MERCIA

MERCIA
29. Pertemuan dengan Kapten Sanders.



Aira dan Aruna pergi keluar untuk membeli pakaian, meninggalkan August dan Hedya di hotel.


"Ada apa kau memintaku kesini?" tanya Hedya.


"aku butuh bantuanmu, aku tau kita jarang bicara, tetapi aku yakin kita berada di pihak yang sama" kata August.


"Bantuan apa?" tanya Hedya.


"Aku ingin balas dendam, aku ingin menghancurkan Black Eagle sampai ke akarnya." kata August matanya terlihat penuh amarah.


"dengan kekuatanmu itu kau bisa membunuh mereka dengan mudah tanpa perlu bantuanku." kata Hedya.


"Tidak.. Kematian terlalu baik untuk Jacky, aku ingin mereka merasakan penderitaan terlebih dahulu!" kata August.


"bantuan seperti apa yang kau mau?" tanya Hedya.


"aku ingin kau melakukan dua hal untukku, aku berjanji akan membalasmu di masa depan"


"pertama bawa aku menemui atasanmu, aku akan menceritakan alasannya di sana."


"Apa yang kedua ?" tanya Hedya


"bisakah kau mendapatkan rekaman cctv area parkir kampus setahun yang lalu, saat terakhir aku berada di sana?! pinta August.


"akan aku usahakan, kau ingin menemui atasanku sekarang?" tanya Hedya.


"tentu saja." jawab August.


Setelah mengirim pesan kepada Aira, August dan Hedya pergi menemui kapten Sanders.


dua jam kemudian.


"Kapten ada sesorang yang ingin menemuimu." kata Hedya.


"Siapa?" tanya Sanders.


Hedya tak menjawab, ia mengangguk memberi isyarat agar August masuk ke ruangan.


"Selamat siang kapten Sanders." kata August.


Kapten Sanders sedikit terkejut.


"Bukankah kau.."


"Benar, namaku August.., August Garcia." potong August.


Hedya menutup pintu ruangan lalu menguncinya.


"Maaf kapten aku membawanya tanpa meminta izin anda terlebih dahulu." kata Hedya.


Kapten Sanders adalah mantan agent yang berpengalaman, salah satu yang terbaik, ia sangat paham, pasti ada sesuatu yang besar yang akan di sampaikan oleh mereka berdua. ia merespon dengan anggukan kepala.


"tidak apa-apa, apakah ada yang ingin kau sampaikan?" tanya Sanders kepada August.


"aku yakin kalian telah menyelidikiku, dan kalian pasti mengetahui apa yang menimpaku dan orang terdekatku, aku ingin balas dendam." kata August.


"sepertinya kau salah tempat, di sini bukan biro jasa sewa pembunuh bayaran." kata Sanders.


"kapten aku belum selesai bicara aku akan menghancurkan Black Eagle sampai ke akarnya dan menyeret Jacky dan Bryan hidup-hidup ke depan hidung kalian, selanjutnya terserah kalian memberikan hukuman apa pada mereka berdua." kata August.


"Hahaha.. Nak kau pikir kami tak mampu melakukan itu?" ucap Sanders meremehkan perkataan August.


August hanya tersenyum.


"aku percaya kalian mampu, aku pun percaya kalian punya segudang bukti untuk membawa mereka ke pengadilan, tetapi aku tidak percaya kalian sanggup dengan konsekuensinya ketika Gorran dan kelompoknya turun tangan." kata August.


Kapten Sanders terdiam. perkataan August memang benar, mereka tak bisa berbuat apapun, mereka tak ingin peristiwa tiga puluh tahun lalu terulang kembali.


"kapten biarkan aku yang mengerjakan tugas kotor ini, Gorran tidak akan menyentuhmu" kata August.


"Bagaimana bisa kau percaya diri bahwa Gorran tidak akan menyerang kami kami?" tanya Sanders.


"Setelah Black Eagle hancur, aku jg berniat akan menghabisi Gorran dan kelompoknya?" kata August.


"Hahaha.. Hedya mengapa kau membawa badut ini ke kantor kita. aku tak bisa berhenti tertawa." kata Sanders.


Hedya pun sedikit terkejut, sebelumnya August hanya memberitahu dirinya hanya akan menghancurkan Black Eagle tanpa menyinggung Gorran. walau sudah melihat kekuatan August ia masih ragu August bisa mengalahkan Gorran.


Sementara August tidak tersinggung walau ia diremehkan. ia masih mempertahankan senyumnya.


"Kau tidak tau apa yang kau bicarakan, kau tidak tau siapa dirinya dan kemampuannya. Hedya bawa orang ini keluar dari kantorku sekarang!" kata Sanders emosi.


August berdiri dengan kedua telapak tangannya menempel di atas meja.


"Kapten, aku tau siapa dirinya dan darimana asalnya, aku pun tau siapa Hedya, aku bahkan tau ibunya keturunan siapa?" kata August lalu menekan pelan meja kayu itu.


Brak..!


semua barang yang berada di atas meja tersebut jatuh, sedangkan meja kayu tersebut sudah tak terlihat lagi berubah menjadi serbuk kayu yang sangat halus.


Kapten Sanders tercengang matanya terbelalak.


"Pikirkanlah kapten dengan atau tanpa bantuanmu, aku akan tetap menghabisi mereka." kata August lalu melangkah pergi. langkahnya terhenti ketika ingin membuka pintu.


"tu.. tunggu..!" kapten Sanders merasa gugup.


"bagaimana kau melakukan hal barusan?" tanya Sanders.


"aku hanya iseng saja, jangan menuntutku untuk mengganti mejanya, aku tak punya uang." kata August.


"Baiklah.. apa yang kau inginkan?" tanya Sanders.


"setelah Black Eagle hancur aku ingin aset keluarga Lockhart yang mereka rampas dikembalikan kepada Julia sebagai pewarisnya. lalu kau mencari cara untuk membagi aset mereka seluruhnya kepada dua orang yaitu Nora Roberts dan Rafael Morisson.


"bagaimana kau yakin Gorran tidak akan mencurigai kami pelakunya?" tanya Sanders.


"Gorran telah mengincarku selama setahun ini, dia akan melihat dengan jelas aku pelakunya, aku akan menunggunya kembali di kota Buckland aku akan membunuhnya di sana." kata August.


"Baiklah, aku akan mengaturnya" kata Sanders.


August melirik Hedya. "Hedya.. aku tunggu di luar."


Hedya mengangguk.


"Hedya apa dia berasal dari proxima?" tanya Sanders setelah August keluar dari kantornya.


Hedya menggeleng. "bukan."


"kapten lima belas menit yang lalu aku pun ragu ia bisa membunuh Gorran, tapi sekarang keraguan itu hilang, akhirnya aku tau alasan mengapa ibuku sangat menghormatinya."


"hah.. Lady Lyra menghormatinya?" kapten Sanders tercengang.


"Kapten dia bukan manusia biasa, dan dia tidak sendiri, kami akan berjuang bersamanya." kata Hedya.


"kami?" Sanders bingung.


"aku, ibuku dan tiga orang lainnya" kata Hedya sambil menunjuk serbuk kayu yang menumpuk.


Dari jari Hedya keluar secarik sinar berwarna oranye menjalar ke arah serbuk kayu. serbuk kayu terangkat ke udara, menempel satu dengan lainnya bentuk meja yang hancur sebelumnya kini terlihat kembali, bayangan meja itu menjadi padat.


Bruk.. Krak..


Meja yang hancur kini kembali utuh dan jatuh menimpa laptop kapten Sanders. walau laptopnya hancur Sanders tetap tersenyum, aku harap kalian berdua terus bersama, hingga menikah dan melahirkan anak anak yang akan menjaga dunia ini. kata Sanders dalam hatinya.


Hedya mengantarkan August kembali ke kota Royan dengan mobilnya.


"kau seharusnya tidak perlu mengantarkanku kembali, aku bisa pulang sendiri." kata August.


"apa kau akan berlari seperti Aruna?" tanya hedya.


"Lagi pula bukankah kau memintaku untuk mencari rekaman cctv kampusmu itu?" tambah Hedya.


"Boleh aku menanyakan sesuatu padamu?" tanya Hedya.


"silahkan" kata August.


"Apakah Julia itu pacarmu? tanya Hedya.


"sudah tidak sepertinya" kata August canggung.


"sepertinya?"


"Hmm.. biarkan aku menebak, kau ingin aku mencari rekaman cctv itu untuk meluruskan kesalah pahaman diantara kalian berdua? tanya Hedya.


"kira kira seperti itu." jawab August.


"Apakah Aruna ada di rekaman cctv itu?" tanya Hedya.


"Darimana kau tau?" tanya August heran.


"Apa kau lupa aku seorang agent. Aruna yang membawamu ke tempat ibuku" kata Hedya


"Apa kau menyukai Aruna?" tanya Hedya tanpa sungkan.


"Dia pernah ingin membunuhku dua kali." kata August.


"Dia juga pernah tidur seranjang denganmu. dan itu tetap belum menjawab pertanyaanku." kata Hedya.


"apa kau menyukainya?"


August hanya terdiam.


"apakah pertanyaanku terlalu sulit?"


"baiklah aku akan mengganti pertanyaannya."


"apakah kau menyukai Aira?"


"mengapa kau menanyakanku dengan pertanyaan seperti itu?" kata August.


"Aku hanya mencoba berkomunikasi denganmu, kau sendiri yang mengatakan kita jarang bicara, aku rasa saatnya kita saling mengenal." kata Hedya.


"ini bukan komunikasi, ini interogasi" kata August.


"jadi bagaimana?" tanya Hedya.


"apanya yang bagaimana?" August balik bertanya.


"siapa lebih cantik Aira atau Aruna? tanya Hedya.


"kau lebih cantik." jawab August acuh.


"lebih cantik mana aku atau Julia?" tanya Hedya.


"Hah..!"


"Hentikan pertanyaanmu, aku akan mentraktirmu di restoran paling mewah" kata August.


"kau tak punya uang, bahkan aku yang membawakanmu sarapan pagi ini." kata Hedya.


"Aku akan merampok bank" kata August.


"kau akan aku tangkap dan aku interogasi dengan pertanyaan yang sama." kata Hedya.


"ok.. ok.. apa maumu?" kata August pasrah.


"aku ingin kau berjanji mengabulkan dua permintaanku" kata Hedya.


"dua?"


"ya bukankah kau memintaku untuk melakukan dua hal hari ini" tanya Hedya.


August menghela nafas. "baiklah, apa permintaanmu?"


"tidak sekarang, aku belum membutuhkannya." kata Hedya.


Tak lama August dan Hedya sudah kembali ke hotel, ketika tiba di kamarnya mereka berdua mendapati Aira dan Aruna tengah mencoba beberapa pakaian yang baru saja mereka beli.


"Hey August kami berdua menunggumu, ada yang ingin kami tanyakan" kata Aira.


"ada apa?" kata August.


Aira lalu menarik Aruna hingga berdiri di sampingnya.


lalu berkata


"Menurutmu siapa yang paling cantik, aku atau Aruna?"


August seketika pening menunduk memijit dahinya.


Hedya segera berbisik di telinga August.


"aku punya sianida, kau mau?"