku tidak betindak kasar seperti ini.” Geram Jarvis.


Momy Kerin pun hanya terdiam mendengar penuturan dari anaknya Jarvis. Lalu dirinya perlahan membujuk Xia.


“Xia sayang, kamu kan baru saja dari Inggris. Apa kamu tidak kangen sama Momy? Bertemu dengan Axelle kan bisa nanti, sekarang Xia temani Momy dulu ya?” Ajak Momy Kerin dengan lembut.


“Huuhhh..!! Baiklah karena ini ajakan Momy, Xia akan mengalah.” Sahut Xia pasrah.


Xia pun lalu mengibaskan tangannya yang masih di pegang oleh Kakaknya Jarvis, dan mengikuti Momynya masuk ke dalam rumah.


“Kemana Xilio Mom?” Tanya Jarvis kemudian.


“Dikamarnya.” Sahut Momy Kerin singkat.


Tanpa basa basi Jarvis pun langsung menuju kamar Xilio yang terletak di lantai dua sebelah kamarnya. Sedangkan Xia masih bergelayut manja dengan Momynya.


“Momy aku tidak mau tahu, Momy harus bantu aku buat dapetin Kak Axelle.” Ucap Xia dengan wajah cemberutnya.


“Iya-iya sayang, nanti Momy pasti akan bantu kamu.” Sahut Momy Kerin dengan senyum liciknya


.


.


.


.


Apa yang akan di rencanakan Xia dan Momy nya ya ??


.


.


.


.


.


.


Bersambung......SUDAH + 1 EPISODE YA


JANGAN LUPA UNTUK Klik👇 !!!!!


Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁


Terima Kasih 🙏🙏