
Para tamu undangan satu persatu hadir untuk mengikuti acara pesta. mereka yang hadir mengetahui bahwa acara ulang tahun ini hanya bagian permukaannya saja. sejatinya acara ini adalah sebuah pesan tegas untuk semua bahwa keluarga Longstaf adalah penguasa Royan. media lokal pun tak luput untuk mengabadikan moment ini.
Diantara tamu undangan ada seorang pemuda duduk di belakang ia hanya menundukan pandangannya. ia adalah August tamu yang tak diundang. setelah mengenalkan beberapa tamu undangan MC mempersilahkan keluarga Longstaf untuk memberi sambutan.
Mr. Longstaf dan kedua anaknya Jacky dan Bryan naik ke podium.
"Terima kasih kalian sudah berkenan memenuhi undangan kami, seperti yang kalian ketahui kemarin malam adalah pesta ulang tahun Bryan, tetapi siang ini adalah inti acara sebenarnya. kita kedatangan tamu yang luar biasa hari ini aku akan meminta Jacky untuk mengenalkannya pada kalian, silahkan Jacky." kata Mr. Longstaf dengan senyum bangga.
"Terima kasih ayah. Tuan-tuan yang terhormat, kawanku ini sangat luar biasa, hanya dalam waktu lima tahun, dia mampu menjadi raja dalam sektor pariwisata di negeri Lumeria ini. dia adalah Tuan Ellias Walter.
Suasana menjadi riuh, saling berbisik, dan bergosip, August masih terlihat tenang.
Tuan-tuan sungguh ironi kota Royan yang indah ini yang mengandalkan sektor pariwisata justru tertinggal dalam pengelolaannya, karena itu lah aku mengajak kawanku ini dan juga kalian semua untuk bergabung dalam mega proyek milyaran dollar kami.
Tuan-tuan kami persembahkan 'The New Atlantis a magical land of Royan'
bersamaan layar besar di belakang podium memunculkan tampilan video animasi alam pegunungan dan pantai Royan yang memanjakan mata, hotel dan restoran bawah laut dan lain-lain. semua tamu undangan berdecak kagum. namun itu tak berlangsung lama. layar tiba-tiba mati lalu berganti tayangan video seseorang yang sedang membuka brankas besar seukuran kamar tidur, lalu masuk di sana terlihat tumpukan uang dan beberapa dokumen.
orang dalam video tersebut adalah Nando. Ia menuangkan cairan bensin ke atas tumpukan uang yang mungkin berkisar beberapa juta dollar, dan juga tumpukan dokumen yang ternyata berisi surat kontrak dan ratusan saham kepemilikan.
"Tuan Longstaf hari ini adalah hari kehancuran kalian" kata Nando dalam video tersebut. semua orang menyaksikan dengan tegang dan mata terbelalak melihat Nando menyalakan korek api lalu membuangnya ke tumpukan itu, sontak api langsung membakar semua yang ada dalam brankas terlihat Nando menari-nari melihat kobaran api menghanguskan aset berharga di dalamnya. layar itu mati.
Mr. Longstaf, Jacky dan Bryan masih tak percaya apa yang baru saja mereka lihat. semua terdiam hening terasa, hingga tepuk tangan seseorang mengembalikan kesadaran dari lamunan mereka dan semua yang hadir.
Kini seluruh mata menengok ke arah suara tepuk tangan, di sana terlihat seorang pemuda, berdiri dengan sikap menantang.
"Kalian memang luar biasa" kata August menirukan gaya Ariel entah dari mana ia tau.
"kalian memang hebat membuat acara spektakuler seperti ini."
"KAU..!" Jacky dan Bryan terkejut melihat keberadaan August.
"Apa ini perbuatanmu?" tanya Jacky dengan aura membunuh.
"Jangan menuduhku.. bukankah itu teman Bryan.. aku lupa namanya.. hey Bryan siapa namanya?" tanya August meledek.
Semua tamu semakin tegang. mereka berbisik seorang yang masih muda bukan siapa-siapa berani membuat ulah di depan keluarga Longstaf dan Jacky dengan kelompok black eagle.
"Kau akan mati hari ini" kata Bryan.
"Hahaha.. apa kau kira sanggup bukankah kemampuanmu hanya bisa menyakiti wanita dan orang tua?" kata August sambil memainkan garpu kecil di tangannya.
"Hey apa kau tau siapa yang kau hadapi?"
seseorang ikut berbicara. yang lain pun melirik ke arah orang tersebut dialah Ellias.
"Apa kau tau Tuan Jacky ini adalah salah satu pimpinan tinggi black eagle? apakah kau tau black eagle terafiliasi dengan kelompok kesatria merah? kau telah menyinggung dua kelompok besar ini." kata Ellias.
"hahaha maksudmu si Gorran itu?" tanya August.
"Benar jika Lord Gorran mengetahui ini ia akan menyesal membuatmu terlahir di dunia ini." kata Ellias.
August terdiam seperti memikirkan sesuatu. melihat itu Jacky tertawa.
"Hahaha, lihatlah dirimu sangat bodoh.. kau ingin melawan kami? kau hanya seekor semut." kata Jacky.
"Namamu Ellias bukan? aku punya sesuatu untukmu." kata August lalu ia mengambil sebuah remote kecil dalam sakunya lalu menekannya.
tak lama dari atas panggung podium turun sebuah kotak seukuran 30x30 cm.
"aku ingin memberikan hadiah untuk Gorran, mungkin kau bisa mengantarkannya." semua mata kini melirik kotak yang berada di atas panggung podium. Mr. longstaf menyuruh MC untuk membuka kotak tersebut walau ia terlihat ragu. ia pun membuka kotak tersebut.
"HAH..!"
"Bagaimana Tuan Ellias apakah kau bersedia mengantarkan hadiahku?" tanya August.
Jacky pun tak menyangka melihat isi kotak itu.. bagaimana bisa August membunuh Mordo tangan kanan Gorran. dan kepalanya berada di acara keluarganya. ini akan menjadi masalah yang sangat besar untuk kelompoknya.
"Kalian semua terlalu hormat pada keluarga bajingan ini, black eagle hanya anjing penjaga kelompok kesatria merah, kepala itu adalah milik Mordo dia tangan kanannya Lord Gorran." kata August.
pergantian peristiwa membuat seisi ruangan semakin takut. bahkan Jacky dan lainnya mulai pucat. di depannya bukan lagi August yang dulu mereka kenal.
"Kau.. dan lainnya sebaiknya enyahlah, aku akan memberi waktu kalian lima menit untuk meninggalkan tempat ini, siapapun yang masih berada disini setelah itu aku akan membunuhnya." kata August mengancam menunjuk Ellias.
Tak ada yang berani pergi, mereka seperti memakan buah simalakama, jika mereka pergi mereka dianggap melawan keluarga Longstaf mungkin nanti mereka akan di habisi, jika diam mereka takut di bunuh pemuda ini. August hanya berdiri melihat arlojinya sambil memainkan garpu kecil seperti semula.
"Maafkan aku tuan Jacky ini terlalu besar untukku, aku ingin kau segera menyelesaikan urusanmu dengannya, sehingga kita bisa melanjutkan bisnis kita yang tertunda, aku kembali ke villa dulu." Ellias membungkuk.
Jacky tersadar dari keterkejutannya, "tidak masalah tuan Ellias aku akan mengabarimu segera."
Ellias pun pergi. setelah melewati pintu keluar. seutas senyum di bibirnya terlihat. August aku akan menjadi pengikutmu yang setia. Ellias dalam hatinya. ia melirik sebentar dari dalam mobilnya ke arah tempat acara itu, sebagian orang mulai keluar satu persatu.
"Leo dimana para pengawal Jacky, aku tak melihatnya?" tanya Ellias.
"seorang wanita menghabisi mereka semua" jawab Leo.
"apa mereka wanita yang sama semalam?" tanya Ellias yang sudah tak heran lagi.
"aku rasa tidak, aku baru melihatnya saat ini, bos bila benar nanti kau jadi pengikut anak itu ajak aku bos" kata Leo penuh harap.
"Tentu saja, tapi semua ada konsekuensinya, tak ada jalan untuk kembali" kata Ellias.
"Aku tak masalah." kata Leo.
"Baiklah kita Kembali ke Villa."
"dua menit lagi." teriak August.
"Persetan dengan semua ini, aku pergi" kata seorang tamu di susul lainnya.
"BRENGSEK, kalian semua..! aku akan membalas kalian semua" teriak Mr. Longstaf melihat semua tamu pergi.
"Dimana para pengawal" kata Bryan.
kini hanya tersisa mereka berempat. terdengar suara seorang wanita.
"mereka mati, membunuh mereka semua membuatku lapar." kata wanita itu yang ternyata adalah Aruna ia duduk di salah satu meja yang terdapat ayam panggang yang belum disentuh, Aruna menyobek lalu memakan potongan ayam sesekali meminum anggur merah langsung dari botolnya, ia bersandar pada kursi dengan kedua kakinya terangkat di atas meja.
August melirik sebentar ke arah Aruna dan tersenyum, Aruna membalas senyuman itu dengan mengangkat botol anggur di tangan kirinya mengarahkan ke August lalu meminumnya kembali.
glek.. glek.. glek..
Bryan maju selangkah "Hey August kau jang.. hegh.." kata-katanya terhenti ia memegang selangkangannya yang tiba-tiba mengeluarkan darah. Bryan rubuh terlihat garpu kecil menancap di selangkangannya.
"Bajingan kau" Bryan menahan sakit luar biasa.
"hahaha.. wkwkwkwkwk.. xixixi.. aw.. aw.. aw.."
Aruna yang menyaksikan itu tertawa terpingkal-pingkal menahan perutnya. membuang botol anggur yang sudah habis dan mengambil botol yang baru dari meja yang lain duduk dengan posisi yang sama sebelumnya, lalu meminumnya.
glek.. glek.. glek..
August kembali melihat tingkah Aruna bagaimana mungkin wanita ini mabuk pada saat seperti ini? August pening memikirkannya.