
"Ketua Myla di depan pintu gerbang ada seorang Elf mengaku bernama Nasyra ingin bertemu ketua dan juga Aira." kata seorang wanita penjaga.
"Persilahkan ia masuk." perintah Myla.
penjaga itu membungkuk. tak lama ia kembali bersama Nasyra, setelah mengantarnya penjaga itu pergi.
"Sudah cukup lama kau tak berkunjung kesini." kata Myla.
Nasyra sedikit membungkuk memberi hormat.
"Maafkan aku ketua Myla, banyak hal terjadi di Enigma, hingga aku jarang berkunjung." kata Nasyra.
"oh.. benarkah atau mungkin kau sudah di jodohkan oleh ayahmu hahaha..." kata seorang wanita yang baru saja tiba.
Nasyra menengok kebelakang. "Aira."
Aira memeluk Nasyra. "kau agak gemukan, apakah kau hamil?"
"Dasar manusia, jika kau berkata seperti itu pada elf yang lain akan ada darah yang tertumpah." kata Nasyra.
"cukup Aira, Nasyra bagaimana kabarmu?" tanya Myla.
"Sangat bahagia, kedua orang tuaku akhirnya mengetahui kebenarannya walau harus menunggu singgasananya dihancurkan oleh seseorang." kata Nasyra.
"siapa yang berani menyerang ayahmu? bukankah kerajaannya salah satu terbesar di Enigma?" tanya Myla.
"Ketua Myla ada hal yang lebih penting yang ingin aku sampaikan padamu dan Aira." kata Nasyra.
"katakan!"
"aku membawa pesan dari seseorang lelaki mengaku teman Aira bahwa Raja Valor membutuhkan bantuan Armeda." kata Nasyra.
Aira terkejut, Myla dan lainnya melirik Aira.
"Teman? aku tidak punya teman di kerajaan Galan."
"siapa namanya?" tanya Myla.
"dia tak memberitahu namanya, dia juga yang telah menghancurkan singgasana ayahku akibat menyebutnya manusia hina." kata Nasyra.
"Aira apakah kau mengenal seseorang yang sangat kuat?" tanya Myla.
"Aku mengenal beberapa orang kuat, tapi tidak ada yang cukup gila untuk menyerang kerajaan Healon, bahkan pergi ke Enigma pun mereka tak sanggup." kata Aira.
"apa dia mengatakan sesuatu yang lain?" tanya Aira.
"dia mengatakan seseorang yang pernah berjanji akan berjumpa lagi denganmu." jawab Nasyra.
"berjanji berjumpa denganku? lagi?" Aira tampak memikirkan sesuatu.
"Tunggu apa dia mengatakan dari mana asalnya?" tanya Aira.
"dia tak memberitahu, dia hanya bilang bukan berasal dari Proxima." kata Nasyra.
"Apa?" Myla terkejut.
Tapi tidak dengan Aira matanya berbinar-binar. jantungnya berdegup kencang, wajahnya full senyum.
"dia juga mengenal wanita bertombak emas." kata Nasyra.
"Wanita bertombak emas?" Myla semakin bingung.
"Namanya Aruna pengikut Nefia." kata Aira tersenyum.
Myla dan Nasyra melirik Aira yang terlihat senang.
"Kau sudah tau siapa lelaki itu?" tanya Myla.
"Aku tak menyangka dia bisa tiba di Proxima bahkan pergi ke dunia Enigma." kata Aira.
"Siapa dia Aira?" tanya Myla.
"Ketua.., dia adalah Mercia manusia bumi, orang yang kau pinta aku untuk menjaganya." kata Aira.
"ma.. manusia bumi? Nasyra terkejut.
Myla sendiri sedikit terkejut, tetapi keterkejutannya justru membuatnya senang.
"Aku sudah menyangka dia akan hadir di dunia kita, tetapi aku tak mengira secepat ini." kata Myla.
"Nasyra dia adalah jiwa yang terpilih, kristal suci itu memilihnya untuk menghancurkan kekuatan iblis di dunia kita, ada sebuah ramalan tentang seseorang yang akan muncul menyatukan seluruh bangsa di dunia Proxima dan juga Enigma melawan kekuatan iblis, dan kami percaya setelah ia muncul klan Armeda akan bersatu kembali." kata Myla dengan sorot mata yang tajam.
"dimana dia sekarang? aku ingin menemuinya dan mengajaknya ke sini." tanya Aira.
"dia pergi bersama Sylvana, seorang dark elf mencari Moonheaven." jawab Nasyra.
"Moonheaven?" Myla dan Aira terkejut.
"Bukankah tempat itu sudah hancur?" kata Myla.
"Tidak menurut dark elf itu, aku tidak tau alasannya tapi aku yakin wanita itu mengetahui sesuatu yang orang lain tidak tau." kata Nasyra.
"Moonheaven memang tempat dark elf, tapi aku ragu apa wanita yang bernama Sylvana itu bisa dipercaya." kata Myla.
"Sepertinya mereka ingin menemui wanita bertombak emas itu, ketika kami berpisah dia menanyakan arah klan Armeda lainnya." kata Nasyra.
"Mengapa ia tidak menemuiku, malah menemui Aruna?" tanya Aira sedikit kecewa.
"Aku akan menyusulnya." tambahnya.
Myla mengerti perasaan Aira, ia sebagai seorang wanita bisa melihat kecemburuan yang ada pada diri Aira, 'ternyata tugas itu telah membuatnya terbawa emosi yang begitu dalam, aku tak pernah melihat Aira seperti ini, sekembalinya ia dari bumi memang sangat jauh berbeda, selain ia menjadi sangat kuat, terlihat sikapnya pun sedikit berubah.' pikir Myla.
"Aira kau tidak perlu menyusulnya." kata Myla.
"tapi ketua, dark elf itu belum bisa dipercaya, sedangkan Aruna itu wanita yang pernah ingin membunuhnya, bagaimana jika terjadi sesuatu pada Mercia?" kata Aira kecewa.
"Berpikirlah secara jernih Aira, hilangkan kecemburuanmu sesaat, dia meminta Nasyra menemuimu pasti bukan hanya karena kalian berdua saling mengenal." kata Myla.
"aku tidak mengerti." kata Aira.
"Dengarlah kalian berdua terutama kau Nasyra, hubungan bangsa elf dan manusia sudah mencapai titik nadir, Mercia sepertinya memilihmu untuk memulihkan hubungan itu, dengan kehadiranmu di hadapan raja Valon kau pasti akan menjadi pusat perhatian, menegaskan bahwa bangsa elf bukan musuh, dan kau Aira yang akan memberi penegasan untuk itu bahwa bangsa elf adalah sekutu untuk melawan Clawrit, aku ingin kalian berdua membawa beberapa orang lainnya pergi ke kerajaan Galan." kata Myla.
Aira mengangguk lalu pergi menyiapkan sesuatu. sementara Nasyra masih terkejut dengan perkataan Myla.
"Aku tak pernah berpikir sejauh itu, aku hanya mengira jika aku membantunya dia tak akan menghancurkan kerajaan ayahku." kata Nasyra.
"Nasyra cepat atau lambat kau akan mengenalnya. aku mungkin belum pernah berjumpa dengan Mercia. tetapi dari cerita Aira aku bisa menyimpulkan bahwa dia mempunyai sesuatu luar biasa yang membuat kristal itu memilihnya." kata Myla.
Nasyra mengangguk, tak lama Aira muncul kembali bersama lima orang di belakangnya yang terdiri dari dua orang wanita dan tiga orang lelaki.
"Kalian semua akan pergi menemui Raja Valon di kerajaan Galan, Aira akan memimpin kalian, kemungkinan akan terjadi penyerangan disana, Aira jika keadaan terdesak berikan tanda aku akan membuka portal dan membawa seluruh kekuatan Armeda datang membantu." kata Myla.
Aira, Nasyra dan lima orang lainnya membungkuk lalu pergi meninggalkan tempat itu menuju kerajaan Galan.
Hari sudah menjelang sore August dan Sylvana masih belum menemukan keberadaan klan Armeda. mereka menghentikan langkahnya.
"apakah kita salah jalan?" tanya Sylvana.
"aku tidak tau, Nasyra hanya menyuruh kita mengikuti arus sungai biar aku periksa dulu, jangan kemana-mana, tunggulah di sini." kata August, ia pun melompat.
'seandainya aku bisa seperti dia terbang tinggi, hmm mungkin dia bisa mengajarkanku bagaimana caranya.' Sylvana dalam hatinya.
August menatap pemandangan luar biasa terbentang di hadapannya. Proxima memang indah ini seperti pemandangan film Disney saja. August mengamati aliran sungai sejauh mata memandang, tak ada tanda-tanda keberadaan bangunan atau apapun yang bisa ia lihat. tiba-tiba matanya menangkap sesuatu. sesosok bayangan berkelebat di antara rimbunnya pepohonan, ia memfokuskan pandangannya pada bayangan itu, kekuatan di matanya seolah-olah membuat waktu berjalan lambat, bayangan itu bergerak melambat, August kini dapat melihat jelas wajah dari sosok bayangan itu.
'hah.. ternyata dia.' August sangat senang melihatnya, seringai jahat muncul dari balik senyumnya. ia pun terbang melesat ke arah sosok bayangan itu yang berjarak beberapa kilometer darinya.
sesosok bayangan yang ternyata seorang wanita itu terkejut ketika melihat seorang lelaki berjubah menghadang pergerakan langkahnya.
"Siapa kau? mengapa menghadangku?" tanya wanita itu memperhatikan lelaki dihadapannya. tampak lelaki itu mengenakan jubah dengan tudung di kepalanya dan juga buff menutupi sebagian wajahnya.
Lelaki itu diam, hanya menatap tajam ke arah wanita itu.
"Katakan apa maumu? aku tak punya waktu bermain-main denganmu." kata wanita itu.
Lelaki itu tiba-tiba bergerak menyerang dengan cepat, ia melayangkan tinjunya ke arah wanita itu, sikap waspada dari wanita itu memudahkannya menangkis serangan bertubi-tubi lelaki itu, ia menangkis dengan kedua tangannya.
wut.. wut.. tap.. tap..
Wanita itu membalas dengan tendangan berputar, lelaki itu bersalto kebelakang menghindarinya. wanita itu melompat tinggi ke udara dan menghempaskan telapak tangannya ke arah lelaki itu dari telapak tangannya muncul belasan sinar berbentuk mata tombak mengarah pada lelaki itu. lelaki itu menghindar dengan cara melompat lebih tinggi, sementara belasan sinar itu menghantam sebuah batu besar lalu meledak dan hancur berkeping-keping.
wuus.. wuus.. BLARR..
Kesunyian tempat itu membuat suara ledakan terdengar hingga beberapa kilometer, bahkan membuat telinga Sylvana berkedut.
Sylvana yang tengah membasuh wajahnya di tepi sungai terkejut. ia bangkit menatap langit dimana sebelumnya August berada, ia tak menemukannya. instingnya muncul ia pun bergerak menuju arah suara dimana ledakan besar itu terdengar.