
"Bos, sepertinya anak itu memang tidak sesederhana yang kita kira" kata seorang pengawal.
"katakan" kata Jacky.
"aku tak mengerti alasannya tetapi, seorang agent sedang menyelidikinya, Kelompok kesatria merah juga sedang mengawasi anak itu." kata pengawal.
"Apa" Jacky terkejut.
"Bos.. aku tak perduli dengan agent itu, tapi bila kita menyinggung kelompok Lord Gorran ini sangat fatal akibatnya."
"kita harus punya cara lain agar kelompok itu tidak mencurigai kita." kata pengawal itu.
"Seberapa penting anak itu untuk kelompok merah menurutmu?" tanya jacky.
"aku tak tau apa yang diinginkan mereka dari anak itu, tapi keberadaan anak itu cukup membuat Lord Gorran harus turun tangan sendiri. ia sudah berada di kota ini." kata pengawal.
"Hah!" Jacky tercengang.
"Bos.. ada dua hal yang bisa kita lakukan saat ini, kita menunggu apa yang akan kelompok itu lakukan pada anak itu, atau anda bisa langsung menanyakannya, anda adalah salah satu pimpinan black eagle." kata pengawal.
"Hmm.., akan kupikirkan." ucap Jacky.
**
"Ibu tolong ceritakan bagaimana ayahku mati, apakah benar pria yang bernama Mordo itu yang membunuh ayahku?" tanya Hedya.
Lady Lyra menghela nafas ia membelai rambut anaknya itu. bila orang lain melihat mereka berdua akan mengira hubungan mereka hanyalah kakak beradik, wajah yang mirip dan usia yang terlihat tak jauh berbeda adalah salah satu alasannya. Hedya pernah menanyakan hal serupa, setelah mendapatkan penjelasan akhirnya ia mengerti. setelah beberapa peristiwa baru baru ini yang telah ia alami. Pikirannya terbuka perlahan ia menerima bahwa dirinya juga mempunyai darah proxima kini ia bisa melihat semua dengan jelas.
"bagaimana jika aku menceritakan padamu bagaimana ayahmu hidup?" Lyra balik bertanya.
Hedya tersenyum mengangguk.
"pada saat itu aku di tugaskan untuk menangkap Gorran, aku berhasil membuatnya terdesak, tetapi sebuah kejadian aneh terjadi, langit tiba-tiba memerah dan menjadi hitam pekat, lalu muncul puluhan portal dari dunia lainnya. Gorran mengambil kesempatan itu untuk melarikan diri ia dan dua orang lainnya masuk ke dalam salah satu portal itu, aku mengejarnya masuk ke dalam portal yang terlihat mulai tak stabil."
"aku tak tau keadaan proxima setelah itu, ketika aku keluar dari portal dan tiba di dunia ini saat itulah aku bertemu dengan ayahmu."
"ia menodongkan senjata ke arah kepalaku" kata Lyra matanya memandang langit.
"lalu apa yang ibu lakukan?" tanya Hedya.
"ibu mengatakan padanya jika dengan senjata itu bisa membunuh Gorran, maka senjata itu pun bisa membunuhku, tapi jika tidak maka hanya ibu yang bisa membunuh Gorran."
"ayahmu lalu menceritakan bahwa Gorran telah membunuh manusia di kota itu selama satu bulan terakhir, portal yang tak setabil itu ternyata membawanya tiba satu bulan lebih dulu sebelum ibu tiba"
"ibu bertarung melawan Gorran membunuh dua orang bawahannya, tapi entah kenapa sepertiga kekuatanku hilang hingga Gorran berhasil melukaiku, ia melarikan diri. orang orang dunia ini masih melihatku sebagai ancaman meskipun ibu telah membantu mereka, mereka ingin menghabisiku tetapi ayahmu menyelamatkanku membawaku pergi, ia rela mengorbankan kehidupannya untuk merawatku, hatiku luluh ketika ia memintaku untuk menikahinya."
"ketika ibu mengandung dirimu kami pergi ke proxima. namun mereka tidak menerimanya, mereka mengusirku, bahkan mengancam akan membunuhmu bila lahir dan juga ayahmu. ibu dan ayahmu kembali ke dunia ini dan kami bersembunyi, kami berjuang melawan segala ancaman dari dua dunia yang ingin mencelakaimu."
"Hedya, ibu sangat yakin engkau ditakdirkan menjadi jembatan dua dunia, dengan bantuan anak itu semuanya bukanlah hal yang mustahil terwujud."
"Mereka berasal dari Armeda, klan mereka terpecah menjadi dua kelompok, tetapi kini mereka berdua bersatu melindungi anak itu." kata Lyra.
"sebenarnya apa yang terjadi dengan August?" tanya Hedya.
"Ribuan tahun yang lalu seorang raja bersekutu dengan iblis ia meminta kekuatan untuk menguasai proxima, namun lima orang Master berhasil membunuhnya, tetapi mereka tak mampu melenyapkan kekuatan iblis itu, mereka mengetahui kekuatan itu akan muncul kembali di masa depan, karena itu para Master sepakat mencari orang yang tepat untuk menerima kekuatan mereka berlima, mereka melepaskan inti kekuatan dalam bentuk hawa murni lalu mentransformasikan dalam sebuah media kristal."
"Proxima sedang dalam masa kegelapan, seseorang bernama Clawrit berhasil menemukan kekuatan iblis itu, dengan kekuatannya itu ia menciptakan tirani. ia ingin menguasai proxima, dan cepat atau lambat ia pasti akan mengincar dunia ini juga."
"bibimu mengatakan kristal itu telah memilih anak itu, tetapi anak itu belum menyadari ada kekuatan yang sangat besar dalam dirinya." ucap Lyra.
"Bibiku, siapa namanya?" tanya Hedya.
"Orang orang memanggilnya Oracle, kau akan menemuinya, bila kau ada dalam penglihatannya." kata Lyra.
"maksud ibu? aku tak mengerti?" tanya Hedya.
"Oracle bukan petarung, walau kekuatannya sangat besar, ia mampu melihat beberapa kemungkinan di masa depan, ketika kau dalam penglihatannya, ia akan memberimu beberapa pilihan tanpa menjelaskan alasannya, pilihan itu akan sangat berpengaruh untuk kau sendiri dan orang lain baik atau buruk."
"apa untungnya baginya?"
"kau jangan salah paham, Oracle adalah salah satu penjaga proxima, orang yang berada dalam penglihatannya adalah orang orang yang akan berjuang bersamanya melawan Clawrit." kata Lyra.
"bukankah ibu bilang dia bukan petarung?" kata Hedya.
"benar, oracle menyimpan kekuatannya hanya untuk satu pertarungan terakhir, ia tak pernah mengatakan alasannya tapi itu adalah pilihan yang diberikan padanya." kata Lyra.
"bagaimana ia mendapatkan kekuatan penglihatan itu?" tanya Hedya.
"Ia pernah terjatuh dalam sebuah portal hitam ketika kami di kejar oleh pasukan Clawrit semua rekanku di bunuh, ibu berhasil selamat. setelah beberapa jam ibu kembali mencarinya, portal itu terbuka kembali dan ibu melihat ia menjadi sosok yang berbeda. ketika ibu bertanya padanya, ia mengatakan bahwa telah terperangkap dalam portal itu selama lima tahun, dan ia telah menemukan cara untuk mengalahkan Clawrit."
"cukup untuk hari ini, sekarang berlatihlah dengan mereka." ucap Lyra.
"baik bu" Hedya mengangguk.
**
Julia memandang langit-langit kamarnya, pertemuannya dengan wanita misterius di hutan itu sangat mengganggu pikirannnya.
Benarkah aku akan kehilangannya? Aira pernah berkata seperti itu sebelumnya, sekarang wanita misterius itu. apa yang sebenarnya terjadi? siapa sebenarnya wanita itu? batin Julia berkecamuk.
bip.. bip.. ponsel Julia bergetar menampilkan sebuah pesan teks dari August.
'kau dimana? aku mengajakmu makan malam. aku tunggu di Rosianna Kitchen jam delapan.'
Julia tersenyum lalu membalas. 'baik' disertai emote kiss yang hampir memenuhi layar.
Tak ada yang membuat Julia merasa senang dan bahagia selain menghabiskan waktunya bersama August. teman masa kecilnya yang kini telah menjadi kekasihnya.