
Sebuah mobil hitam tiba di kota Buckland. mobil itu menghentikan lajunya sebelum memasuki pusat kota ketika mendengar beberapa kali suara ledakan. tanah terasa bergetar.
"August." ucapnya penuh rasa khawatir. ia melihat dua buah mobil off road terparkir sejauh sejauh lima ratus meter darinya. ia keluar dari mobilnya, berjalan perlahan mencari tempat untuk mengamati lebih jelas. ia akhirnya melihat sebuah bangunan lima lantai tak jauh dari dua mobil off road yang terparkir itu. ia sengaja mengambil jalan memutar di belakang bangunan tersebut.
Kembali ke pertarungan.
Valery berteriak histeris ketika melihat Lizzie meregang nyawa. dua temannya telah menjadi korban keganasan makhluk itu. dengan amarahnya Valery menyerang kedua serigala itu dengan kekuatan angin miliknya, tetapi serigala itu tetap di tempatnya, Hedya dan Ray juga mencoba menembak dan melepaskan sinar dari jarinya tetap tidak mampu mengalahkan kedua makhluk itu.
"Clara bawa mereka pergi" teriak August.
Clara mengangguk ia lalu membawa Hedya dan Valery serta Ray pergi dengan teleportasi.
"Hahaha.. kalian bisa lari, tapi tak kan bisa bersembunyi." kata Gorran.
August memancing kedua serigala yang membunuh James dan Lizzie untuk menyerang padanya. kini ia harus menghadapi tiga makhluk itu sendiri. satu serigala yang sebelumnya terpental menyerangnya kembali, August mengayunkan tangannya setengah lingkaran, sebuah sinar sabit emas membelah dua tubuh serigala itu. hanya beberapa saat August dibuat terkejut, tubuh serigala yang terbelah itu menyatu kembali.
'sial bagaimana cara membunuhnya.' pikir August.
"Lyra, Carrol beri aku waktu" kata August. ia lalu melesat terbang ke udara.
"kau ingin aku memandikan makhluk itu sekalian dan memijit kepalanya?" tanya Carrol sedikit kesal. menghadapi seekor saja sudah sangat kerepotan apalagi semuanya. pikirnya.
"Tenanglah, kekuatannya sangat besar ia hanya belum menemukan cara yang tepat, ini adalah pertarungan pertama baginya." kata Lyra.
"apa yang harus kita lakukan?" tanya Carrol
Lyra mejamkan matanya sesaat, keningnya mulai mengeluarkan cahaya putih keemasan, tangannya ia hentakan ke samping kubah transparan dengan warna putih keemasan tercipta. kelima serigala itu mencoba menerjang mereka tetapi tak sanggup menerobos perisai itu..
August melayang ia memejamkan matanya, memasuki alam bawah sadarnya.
"Hey turunlah pengecut, atau aku akan memaksamu!" kata Gorran ia pun lalu meloncat. tetepi August sudah membuka matanya. ia lalu menerjang Gorran dengan tinjunya.
Buggh.. Bumm..
Gorran terhempas ke tanah. August lalu melihat ke arah serigala ia mengayunkan kedua tangannya, dua buah sinar membentuk sabit memenggal kepala kelima serigala itu. kepala yang terjatuh itu seketika membusuk dan berubah menjadi abu. tubuh serigala itu masih berdiri, leher yang terpotong itu bergerak-gerak seolah-olah ingin menumbuhkan kepala yang baru, August segera merentangkan lima jari tangannya lalu muncul lima sinar kehijauan menyebar ke arah leher lima serigala.
"Carrol.. Lyra.. tikam Jantungnya!" kata August.
Lyra membuka kubah perisainya ia menghentakan tangannya beberapa kali, cakram emas membelah tubuh kelima serigala itu, ketika jantung binatang itu terlihat Carrol mengirimkan ratusan serpihan es tajam kearahnya.
cras.. cras.. jleb.. jleb..jleb..
Kelima serigala itu tumbang, lalu membusuk dan menjadi abu. mereka bertiga kini menatap Gorran yang terkejut. secara tidak langsung mereka bertiga sudah mengetahui kelemahan Gorran.
Gorran sedikit panik, namun ia berusaha menutupinya. ia sudah tak punya trik lagi untuk melawan mereka bertiga yang tersisa hanya kekuatannya, bila menghadapi Lyra dan Carrol ia yakin bisa mengalahkannya, tapi ketika menghadapi August, ia benar-benar tak berdaya, padahal ia sudah mengeluarkan kekuatan terakhirnya.
"Pak tua.. ada kata-kata terakhir?" tanya August.
"Cuih.. kau makhluk rendahan.., kau tak pantas mendapatkan kekuatan itu." kata Gorran. ia lalu menampar udara seketika tubuh Carrol dan Lyra terhempas belasan meter. sementara tangan kanannya mencengkram ruang kosong lainnya.
August kembali merasakan lehernya tercekik, dan tubuhnya terasa terkunci, ia terbang ke arah Gorran dan kini lehernya ada di cengkraman tangan Gorran.
Carol mencoba menolongnya ia menyerang Gorran dengan kedua trisulanya tetapi Gorran sudah mengantisipasi, ia sudah memasang perisai untuk melakukan aksinya. usaha Lyra pun sia-sia.
"August..." teriak Carrol dan Lyra ketakutan.
Tubuh August semakin lemas, kurus dan kering seperti mayat puluhan tahun. tubuh itu pun diam dan tak lagi mengejang, Gorran lalu melemparkan tubuh yang sudah menjadi mayat itu ke arah Carol dan Lyra.
"hahaha.. sekarang kekuatan kristal itu menjadi milikku." Gorran tertawa senang.
"ti.. ti.. tidak mungkin.. dia tidak mungkin mati, dia jiwa yang terpilih." Lyra tak percaya apa yang barusan dilihatnya.
"Hahaha.. terimalah kenyataannya" kata Gorran. ia benar-benar merasakan energi yang luar biasa, ia lalu menyatukan kedua energi dalam tubuhnya itu. namun itu membuatnya lengah.
Sebuah mobil off road dengan kecepatan hampir seratus kilometer perjam menghantam dirinya membuat tubuhnya terpental puluhan meter.
"Brengsek..!" ia melihat mobil off road itu lalu menghentakan tangannya sebuah piringan berwarna hitam mengarah ke mobil itu dan membelahnya. namun sebelumnya seorang wanita telah melompat keluar dari mobil itu.
wush.. kraasss..
"Kau..!"
"hahaha.. kau ingin menyusul kekasihmu itu?" kata Gorran.
wanita itu adalah Julia. setelah menemui Rafael, Julia menuju kota Buckland, ia ingin menemui August dan ingin meluapkan segala hal yang selama ini ada dibenaknya, namun ia teringat pesan Rafael untuk mengamati situasi disana terlebih dahulu, dan tidak gegabah untuk langsung menemuinya. ia turuti saran itu. dan setelah mengamati dari jauh, Julia sangat terkejut melihat apa yang terjadi. bagaimana August bisa mendapatkan kekuatan super itu, emosinya semakin tidak terkontrol ketika ia melihat Gorran membunuh orang yang ia cintai.
Julia berlari turun, ia melihat kunci mobil off road masih menggantung, ia juga menemukan sebuah pistol milik Valery. ia mengendarai mobil itu lalu, tanpa pikir lagi menabrak Gorran yang sedang lengah.
"Aku akan membalaskan kematiannya." kata Julia.
"Hahaha dengan apa makhluk lemah sepertimu ingin membunuhku?" tanya Gorran meremehkan.
"Dengan ini!" Julia mengambil pistol yang ia temukan di dashboard mobil off road itu.
dor.. dor.. dor..
Julia terus menembakan pistol tersebut sampai peluru tak tersisa. namun semua peluru yang ia tembakan itu terpental dari tubuh Gorran. merasa ia tak bisa membunuh Gorran, ia akhirnya pasrah.
"Hahaha kau pikir mainan itu bisa melukaiku? Dasar wanita bodoh..!"
"Hey.. kau cepat pergi!" teriak Lyra pada Julia. ia lalu menyerang Gorran, Gorran hanya meninju udara di depannya Lyra pun kembali terpental ke belakang sejauh sepuluh meter. mulut dan hidungnya kembali mengeluarkan darah segar.
Hal yang sama pun dialami Carrol, luka dalam mereka lumayan parah, energi mereka pun banyak terkuras untuk mengurangi rasa sakit yang mereka rasakan.
Gorrran kembali menatap Julia "Saatnya kau mati."
Gorran melepaskan bola hitam pekat ke arah Julia.
Julia hanya diam menyambut kematian dirinya dengan pasrah.
DUARRR....!