
Waktu sudah menunjukkan pukul 11.00 siang Axelle dan juga Micha mulai memasuki mobil mereka dan bergegas pergi ke kediaman Alexander. Tak lupa Micha membeli kue untuk oleh-olehnya, Micha sempat berbincang sebentar dengan Chiko teman kerjanya dulu yang sudah dia anggap sebagai adik sendiri.
Karena Micha sangat mendadak mengabari kakek dan neneknya bahwa dirinya dan juga suaminya akan berkunjung ke rumah, dengan cepat Rimala sibuk berkutat di dapur untuk membuatkan masakan kesukaan cucu tercintanya.
Tak lama kemudian Alice dan juga Zayn sudah datang terlebih dahulu di kediaman Alexander. Seusainya Alice menyapa mertuanya Dony Alexander dirinya lalu bergegas ke dapur untuk membantu mertua perempuannya Rimala. Meskipun di sana sudah ada dua asisten yang membantunya.
“Apakah masih banyak yang perlu disiapkan Ma?” Tanya Alice.
“Oh kamu sudah datang sayang, tidak banyak hanya tinggal beberapa hidangan penutup saja.” Sahut Rimala.
“Alice bantu ya Ma, sekarang Mama istirahat saja dan bersiap menyambut kedatangan Micha dan Axelle.” Ucap Alice.
“Baiklah sayang, hidangan penutupnya Mama serahkan padamu ya.”
“Iya Ma.”
Rimala kemudian bergegas mencuci tangannya dan melepaskan apron yang melekat di tubuhnya. Rimala kemudian ikut bergabung dengan suaminya dan anaknya di ruang keluarga.
“Bgaimana apa Micha dan Axelle sudah dekat Zayn.” Tanya Rimala tidak sabar.
“Sebentar lagi mereka akan sampai Ma.” Sahut Zayn.
Rimala begitu antusias dan bahagia menanti kedatangan cucu tercintanya, karena memang setelah menikah mereka belum sempat untuk berkunjung ke rumah Alexander lagi.
Tak lama kemudian suara mobil terdengar memasuki halaman kediaman Alexander, Rimala bergegas membuka pintu untuk langsung menyambut kedatangan mereka.
“Nenek...!!” Teriak Micha dari kejauhan lalu berlari menghambur memeluk sang nenek.
“Micha sangat rindu sama Nenek dan juga Kakek.” Ucap Micha yang masih memeluk erat sang nenek.
“Nenek juga sangat rindu sama Micha.” Sahut Rimala di sertai isak tangis bahagia.
Karena kali ini Rimala sudah sangat jarang bisa bertemu dengan sang cucu lagi. Tak bisa seperti dulu lagi yang setiap harinya bisa melihat tumbuh kembang dan gelak tawanya. Micha bukan anak kecil lagi, dia sudah dewasa bahkan kini sudah mampu membina rumah tangganya sendiri.
“Ayo masuk sayang, Papa dan Mama mu juga sudah di dalam.” Ucap Rimala mengajak Micha serta Axelle bergegas masuk ke dalam rumah.
“Baik Nek.” Sahut Micha dan Axelle bersamaan.
Sesampainya di dalam Micha pun melakukan hal yang sama langsung menghambur memeluk sang Kakek dan juga papanya. Sedangkan Axelle menyapa mereka dengan sopan.
“Mama dimana Nek?” Tanya Micha, karena dia tak menemukan sosok mamanya.
“Mama mu sedang di dapur membuat hidangan penutup sayang.” Sahut Rimala.
“Aku akan menyusul Mama dulu ya Nek.”
“Iya sayang.”
Micha lalu bergegas menuju dapur dimana sang mama sedang mencuci tangannya di wastafel. Micha segera memeluk sang mama dari belakang.
“Oh..Mama kira siapa? Ternyata anak Mama tercinta.” Ucap Alice lalu membalikkan badannya menghadap Micha.
“Kangen sama Mama ya?”
“Iya Ma, Micha kangen sama Mama.”
“Sudah-sudah malam ini Mama akan menginap disini. Jadi nanti malam Micha bisa tidur dengan Mama.” Ucap Alice lembut.
“Benarkah Ma? Baiklah, Mama janji ya. Awas kalau sampai Mama nanti tidak jadi menginap Micha akan marah sama Mama.” Manja Micha.
“Iya sayang, ya sudah mari kita ikut bergabung di ruang keluarga. Sisanya tinggal Bibi yang akan menyajikan makan siang di meja makan.”
“Iya Ma.”
Siang itu menjadi makan siang besar kembali, setelah beberapa waktu mereka tidak berjumpa dan bisa makan bersama lagi. Seusainya mereka makan siang, mereka kembali berkumpul di ruang keluarga dan berbincang ringan.
*****
Di sisi lain Yora yang mendengar akan kabar berita acara pertunangan Enzi dan juga Jaxson dia ikut senang dan bahagia sahabat yang baru di kenalnya itu akan segera melanjutkan hubungannya ke jenjang yang serius.
Tapi tidak dengan dirinya sendiri di sisi lain Yora merasa sedih karena sudah beberapa waktu berlalu, dirinya masih belum melihat sosok Wilfred alias CEO nya yang sudah mengganggu pikiran dan hatinya akhir-akhir ini.
“Sudahlah sebaiknya aku fokus membantu ibu.” Ucap Yora lirih.
Karena hari weekend seperti ini Yora akan membantu sang ibu untuk membuat kue kering untuk dijual atau dititipkan di toko-toko kecil di dekat rumah.
Dua hari berlalu begitu cepat Kini Wilfred baru saja menginjakkan kakinya di Bandara Tanah Air. Dia lalu bergegas kembali ke kediamannya untuk mengistirahatkan tubuhnya sejenak.
Masalah yang terjadi di Inggris sungguh membuat pikiran dan hatinya terkuras namun Wilfred harus tetap memikirkan urusan kedepannya, besok dia harus kembali ke Arion Group untuk melakukan aktivitasnya seperti biasa lagi.
Keesokan paginya Wilfred kembali bertemu dengan para sahabatnya yaitu Axelle dan Jarvis , mereka kembali pada rutinitas pekerjaannya sebagai seorang CEO.
Tak terasa jam makan siang pun tiba Wilfred, Axelle dan juga Jarvis berkumpul di satu ruangan untuk makan siang bersama. Seusainya makan siang mereka mulai membicarakan masalah yang di hadapi Wilfred di Inggris.
“Bagaimana masalahmu dengan orang tuamu yang waktu itu Wil?” Tanya Axelle.
“Seperti ini Axe pada akhirnya.” Ucap Wil menyerahkan dokumen perjanjian antara dia dan orang tuanya.
“Haih, mengapa mereka selalu mengorbankan anaknya demi keuntungan bisni.” Geram Axelle.
“Benar kamu Axe, sebenarnya apa yang ada di pikiran mereka. Mereka sama sekali tidak memikirkan perasaan anaknya.” Ucap Jarvis yang juga tersulut emosi.
“Sudahlah Axe, Jarv semua sudah berlalu, asal mereka menepati janji dan tidak melanggar kontrak ini. Aku tidak akan berhubungan dengan mereka lagi, tapi jika nanti mereka melanggarnya aku tidak akan berbelas kasih lagi.” Tegas Wilfred.
Saat ini di kantin perusahaan Micha, Joel dan Yora sedang makan siang bersama, namun Micha mendapati sikap Yora yang cukup berbeda dari biasanya. Micha cukup khawatir jika Yora terkena masalah atau kesulitan.
“Yor apa kamu baik-baik saja? Mengapa raut wajahmu seperti sedang memikirkan sesuatu. Apakah kamu ada masalah? Ceritakan saja pada kami, mungkin saja kami bisa membantumu.” Ucap Micha
“Benar apa yang dikatakan Micha Yor, jika kamu ada masalah kamu katakan pada kami. Dan kami siap membantumu Yora.” Ucap Joel menambahkan.
“Tidak..aku sama sekali tidak ada masalah, hanya saja perasaanku sedikit tidak nyaman.” Sahut Yora.
“Lalu mengapa perasaanmu bisa tidak nyaman?” Tanya Micha.
“Entahlah Micha, aku sendiri juga bingung. Mengapa hari ini moodku tidak bagus dan tidak bersemangat.” Sahut Yora lagi.
Ketiga gadis ini masih terus asik berbincang hingga ada sosok pria tampan mendekati mereka.
.
.
.
.
.
.
Bersambung....
Ahay siapa hayoo....???
Oh ya jika kalian menemukan adanya typo, kalian bisa langsung komen ya. Takutnya saya masih melewatkan beberapa kata meski saya sudah baca ulang sebelum saya Upload..🙏
Jangan lupa dukung author guys....
• FAVORIT ❤
• RATE ⭐⭐⭐⭐⭐
• LIKE ❤
• KOMEN (Kritik & sarannya juga ya)
• VOTE seikhlasnya🙏
TERIMA KASIH SEMUA ATAS DUKUNGANNYA🙏🙏🙏😘😘😘