MERCIA

MERCIA
99. Mendapat Ancaman.



Golden Lane Restaurant.


Dengan kartu black gold pemberian Elias, August mengajak Amara makan di restoran super mewah di kota Royan. selama perjalanan Amara terlihat sibuk mengagumi apa yang dilihatnya, ia selalu bertanya segala hal yang baru pertama kali ia temui.


"Aku tak mengerti ini kau saja yang pesankan untukku." kata Amara melihat menu makanan yang sangat banyak.


August pun memesan beberapa porsi, pelayan wanita itu mencatatnya, setelah beberapa saat, pesanan mereka tiba dan terhidang di meja mereka.


sementara di sisi lain gedung yang sama.


"Tuan Gerald.., lelaki itu muncul di restoran anda, dia bersama seorang wanita."


"...."


"baiklah.. atur segalanya, aku tiba disana dalam tiga puluh menit."


"Baik tuan." kata seorang lelaki yang tampak serius menatap belasan layar monitor di hadapannya.


"aku tak pernah makan makanan seperti ini sebelumnya.. ini sangat enak." kata Amara yang terus menikmati hidangan yang tersaji.


"Sudah berapa hari kau tidak makan?" tanya August geli melihat Amara terlihat benar-benar kelaparan.


"kau jangan mengejeku, aku memiliki jantung naga, pola makanku tidak seperti wanita lainnya." kata Amara yang sudah menghabiskan tiga porsi steik, dua ayam utuh, beberapa ice cream dan sepiring pie serta beberapa potong kue.


'hmm.. bila makannya saja seperti ini apalagi nanti pas ingin anu.. sungguh berat lelaki yang akan menjadi suaminya.' pikir August.


"Apa kau ingin memesan lagi?"


"tidak.. cukup aku sudah kenyang." kata Amara sambil menyesap anggur putih dari gelas, merasa kurang ia pun mengambil botol anggur itu dan langsung menenggaknya.


'mengerikan' August dalam hatinya, ia pun memanggil pelayan untuk meminta tagihan. seorang pelayan bergegas menghampiri diikuti seorang lelaki dengan setelan rapi di belakangnya.


"Berapa semuanya? aku akan membayarnya." tanya August.


"Tuan total semuanya tujuh puluh lima ribu dollar"


August terkejut mendengar pelayan itu menyebutkan nominal, namun ia menutupinya dengan baik.


"Tapi anda tak perlu membayarnya tuan."


"Hah tak perlu membayar?" August bingung.


"Tuan.., ini manajer saya, beliau akan menjelaskan."


August menatap lelaki disamping pelayan itu.


"Tuan nama saya adalah Scott Williams, saya adalah manajer restoran ini." katanya sedikit membungkuk.


"Baik tuan Williams bisakah anda menjelaskan mengapa saya tidak perlu membayar semua ini?"


"Tuan panggil saja Scott, restoran ini sedang berulang tahun, kami memiliki beberapa kejutan dan hadiah untuk para pelanggan di setiap lantai. anda terpilih karena anda adalah pengunjung ke seribu di bulan ini." kata Scott dengan senyum ramah.


"Benarkah?" August terlihat senang.


"Benar tuan, selain anda tak perlu membayar, anda juga bisa mendapatkan voucher senilai makanan yang anda pesan hari ini, dan juga mendapatkan tiket liburan ke pulau Escatle."


"Bukankah itu pulau di benua Etia yang terkenal itu?


"Benar tuan, tapi untuk itu anda diminta untuk bertemu pemilik restoran ini untuk sekedar berbincang dan poto, untuk kegiatan publikasi dan promosi kedepan, apakah anda bersedia?"


"ya.. ya.. tentu saja.."


"Kalau begitu jika anda berkenan, kalian bisa menunggu di ruangan tunggu yang telah kami siapkan, Tuan Gerald sedang dalam perjalanan menuju ke gedung ini."


"Baiklah." kata August, ia dan Amara lalu mengikuti lelaki itu.


August dan Amara memasuki sebuah ruangan yang cukup besar, dengan fasilitas wow punya. setelah mengantarkan mereka berdua, Scott lalu pergi.


"Mercia, apa kau tidak merasa ada yang aneh dari sikapnya?" tanya Amara.


"Tentu saja, aku tidak percaya dengan perkataannya, sepertinya ada sesorang yang ingin bertemu denganku, dan ia tidak ingin menyinggungku."


"Amara, aku ingin tau apa tujuan mereka, aku minta kau untuk tidak buru-buru bertindak."


"aku mengerti, aku tidak akan banyak bicara."


Sepuluh menit kemudian pintu dimana August dan Amara berada terbuka, seorang pria paruh baya masuk diikuti oleh Scott dan lima orang pengawal bertubuh tegap. August dan Amara bangkit dari duduknya.


"Santai saja silahkan kalian duduk kembali." kata pria itu pada August dan Amara.


"Tuan dan nona, beliau adalah pemilik tempat ini namanya..."


"Gerald.. namaku Gerald Pyke." potong pria itu sambil menyalakan sebatang rokok.


"Baiklah tuan Pyke, mengapa kau mencariku?" tanya August.


"Hahaha.. sudah kuduga kau pasti mengetahui omong kosong yang dikatakan Scott."


"Apa yang ingin kau bicarakan?"


"Aku ingin kau bekerja untukku."


"Bekerja padamu?" August mengerenyitkan dahinya.


"Ya.. bekerja padaku, aku akan membayarmu dengan setengah aset propertiku, kau juga bisa memiliki restoran ini saat ini juga."


"Mengapa kau menginginkanku?"


"Kau bernyali besar, aku tidak tau bagaimana kau menghabisi kelompok Black Eagle, aku kagum padamu, bahkan aku hampir jatuh ketika melihatmu di tv muncul di acara mereka, kau telah mengguncang Lumeria."


"Bahkan kau membawa potongan kepala Mordo, kau tau? tak ada yang mampu berbuat segila kau."


"Maaf tuan Gerald, itu semua hanya masa lalu, aku tidak menginginkan itu semua, dengan berat hati aku menolaknya."


"Tuan August... hmm.. setelah apa yang kau lakukan, semua mencari tau siapa kau sebenarnya, aku salah satunya, kau memang luar biasa, kau punya koneksi dengan Biro PE90 melalui wanita itu, kau juga berhubungan dengan Biro lainnya dari kepolisian, kau tau pekerjaan kedua wanita itu sangat berbahaya."


"Tuan Gerald, apa kau mengancamku?"


"Hey.. jangan salah paham, aku rasa Julia kekasihmu ini mengerti apa yang aku katakan."


"August sudah mengatakan dia tidak tertarik untuk bekerja padamu." kata Amara.


Pintu ruangan itu kembali terbuka seorang lelaki berpakaian ninja berwarna hitam masuk dengan membawa sebuah peti hitam di tangannya.


"Ohh.. Abigor mengapa kau kesini?" tanya Gerald.


"Aku membawakan hadiah untukmu tuan Gerald." kata lelaki berpakaian ninja yang bernama Abigor.


"Hehehe.. tunjukan aku ingin melihatnya."


Abigor membuka peti itu, August sangat terkejut melihatnya.


'Kapten Sanders.' August mengepalkan tangannya, amarahnya seketika muncul, namun ia berusaha menenangkan dirinya.


"Ini hadiah yang sangat bagus."


"Tuan Gerald kapan kau ingin aku segera membawa dua kepala wanita itu?"


"Ahh.. aku tidak sopan, aku lupa mengenalkan kalian, Abigor dia adalah tuan August dan wanita bersamanya adalah Julia. dan ini Abigor dia adalah seorang pesulap."


"Abigor tunjukan keahlianmu bermain sulap."


Tiba-tiba gelang di tangan kiri August menyala biru, namun hanya ia yang bisa melihatnya.


'sihir hitam?'


Abigor lalu menyentuh kening potongan kepala kapten Sanders dengan dua jarinya sesaat lalu menarik jarinya kembali, mata kepala itu tiba-tiba berkedip melirik melihat sekelilingnya, lalu mulutnya terbuka.


"Dimana tubuhku?"


"Tubuhmu ada di ruang mayat." kata Abigor.


"Mengapa bisa ada di sana? hahaha." potongan kepala Sanders tertawa.


Semua yang ada disana dibuat terkejut.


"Hahaha kau memang luar biasa Abigor." kata Gerald.


"Bagaimana menurutmu tuan August?"


"Aku tidak pernah melihat sulap seperti ini sebelumnya, mungkin rahasianya ada di kotak ini, hmm.. apa kalian punya kotak yang sama seperti ini? aku ingin sekali mencoba menaruh salah satu kepala kalian berdua disana dan melihat hasilnya." kata August.


"Itu trik yang sulit, jika tak hati-hati itu bisa menimpamu." kata Abigor.


"Tentu saja aku berhati-hati, aku jamin salah satu dari kalian pasti akan melihatnya." kata August.


"Hahaha.. aku suka ini, katakan padaku tuan August apakah kau juga seorang pesulap?"


"Tuan Gerald, kau terlalu memuji, aku hanya penghancur trik sulap murahan, aku harus pergi sekarang atau kau masih memaksaku untuk tinggal untuk menyaksikan trik murahan lainnya?"


"Tentu saja kau boleh pergi, tapi tuan August undanganku hanya berlaku tiga hari, bila kau tak datang Abigor telah menyiapkan tiga pertunjukan besar untukmu."


"Aku mengingatnya." kata August.


August dan Amara keluar dari restoran mewah itu lalu berjalan menuju mobil Bugatti hitam yang terparkir.


"Brengsek..!" kata August memukul stir mobil.


"Mercia tenanglah."


August menghela nafas panjang.


"pemilik kepala itu adalah kapten Sanders, pemimpin Hedya, tiga pertunjukan itu adalah Hedya, Valery dan kau, ia mengira kau adalah Julia. mereka mengancam membunuh kalian didepanku."


"Mengapa kau diam saja?"


"Amara, aku tidak takut dengan mereka, aku tau dia pasti memiliki sesuatu hingga ia berani bertindak seperti itu."


"Lelaki yang bernama Abigor memiliki sihir hitam."


"Sihir hitam?"


"Dalam dunia penyihir terdapat dua golongan, penyihir hitam dan penyihir putih, tapi itu hanya istilah untuk jalan hidup yang mereka pilih, tetapi sihir hitam adalah kekuatan dari iblis, aku tidak pernah bertarung dengan orang yang memiliki sihir hitam."


"Lalu apa yang harus kita lakukan?"


"Amara kau kembalilah ke kuil Murcia, ceritakan pada semuanya, tetaplah disana jangan biarkan Hedya dan Valery pergi dari sana tanpa penjagaanmu atau Carol, tunggu aku kembali."


"Kau mau kemana?"


"Aku harus ke Proxima menemui seseorang dan minta bantuannya."


"Mercia kau yang terpilih oleh kristal itu kau pasti bisa mengalahkannya, kaulah yang terkuat."


"Amara, di atas langit masih ada langit, yang menjadikanku kuat adalah orang-orang yang berdiri disampingku, kau pun mengatakan aku belum tentu bisa mengalahkan Javelyn dengan tombaknya, setiap kekuatan mempunyai kelemahan"


"Siapa yang ingin kau temui?"


"Penyihir agung."