MY PERFECT BOSS

MY PERFECT BOSS
Pertemuan



Wajah Alice langsung bersemu merah karena malu, kemesraannya dengan Zayn di lihat oleh Vira dan Leon.


“Bisa di lanjutkan nanti ya urusannya sekarang waktunya mengurus masalah perut dahulu.” Ucap Vira lagi sambil menarik lengan Alice perlahan.


Sedangkan Zayn sendiri hanya cuek Vira dan Leon melihat adegan yang baru saja dia lakukan bersama Alice, Zayn sedikit merasa kesal karena Vira dan Leon sudah mengganggu momen pentingnya.


“Sudahlah Zayn nanti kan kamu bisa melanjutkannya lagi.” Ucap Leon sembari menepuk-nepuk bahu Zayn.


Zayn tak menanggapi perkataan Leon dan tetap berjalan bersama menuju ruang makan. Sedangkan Leon menahan tawanya karena berhasil membuat sahabatnya ini kesal.


*****


Jam menunjukkan pukul 07.00 pagi, sedangkan Micha masih terlelap dalam balik selimut tebalnya.


Tok..tok..tok..


“Micha sayang apa kamu tidak pergi bekerja.” Teriak sang Nenek dari balik pintu kamar Micha.


Micha yang mendengar suara neneknya bertriak-triak pun secara perlahan membuka matanya dan tangannya segera meraih jam bekker di sebelahnya, alhasil Micha langsung terperanjak dari tempat tidurnya setelah melihat jam bekkernya.


“Oh tidak..!! Aku kesiangan..!!” Ucap Micha pada dirinya sendiri.


Dia segera bergegas lari menuju kamar mandi dengan tergesa-gesa, hingga sedikit menimbulkan suara yang mana membuat neneknya khawatir.


“Micha sayang apakah kamu baik-baik saja?” Tanya sang Nenek sedikit berteriak.


“Aku baik-baik saja Nek, aku sedang berkemas. Sebentar lagi aku akan keluar.” Jawab Micha yang berteriak juga.


“Baiklah kalau begitu Nenek tunggu di meja makan ya sayang.” Ucap Rimala lagi pada sang Cucu.


“Baik Nek.” Teriak Micha.


Tak membutuhkan waktu yang lama, Micha sudah rapih dengan pakaiannya dan make up tipisnya. Dia segera turun ke bawah menuju ruang makan.


“Pagi Nenek, pagi Kakek.” Ucapnya menyapa kedua orang yang sangat ia sayangi itu.


“Pagi juga sayang.” Jawab mereka bersamaan.


“Ayo cepat duduk dan sarapan dulu Micha.” Ucap Nenek lembut.


“Aku tidak sempat sarapan Nek, aku hanya akan meminum susuku ini Nek, aku harus segera berangkat.” Ucap Micha lalu dia meneguk sekaligus susu yang memang sudah disiapkan untuknya.


“Kamu jangan terburu-buru seperti itu Micha sayang makanlah beberapa roti panggangnya atau tidak kamu bawa saja ketempat kerjamu, kamu bisa memakannya disana.” Ucap sang kakek memeberi nasehat.


“Baiklah Kek.” Jawab Micha menuruti kemauan sang Kakek.


Micha lalu mengambil beberapa roti panggang tanpa selai menggunakan tisu sebagai tempatnya.


“Sopir Kakek sudah siap untuk mengantar kamu Micha.” Ucap sang Kakek memberitahu.


“Ya sudah Kek karena aku sudah mau terlambat, tidak mungkin juga jika aku menggunakan taxi. Terima kasih banyak ya Kek, Micha berangkat dulu.” Ucap Micha berpamitan pada Kakek dan Neneknya setelah mencium kedua pipi mereka.


Mobil mewah itu pun lalu beranjak dari kediaman Alexander.


“Pak nanti turunin saya jangan terlalu dekat dengan toko ya.” Ucap Micha pada sang sopir.


“Baik Non.”


Sesuai dengan permintaan Nona mudanya sang sopir pun menurunkan Micha agak jauh dari tokonya, agar orang lain tidak curiga terhadap status Micha. Setelah menurunkan Micha sang sopir pun segera melajukan mobilnya kembali ke kediaman Alexander.


“Syukurlah aman.” Ucap Micha sambil mengelus dadanya.


Micha lalu bergegas menuju toko kue tempat dirinya bekerja, untungnya dia sampai disana sangat tepat waktu. Micha lalu mulai mengeluarkan kue-kue cantik yang sudah di buat oleh sang koki pagi ini ke dalam lemari kaca, menatanya dengan rapih dan hati-hati.


“Semangat untuk hari ini Micha.” Ucap Micha menyemangati diri sendiri.


“Hari ini sebaiknya aku juga membelikan beberapa kue ini untuk Mama dan Papa.” Ucap Micha dalam hati.


Waktu terus begulir hingga tiba waktunya Micha untuk bersiap pulang ke rumah Papa dan Mamanya. Micha menunggu Papa dan Mamanya menjemput di depan apartemennya, tak selang beberapa lama mobil mewah Papanya terlihat dari kejauhan. Micha hanya tersenyum senang melihat keduanya sudah datang. Alice lalu turun dari mobil dan mengajak Micha masuk ke dalam mobil bersamaan.


“Ayo sayang kita masuk.” Ucap Alice dengan lembut.


“Iya Ma.”


“Ma memangnya kejutan apa yang sudah Mama dan Papa persiapkan untuk Micha?” Tanya Micha penasaran.


“Kalau Mama beritahu sekarang namanya bukan kejutan dong sayang, iya kan Pa?” Ucap Alice mencari persetujuan Zayn.


“Benar kata Mamamu Micha namanya bukan kejutan lagi nanti.”


“Baiklah.” Jawab Micha pasrah.


Sesampainya di kediaman Zayn dan Alice, mata Micha pun ditutupi oleh kedua tangan Alice dan berjalan perlahan masuk ke dalam rumah.


Sedangkan Leon dan Vira pun sudah sangat menanti kedatangannya, saat keduanya sudah saling tatap Micha pun mengingat wajah Vira dan Leon yang belum lama ini pernah mampir ke toko kue tempat ia bekerja.


“Anda..?!” Ucap Micha terkejut melihat kedua orang di hadapannya itu.


“Kamu..?!” Ucap Vira yang tak kalah terkejutnya.


“Jadi ini anak kamu Ca?” Ucap Vira lagi.


“Iya Vir, kenapa kamu sangat terkejut Vir?” Tanya Alice yang merasa kebingungan dengan tingkah keduanya.


“Bukannya Micha bekerja di perusahaan besar ya Ca?” Tanya vira yang mana membuat Alice semakin kebingungan.


“Iya, ada apa sih Vir? Kamu ini membuat orang khawatir aja.”


“Oh..tidak aku benar-benar lupa Mama dan Papa kan belum tahu aku keluar dari pekerjaanku. Tapi siapa sebenarnya kedua orang ini, apa ini kejutan yang Mama kasih buat aku, memang mereka sangat familiar tapi aku benar-benar tidak mengingat siapa mereka.” Ucap Micha dalam hatinya.


“Maaf Ca, tapi beberapa hari yang lalu kami sudah sempat bertemu di sebuah toko kue. Aku kira hanya perasaanku saja dia mirip kamu tapi ternyata dia memang anakmu.”


“Bertemu di toko kue? Lalu apa hubungannya dengan pekerjaan Micha Vir?”


“Maaf Ma Micha yang salah disini, Micha sudah lama tidak bekerja di Arion Group lagi dan sekarang Micha bekerja di toko kue itu. Jadi tante ini bingung karena hal itu Ma, maafin Micha ya Ma Pa tidak memberitahukan hal ini pada kalian.” Ucap Micha merasa bersalah.


“Kenapa kamu tidak memberitahukan hal seperti ini pada Mama sayang. Bukankah gaji kamu disana sangat jauh di bandingkan saat bekerja di Arion Group?”


“Mama tenang saja semuanya sudah Micha atur secara rinci, jadi Micha tidak kesulitan untuk masalah kebutuhan sehari-hari Micha Ma.” Jawab Micha yang mengerti arti dari pertanyaan Mamanya.


“Ya sudahlah Ca, jangan di perpanjang lagi. Kapan aku dan Micha akan di perkenalkan satu sama lain, kamu lihat dia sangat bingung dengan kehadiranku.” Ucap Vira mengganti topik pembicaraan.


“Oh benar sayang ini Tante Vira dan juga Om Leon. Apa kamu masih mengingat mereka?”


“Sepertinya tidak asing Ma dan wajah mereka juga terlihat familiar tapi Micha lupa siapa mereka ini Ma.”


“Mereka itu sahabat Mama dan Papa, mungkin wajar kamu lupa sayang karena mereka baru datang kemari lagi setelah hampir 20 tahun tidak bertemu.”


“Hallo Tante Om.” Sapa Micha pada keduanya. Vira pun lalu memeluk Micha erat.


“Kami sekarang sudah besar ya Micha, menjadi gadis yang sangat cantik pastinya.” Ucap Vira menyanjung Micha.


“Terima kasih tante.”


Mereka pun saling berbincang dan mengingat kembali cerita di masa lalu agar Micha menngetahui dan mengingat kenangan kedua orang tuanya itu. Micha sendiripun sangat antusias dengan hal itu.


.


.


.


.


.


.


Bersambung......


Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁


Terima Kasih 🙏🙏