
Ana langsung bangkit berdiri dan barulah ia menyadari bahwa ia tidak sendirian di kamar rawat inapnya mamanya Jarvish. Dia menatap Jarvish yang tengah memeluk wanita ramping berwajah manis dan berambut panjang yang sangat indah.
"Apakah dia........" Ana tidak sanggup melanjutkan kalimatnya.
"Iya. Dia adalah Luna. Luna adalah menantunya Tante. Dia menantu yang sangat baik dan sudah memberikan Tante cucu yang sangat tampan juga cerdas"
Luna yang berada di dalam pelukannya Jarvish mengangguk, memberikan senyum ke Ana dan berkata "Senang berkenalan dengan Anda"
Luna kemudian mendongak untuk berkata, "Mas lepaskan aku. Aku ingin menyalami Nona cantik ini"
"Nggak" alih-alih melepaskan pelukannya, Jarvish justru semakin erat memeluk Luna dan mendelik ke Ana.
Ana kemudian menoleh ke mamanya Jarvish untuk meminta penjelasan, "Kalau Jarvish sudah menikah, kenapa Tante tidak bilang?"
"Maafkan Tante. Tante juga baru tahu kalau ternyata Jarvish dan Luna sudah menikah"
Ana kemudian berkata, "Saya pamit Tante dan Ana pergi begitu saja tanpa menoleh dan tidak pamit kepada papa tirinya, tidak pamit ke Jarvish, apalagi Luna.
"Dia aneh banget" Ucap papa tirinya Jarvish.
"Iya, Papa benar. Dia aneh ternyata. Mama juga baru tahu" Sahut mamanya Jarvish.
"Dia bukan hanya aneh, Pa. Dia beberapa mengejarku tanpa malu dan tingkah lakunya sangat menjijikkan" Sahut Jarvish.
"Mas, nggak boleh gitu" Sahut Luna.
"Kenapa nggak boleh? Itu kenyataannya, kok. Makanya aku tadi terus memeluk kamu dan nggak aku biarkan kamu berjabatan tangan dengannya. Dia bahkan tadi mendorong kamu sampai kamu hampir jatuh. Untung saja aku bisa menangkap kau dengan cepat" Sahut Jarvish.
"Maafkan Mama, Jarvish. Mama salah menikah orang. Dia putri dari sahabatnya Mama. Mama kira dia anak yang baik. Ternyata dia hanyalah anak manja yang tidak tahu sopan santun" Sahut mamanya Jarvish dengan helaan napas kecewa.
"Lupakan saja, Ma"
"Untung saja dia nggak jadi menantunya Papa" Sahut papa tirinya Jarvish.
Mamanya Jarvish langsung terkekeh geli mendengar ucapan suami tercintanya.
Joshua tersentak kaget mendengar rencana Laura. Dan pria tampan berkacamata itu langsung bertanya, "Kau yakin cara itu akan berhasil memisahkan Jarvish dengan Luna?"
"Iya. Aku yakin banget. Kamu tinggal memancing Luna datang ke rumah kamu dan masukkan obat tidur ke minumannya Luna. Lalu, kamu buat foto seolah kamu dan Luna tidur bareng. Setelah itu, kamu kembalikan Luna ke kantornya. Buat seolah-olah Luna lembur di sana dan ketiduran di kantornya" Ucap Laura dengan seringai khasnya.
"Tapi, aku tidak ingin menodai Luna. Aku tidak ingin mencelakai Luna dan aku ......."
"Itu nggak akan mencelakai Luna. Kamu juga hanya ambil foto dan tidak menodai Luna. Setalah itu kita kirimkan foto-foto itu ke Jarvish"
"Tapi, aku masih ragu akan hal ini. Aku nggak ingin mengkhianati Luna. Bagaimana pun aku dan Luna adalah teman baik sebelum kami berpacaran"
"Sial! Kau ingin mendapatkan Luna lagi atau nggak? Kalau nggak, ya, sudah lupakan saja"
"Huuffttt! Baiklah. Aku akan mencobanya" Sahut Joshua.
"Lakukan mulai besok"
"Oke"
Jarvish mengajak Luna pulang dan Luna berkata, "Mas, apa aku boleh menunggui Mama semalam saja"
Jarvish langsung cemberut dan menggelengkan kepalanya.
Mamanya Jarvish sontak terkejut geli dan berkata ke Luna, "Pulang aja ngga papa. Papa kalian bentar lagi ke sini sepulangnya dari kantor. Papa kalian yang akan menunggu Mama"
"Tapi, Ma......"
"Sudah pulang sana. Bayi gede kamu ngambek entar kalau tidak pulang. Lagian ini sudah jam sembilan. Kasihan Dave kelamaan nunggu sendirian di rumah. Besok aja bawa Dave ke sini, ya?! Mama kangen banget sama cucu Mama"
Jarvish langsung mengulas senyum lebar di wajah tampannya saat Luna berkata, "Baiklah, Ma. Kami pulang dulu. Besok Luna akan ajak Dave ke sini sepulang dari sekolah"
Mamanya Jarvish mengangguk dan tersenyum lalu merentangkan kedua lengannya. Luna masuk ke dalam pelukan mama mertuanya kemudian pamit pulang setelah mendaratkan ciuman di kening mama mertuanya.
Di dalam mobil, Luna menoleh ke Jarvish, "Mama baik, ya, Mas. Aku nggak nyangka Mama bisa menerimaku secepat ini"
"Bukan Mama yang baik, tapi kamu yang baik. Berkat kebaikan dan ketulusan hati kamu, Mama baru bisa menjadi baik, menyadari semua kesalahannya dan menerima kamu" Sahut Jarvish sambil mengusap rambut Luna.
"Apa itu?" Tanya Jarvish.
"Aku belum melihat Mas dan Joshua akur kembali"
Jarvish sontak mengeraskan rahangnya lalu berkata, "Aku akan wujudkan keinginan kamu itu. Aku akan mengalah dan akan mengambil langkah terlebih dahulu untuk mendekati Joshua. Aku akan lakukan apa pun supaya aku bisa rukun dengan Joshua"
"Benarkah? Mas mau melakukan itu?"
"Hmm. Demi kamu" Jarvish kembali mengusap rambut indahnya Luna.
"Terima kasih, Mas"
"Tapi, ada syaratnya"
"Apa itu?"
"Pijat aku malam ini"
"Hanya pijat aja, kan?"
"Ya harus pijat plus plus, dong"
"Apa sih? Tadi pagi, kan, sudah"
"Aku ingin cepat membuatmu hamil lagi. Aku ingin jadi suami yang bisa melihat istrinya hamil. Pas kamu hamil Dave, kan, aku nggak ada di samping kamu. Dan aku ingin anak keduaku nanti cewek"
"Kenapa cewek?"
"Karena kalau cewek dia pasti mewarisi wajah manis dan imut ibunya"
Luna sontak merona malu dan berkata, "Jangan kebanyakan memuji aku, Mas. Aku bisa jatuh pingsan"
"Nggak papa kalau kamu jatuh pingsan"
"Kok, nggak papa?"
"Kan, aku bisa kasih napas buatan, hehehehe"
Luna langsung menepuk bahu Jarvish dan sambil terkekeh geli ia berkata, "Wah! Belajar dari siapa,nih, kok, udah pandai ngegombal kayak gini?"
"Dari Papa mertuaku"
"Apa?! Mana ada Papaku seperti itu?"
"Hahahahahaha. Itu benar, sayang. Papa kamu banyak mengajariku hal unik. Seperti memasak,ngegombal, dan mengalah dalam permainan catur"
Luna sontak tertawa terbahak-bahak dan Jarvish langung berkata, "Sial! Kenapa kamu cantik sekali kalau tertawa. Aku harus segera sampai di rumah, nih" Jarvish menekan lebih dalam pedal gasnya.
Luna sontak bertanya, "Mas, kenapa ngebut?"
"Karena kamu cantik banget kalau ketawa dan aku ingin segera sampai di rumah untuk bisa segera mendapatkan pijat plus-plus dari kamu"
Luna menepuk bahu Jarvish dan Jarvish sontak tergelak geli.
Jarvish terus menggoda Luna saat Luna memijatnya. Mantan playboy, Casanova sejati tentu saja sangat pandai bermodus ria hingga akhirnya ia berhasil membuat Luna mengerang frustasi dan akhirnya memekikkan kepuasan dan jatuh tertidur di dalam pelukannya.
Jarvish kemudian menarik selimut dan mengecup kening Luna sambil berkata, "Aku sangat mencintai kamu, Luna"
Keesokan harinya, Jarvish benar-benar melakukan janjinya pada Luna semalam. Jarvish membeli satu kotak besar cokelat almond kesukaannya Joshua dan membawanya ke kantornya Joshua.
Surya sontak bertanya, "Kenapa Anda tiba-tiba membelikan Tuan Joshua camilan kesukaannya, Tuan? Ada apa?"
"Luna ingin kita hidup rukun. Aku ingin mewujudkan keinginannya Luna"
"Tapi, Anda sangat membenci Tuan Joshua, kan? Begitu juga sebaliknya. Apakah dengan camilan ini, kalian berdua bisa langsung rukun?"
"Ini permulaannya. Aku rela memulai mendekati Joshua, demi Luna"
Kekuatan cinta memang sungguh dahsyat. Mampu membuat orang berubah ke arah yang lebih baik. Terima Nyonya muda, Anda membawa kebaikan bagi Tuan Jarvish. Batin Surya.