MY PERFECT BOSS

MY PERFECT BOSS
Malam Pertama Yang Tertunda



Sedangkan Axelle yang melihat raut wajah terlihat sedikit kecewa pun ikut duduk di samping istrinya itu lalu menyomot kentang goreng yang berada di hadapan Micha. Micha menoleh kan wajahnya heran karena suaminya tiba-tiba mau makan makanan cepat saji tersebut.


“Aku hanya ingin menemanimu makan sayang.” Ucap Axelle setelah Micha menatapnya penuh dengan keheranan.


Micha lalu tersenyum tipis ia mengerti bahwa suaminya tidak ingin membuatnya sedih. Micha lalu mendekatkan wajahnya pada Axelle dan mencium kilas pipi suaminya itu.


Axelle yang mendapat perlakuan manis dari istrinya itu pun terpancing ingin melakukan hal yang lebih. Axelle lalu membalas ciuman Micha pada bibir mungilnya, menciumnya dengan lembut. Micha yang belum selesai memakan burger dan kentangnya pun akhirnya terbawa suasana.


Sudah satu minggu lebih sejak mereka menikah, mereka belum pernah melakukan hal yang lebih karena terhalang oleh datangnya tamu bulanan Micha. Axelle menelusuri setiap incinya, Micha yang tidak bisa mengimbangi permainan lidah Axelle pun terengah karena kesusahan mengambil nafas.


“Sayang stop..!! Apa kamu ingin membunuh istrimu, aku kesusahan mengambil nafas.” Ucap Micha yang mendorong pelan tubuh Axelle agar dia mendapatkan jedanya.


“Maafkan aku sayang, aku sudah tidak tahan. Kamu sudah selesai kan sayang?”


Micha hanya menganggukkan kepalanya dengan rona wajahnya yang sudah memerah.


“Kita ke kamar sekarang ya.” Bisik Axelle di telinga Micha.


Hingga membuat Micha merasakan rasa geli yang tak bisa di ungkapkan. Axelle lalu menggendong Micha dan berjalan perlahan menaiki anak tangga untuk menuju kamar mereka. Sedangkan Micha hanya menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Axelle karena malu.


Setelah memasuki kamar mereka, Axelle pun merebahkan tubuh Micha secara perlahan di tempat tidur. Axelle lalu memulai aksinya lagi mencium bibir Micha secara perlahan, meski Micha masih kaku dengan gerakannya namun dia mulai bisa menyeimbangi ciuman suaminya.


Tangan Axelle mulai menelusup pada kaos yang Micha kenakan, Micha melenguh merasakan nikmat yang luar biasa di tambah Axelle kini mencium lembut di bagian telinga hingga ke lehernya dan memberikan tanda merah disana.


Perlahan tangan Axelle mulai menelusuri tubuh Micha dan membuatnya semakin merasakan cinta yang Axelle berikan padanya.


Tak sampai disitu, Axelle terus menjamah setiap inci tubuh Micha sampai tanganya mulai menelusup bagian kedua bukit kembar istrinya itu, hingga membuat Micha meracau nikmat.


Micha melenguh panjang setelah tubuhnya bergetar, keringat bercucuran membasahi wajah dan tubuhnya, Axelle menghentikan sejenak aktifitasnya untuk memberikan Micha waktu mengatur nafasnya.


“Kamu suka sayang?” Ucap Axelle dengan nafas yang sama-sama masih memburu. Micha hanya mengangguk perlahan dan tersenyum malu.


“Apa kamu sudah siap sayang? Aku akan melakukannya perlahan.” Tanya Axelle lagi.


“Iya sayang.” Jawab Micha di sela-sela pengaturan nafasnya.


Axelle lalu memulai aksinya kembali, menelusuri setiap daerah sensitif pada tubuh istrinya. Axelle masih terus menikmati jamahannya pada tubuh Micha.


Perlahan Axelle melakukannya, Axelle masih sedikit kesulitan. Sedangkan Micha meringis menahan rasa sakit yang mulai terasa, tangannya mencengkeram erat sprai dan menggigit bibir bawahnya untuk menahan rasa sakit itu.


Sedikit buliran bening merembang di pelupuk matanya, Axelle yang melihat Micha kesakitan pun menghentikan sejenak aktifitasnya dan mulai menciumi bibir mungil Micha kembali tangannya mulai memainkan semua daerah sensitif milik Micha lagi, hingga Micha mulai lupa dengan rasa sakitnya.


Disaat yang bersamaan Axelle mencoba kembali secara perlahan, darah segar mengalir saat Axelle telah berhasil menembus mahkota milik istrinya, dia mendiamkannya sejenak agar Micha merasakan kehadirannya.


Micha mulai merasakan sesuatu yang luar biasa yang belum pernah ia rasakan, tubuhnya seakan melayang merasakan kenikmatan itu meski Axelle masih mendiamkannya.


Nafas Micha mulai memburu tak beraturan saat Axelle mulai melakukannya secara perlahan. Micha semakin di buat Axelle kualahan karena perlakuan Axelle padanya, hingga peluh keduanya bercucuran dan aktifitas panas itu akhirnya usai.


“Terima kasih sayang.” Ucap Axelle sambil mengecup kening Micha.


Jelas terpancar raut wajah yang amat bahagia pada dua sejoli ini. Mereka berdua sama-sama tak mampu berkata-kata dengan apa yang sedang mereka rasakan saat ini. Satu kata yang selalu terucap dalam hati kecil mereka yaitu bersyukur.


Micha hanya tersenyum dan mengusap lembut kedua pipi Axelle. Keduanya mengatur kembali nafas mereka yang masih memburu. Malam itu entah berapa kali mereka mengulang hal yang sama, hingga jam tiga pagi barulah keduanya terlelap. Axelle mencium kilas kening Micha sebelum mereka benar-benar terlelap.


.


.


.


.


.


.


Bersambung......


Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁


Terima Kasih 🙏🙏