
Bip.. bip..
August menatap layar ponselnya satu pesan teks tertera nama Rafael. ia membukanya.
'tempat kemarin jam delapan malam'
August membalas 'baik'
"Hey Aira di mana kau tinggal selama ini?" tanya August.
"Kau tau rumah besar dengan pagar merah tak jauh dari rumahmu?" tanya Aira.
"para tetangga menyebut pemilik rumah itu dengan sebutan si nyonya sombong" kata August.
"hahaha.. kau memang pantas dapat julukan itu." kata Aruna.
"awas kau!" ancam Aira pada Aruna.
"hei kau ingin berkunjung ke rumahku?" tanya Aira pada August.
"tentu saja" kata August sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"kau bisa berkunjung tiap hari." kata Aira.
"dia hanya berkunjung bukan menikahimu, tidak perlu mengunjungimu tiap hari" ucap Aruna kesal.
"itu rumahku tak ada urusan denganmu?" kata Aira.
mengapa mereka semua menjadi seperti ini. August bertanya pada dirinya sendiri. ia pun keluar pergi.
"kau mau kemana?" tanya Aira.
"merampok bank" jawab August.
"aku ikut" kata Aruna.
"aku akan siapkan mobilnya." kata Aira.
"Tidak ada yang boleh ikut." kata August kesal. lalu pergi.
"apa dia marah pada kita?" tanya Aruna.
"menurutmu?" jawab Aira acuh.
"kau sedang apa?" tanya Aruna.
"mencoba Instagram, aku ingin tau seperti apa rasanya." kata Aira.
"kalau rasanya pedas, aku mau juga, pesankan satu untukku." kata Aruna.
Aira melirik ke arah Aruna "Kau benar-benar menyedihkan."
Tiba-tiba Aruna terkejut.
"ada apa?" tanya Aira.
"aku merasakan ada lima energi yang sangat besar." kata Aruna.
"aku tidak merasakan apapun, bagaimana kau bisa." kata Aira.
"Semenjak August menyentuh dadaku, lalu aku menjadi sensitif bisa merasakan energi besar itu?" kata Aruna.
"Kau bicara apa? mengapa August menyentuh dadamu? apa maksudmu merasakan yang besar?" tanya Aira.
"nanti aku jelaskan nanti ikuti aku." kata Aruna lalu berjalan ke arah balkon lalu melompat.
"Hey.. tunggu ketika kau di sentuh apa ia juga meremasnya? sial cepat sekali perginya. kata Aira.
August sudah berada di taman, tak lama Rafael pun tiba.
"apa yang kau dapatkan?" tanya August.
"acara itu berlangsung tiga hari, hari kedua adalah puncaknya, semua pejabat dan rekan bisnis semua hadir. ada salah satu rekan bisnis Jacky dengan latar belakangnya yang sangat menarik." kata Rafael.
"menarik?" August mengangkat alisnya.
"nama aslinya adalah Adrian Carwel, ia pernah menjadi anggota pasukan khusus dan ia menjadi pimpinan dalam timnya, ia mendapakan misi di luar negeri, ternyata misinya telah menyinggung black eagle. atasannya berkhianat membocorkan identitasnya. ia dibantai bersama seluruh keluarganya, seseorang menyelamatkannya, ia lalu mengganti identitasnya menjadi Ellias merubah wajahnya dan membuka perusahaan kecil dan menjadi besar kurang dari lima tahun." kata Rafael.
"Bagaimana kau bisa mengetahui sampai sedetail itu seperti kau berada di sana dan melihatnya langsung." kata August.
"apa kau tidak percaya?" tanya Rafael.
"aku percaya, kecuali alasan kau mencuri roti gulung buatan ibuku." kata August matanya berkaca kaca ketika ia menyebut ibunya.
"apa kau sudah mengunjungi makam kedua orang tuamu?" tanya Rafael.
"Tak lama lagi setelah mereka membayarnya." kata August.
"apa rencanamu selanjutnya" tanya Rafael.
"aku akan mengunjungi Adrian, kita akan butuh sesuatu darinya." kata August.
"baiklah, ia menyewa villa kecil di dekat danau kau bisa menemuinya di sana." kata Rafael.
Satu jam kemudian.
"Tuan Ellias, ada seorang remaja mencarimu." kata seorang pengawal.
"aku ingin istirahat, usir saja." kata Ellias.
"Ma.. maaf tuan dia sudah melumpuhkan semua penjaga yang mencoba mengusirnya." kata pengawal menundukan kepalanya.
"APA..!"
Elias segera menuju keluar villa di sana ia melihat sembilan pengawalnya tergeletak.
"siapa kau berani membuat keributan di tempatku" tanya ellias.
"Keributan? aku melakukannya dalam hening, aku membiarkan dia memberitahu padamu." kata August menunjuk pengawal tersisa.
"apa yang kau inginkan?" tanya Ellias.
"secangkir kopi dan beberapa menit bicara empat mata denganmu." jawab August santai.
Ellias berpikir sejenak. ia adalah mantan pasukan khusus dia tau kemampuan anak buahnya. dan anak ini mampu melumpuhkan hampir semuanya tanpa suara.
"Baiklah, silakan masuk." kata Ellias. August masuk ke dalam villa yang sangat familiar dengannya.
"lupakan kopinya, kita langsung bicara saja." kata August langsung duduk di sofa tanpa menunggu izin Ellias.
"apa kau menyewa villa ini dari seorang wanita bernama Julia Lockhart." tanya August.
"aku tidak tahu, sekretarisku yang mengaturnya." jawab Ellias.
"Telpon sekretarismu, tanyakan padanya." kata August.
"BRENGSEK..! kau menggangguku hanya untuk urusan sepele ini." Elias emosi.
"Apa kau tidak tau aku adalah rekan bisnis group black eagle?
"Untuk apa kau menyebut kelompok itu, bukankah kau sangat membencinya?" kata August.
"Kau..! siapa kau sebenarnya?" tanya Ellias menutupi rasa terkejutnya.
"siapa aku tergantung akhir pembicaraan kita, sekarang telpon sekretarismu dan tanyakan siapa pemilik villa ini?" kata August.
Ellias masih bersikap tenang, ia lalu menelpon sekretarisnya dengan pengeras suara.
"selamat malam Tuan Ellias ada yang bisa kubantu?
"Diana apa kau tau siapa pemilik villa ini?" tanya Ellias.
"pemilik villa itu bernama Julia Lockhart, apa ada masalah tuan? tanya Diana.
Ellias melirik August.
"tanyakan dimana keberadaannya sekarang." kata August.
"tidak ada masalah, apa kau tau dimana nona Lockhart tinggal?" tanya Ellias.
"hallo Diana.."
"Maaf tuan aku menemukan villa itu lewat iklan di internet, aku mencoba menghubunginya kembali tetapi nomornya tidak aktif." kata Diana.
"Baik, terima kasih." Ellias menutup panggilan.
"apa kau puas?" tanya Ellias kesal.
"Baik. sekarang mari bicara." kata August.
"kau ingin mempermainkanku?" tanya Ellias.
"aku tak punya waktu untuk bermain"
"masuklah kau tak perlu menguping" kata August.
"Hahaha.. aku menyangka anak muda sepertimu bisa merasakan keberadaanku"
Seorang pria melompat dari lantai dua mendarat di belakang Ellias, Ellias bangkit dari duduknya lalu membungkuk. Master Lee.
Lelaki yang di panggil Master Lee itu terlihat berusia tujuh puluh tahunan, namun tubuhnya masih terlihat tegap, rambutnya panjang memutih ia memegang tongkat kayu di tangan kanannya.
"Ellias apa ia ingin mencari masalah denganmu?" tanya master Lee.
"aku tak tau apa niatnya, tapi ia melumpuhkan sembilan pengawalku." jawab Ellias.
"apa kau ingin cari mati?" tanya Master Lee pada August.
"Diamlah pak tua aku sedang bicara dengan Ellias." kata August.
Mendengar perkataan August Master Lee langsung menyodokan tongkatnya ke arah kepala August. August menangkis tongkat itu hanya dengan jari telunjuknya. tapi itu sudah membuat lelaki tua itu terpental mundur dua langkah.
wut.. tap..tap..
Master Lee menatap tajam August, tiba-tiba ia terkejut.
"Hentikanlah pak tua sebelum aku mempermalukanmu lebih jauh lagi." kata August.
"Master izinkan aku untuk melawannya." pinta Ellias.
"Jangan, siapa kau sebenarnya?" kata lelaki tua itu.
"duduklah pak tua, dan kau juga tuan Ellias, atau kau lebih suka di panggil Adrian Carwel?" kata August.
Ellias tercengang. sementara Master Lee memandang Ellias dengan bingung.
"Ba.. ba.. bagaimana kau tau? Ellias syok tak ada yang tau siapa dirinya yang sebenarnya.
"aku pun tau rencanamu, jg alasanmu menyewa pak tua ini." kata August.
"Kau.." Ellias sudah tak sanggup bicara.
"Aku bisa memudahkanmu membunuh Jacky, tanpa harus memikirkan Gorran. apa kau tertarik? tanya August.
Ellias dan master Lee saling pandang.
"aku mendengarkan."
jam menunjukan pukul sebelas malam ketika August sampai di kamar hotelnya ia tak melihat Aruna dan Aira.
kemana mereka pergi. ah sudahlah tak perlu memikirkan mereka. August membuka ponselnya lalu membuka aplikasi browser lalu mengetik pada mesin pencari 'sewa villa danau royan' tak lama muncul hasil pencarian. sewa villa murah bla.. bla.. bla.. hubungi Julia Lockhart.
Hmm.. dia belum mengganti nomornya. August mencoba menghubunginya, tangannya gemetar ketika contact Julia di ponselnya terlihat. ia menarik nafas panjang ia menyeting ponselnya ke mode private number lalu memberanikan diri menekan tombol panggilan.
tuuuttt.. tuuutt..
panggilan terhubung. jantung August semakin berdegup kencang ketika panggilan itu terangkat dan terdengar suara lembut di ujung sana.
"hallo siapa ini? tanya Julia.
"ehem.. maaf aku menghubungimu tengah malam, aku melihat iklan di internet tentang villa di dekat danau Royan. apakah masih di sewakan? tanya August dengan mengubah suaranya lebih berat.
"masih tuan tapi saat ini sedang terisi. anda bisa menyewanya lima hari lagi." kata Julia.
"aku punya banyak pertanyaan tentang villa itu, tapi aku takut mengganggu waktu istirahat anda nona Lockhart." kata August.
"bisakah kau memberitahu kapan aku bisa menghubungimu?" tanya August.
"anda bisa menghubungiku sebelum jam delapan malam tuan." kata Julia.
"Baik, terima kasih untuk waktunya, selamat malam." kata August.
tak terdengar balasan. August pun mengakhiri panggilan teleponnya. rasa rindu terhadap Julia sedikit terobati, setelah mendengar suaranya.
Julia maafkan aku.