Memories Of Love

Memories Of Love
Bangga



Sampai di depan Jarvish, Luna menyerahkan tongkat estafet ke pria itu. Namun, alih-alih berlari, Jarvish justru berjongkok untuk memeluk Luna dan membantu Luna berdiri saat Luna terjatuh di depannya


Luna melepaskan diri dari pelukannya Jarvish dan sontak berteriak, "Cepat lari! Jangan pedulikan aku!"


"Kamu baik-baik saja, kan? Nggak ada luka?"


"Cepat lari! Dave sudah berteriak dan menunggu kamu" Luna berucap sambil mendorong Jarvish untuk segera berlari.


Jarvish berlari sambil sesekali menoleh ke belakang.


Luna melepas karung dari kakinya sambil berteriak, "Aku nggak papa! Teruslah berlari dan jangan nengok ke belakang!"


Jarvish akhirnya berhasil memberikan tongkat estafet ke Dave dan Dave langsung berlari kencang menuju ke garis finish.


Sementara Jarvish berlari ke Luna. Luna menatap Dave yang berlari kencang ke arahnya dengan bergumam, "Untuk apa pria aneh itu berlari ke sini?"


Jarvish langsung mengerem laju larinya dan saat pria tampan itu ingin berjongkok untuk melihat apakah lutut Luna terluka, Luna berteriak kencang, "Yeeeeaaayyy! Dave menang!"


Jarvish menoleh ke belakang relfeks menarik pinggang Luna dan dia peluk Luna sambil berteriak, "Dave! Papa dan Mama bangga sama kamu"


"Yeeees!!!" Dave berteriak kencang dari tempatnya berdiri.


Luna langsung berkata, "Turunkan aku!"


Jarvish langsung menurunkan Luna dan tanpa mengucapkan sepatah kata pun dia menggandeng tangan Luna dan mengajak Luna berlari ke Dave.


Ketika sampai di depannya Dave persis, Jarvish mengerem laju larinya dan pria tampan itu memeluk Dave dan Luna secara bersamaan.


Luna memekik kaget sedangkan Dave tertawa girang dan Jarvish berteriak, "Aku bahagia banget hari ini!"


Nama Dave tercatat sebagai juara pertama di lomba balap karung estafet.


Lomba kedua hanya boleh diikuti mama dan lomba ketiga hanya boleh diikuti papa.


Lomba kedua adalah lomba memasukkan pensil ke dalam botol air mineral dan lomba ketiga adalah lomba makan kerupuk.


Saat Luna hendak masuk ke arena lomba memasukan pensil ke dalam botol air mineral, Jarvish menahan lengan Luna dan mendaratkan ciuman di pucuk kepala Luna sambil berkata, "Semangat kamu pasti jadi juara"


Luna langsung menarik lengannya dari cekalan tangan Jarvish dan melangkah masuk ke area lomba dengan bergumam lirih, "Kenapa dia harus pakai acara mencium pucuk kepalaku? Dasar pria aneh"


Dave langsung memberi semangat ke mamanya dengan melompat dan berteriak, "Mama semangat! Mama I Love You!"


Jarvish sontak membeku mendengar kata I Love You yang diteriakkan oleh Dave. Sudah lama sekali kata I Love You tidak keluar dari mulutnya.


Luna melambaikan tangannya ke Dave sambil tersenyum dan berteriak, "I Love You too, Dave!" saat salah satu guru mengikatkan tali di pinggang rampingnya Luna.


Lomba kedua dan ketiga juga dimenangkan oleh keluarganya Dave Aditya. Jarvish memekik kegirangan dan tanpa ia sadari dirinya berkali-kali memeluk Luna dengan erat .


Surya asistennya Jarvish yang ikut menyaksikan perlombaan itu langsung bergumam, "Baru kali ini aku melihat Tuan Jarvish tertawa lebar dan lepas seperti itu. Tuan muda dan Nyonya muda mampu membuat Tuan tertawa bahagia. Ah! Kenapa aku jadi melow kayak gini?"


Dan perlombaan terakhir adalah lomba memasak.Memasak masakan rumahan yang sering dimasak oleh sang mama untuk sarapan putra-putrinya.


Luna membawa bahan nasi goreng spesial karena dia cukup sering memasak nasi goreng dibungkus telur dadar untuk Dave.


Di perlombaan memasak, anak dan papa diharuskan untuk ikut serta. Untuk itulah Luna memberikan tugas ke Dave mengocok telur dan memberikan tugas ke Jarvish untuk membuat garnish dari tomat buah, wortel dan mentimun.


Jarvish menoleh ke Luna, "Kenapa kau percayakan garnishnya ke aku?"


"Karena aku pernah melihat kamu membuat garnish dari pumpkin dulu" Sahut Luna sembari membuat dadaran telur. Dia akan memakai dadaran telur tersebut untuk membungkus nasi gorengnya nanti, lalu sebagian dari dadaran telur diiris-iris tipis memanjang untuk garnish dan tugas mengiris-iris dadaran telur itu ke Dave.


"Dave sudah terbiasa pegang pisau. Dia bisa, kok. Lagian pisau yang aku berikan adalah pisau untuk memotong kue. Pisaunya tidak tajam dan aman untuk Dave" Sahut Luna sembari memasukkan semua bumbu yang sudah dia uleg ke dalam wajan.


"Dave bisa, kok, Pa. Papa tenang saja"


Jarvish mengusap kepala Dave dan berkata dengan bangga, "Anak Papa memang hebat"


"Mama yang hebat. Karena Mama, yang ajari Dave semuanya" Sahut Dave.


"Iya. Mama kamu memang hebat" Jarvish berucap sembari menatap punggung Luna.


Jarvish membuat garnish sembari bergumam di dalam hatinya, dia bahkan ingat kalau aku pernah membuat garnish dari pumpkin untuk acara Halloween di kampus dulu. Apakah dia sangat mencintaiku saat itu? Lalu, sekarang ini apa dia masih menyimpan rasa cinta itu untuk aku?


Karena terlalu banyak melamunkan masa lalu, Jarvish tiba-tiba mengaduh dan Dave langsung berteriak, "Ma! Tangan Papa kena pisau dan berdarah. Papa sepertinya takut melihat darah, Ma, Papa pucat, nih"


Luna langsung mematikan kompor dan tanpa berpikir panjang, ia menarik tangan Jarvish dan memasukkan jari telunjuk Jarvish yang terkena pisau ke dalam mulutnya.


Jarvish tersentak kaget dan membiarkan Luna memasukkan jari telunjuk tangan kanannya ke dalam mulutnya Luna.


Setelah ia rasa cukup, Luna mengeluarkan jadi telunjuknya Jarvish sambil berkata, "Syukurlah darahnya sudah mampet"


"Terima kasih banyak untuk pertolongan pertama yang kamu berikan. Tapi, yang terluka telunjuk yang ini" Jarvish memperlihatkan jari telunjuk tangan kirinya di depan Luna sambil mengerjapkan mata beberapa kali.


Luna mengerjap-ngerjap beberapa kali dan langsung berkata sambil berputar badan untuk menutupi rasa malunya, "Dave kamu bantu Papa membasuh lukanya di bawah keran air, lalu pasangkan plester luka ke jari Papa. Plester lukanya ada di dalam tas Mama"


"Baik, Ma" Sahut Dave.


Jarvish menunduk ke Dave dan berkata, "Papa bisa lakukan sendiri. Kamu lanjutkan saja memotong telur"


"Hmm" Sahut Dave.


"Kenapa nggak kamu masukan lagi ke mulut kamu" Jarvish menoleh ke Luna.


"Aku sibuk. Sebentar lagi masakan kita harus dikumpulkan di meja juri" Sahut Luna.


Jarvish menghela napas panjang sembari menempelkan plester luka di jari telunjuknya dan saat ia kembali ke Maja untuk melanjutkan membuat garnish, seorang juri mendatangi mejanya dan bertanya, "Kenapa Anda membuat pohon dari mentimun, rumah dari wortel, dan bunga dari tomat, Tuan?"


"Karena saya ingin membuat rumah yang hangat" Sahut Jarvish.


Luna sontak menoleh ke Jarvish dan tersenyum hangat ke punggung Jarvish.


Dave tersenyum senang dan berkata, "Terima kasih" saat dirinya dipuji hebat oleh juri tersebut.


Luna meletakkan nasi goreng berselimut telur dadar di atas tampah berukuran sedang yang sudah ia alasi dengan daun pisang. Lalu, Jarvish menata garnishnya dengan cantik dan pas untuk menemani nasi goreng berselimut telur dadar itu. Jarvish yang memiliki jiwa seni dan memiliki bakat terpendam yakni melukis, berhasil membuat sebuah karya yang sangat cantik Jarvish menyulap nasi goreng berselimut telur dadar bikinannya Luna berbentuk bunga nan cantik.


Luna dan Dave memuji hasil karyanya Jarvish.


Jarvish langsung berjongkok dan berkata ke Dave, "Kasih Papa ciuman sebelum Papa membawa hasil karya kita ke meja juri" Dave langsung mencium kedua pipi papanya sambil berkata, "Dave bangga punya Papa seperti Papa"


Jarvish mengusap puncak kepala Dave sambil bangkit berdiri dan menoleh ke Luna, "Dave sudah berikan ciumannya ke aku. Kau tidak berikan ciuman kamu ke aku?"


Luna Langsung mendelik ke Jarvish dan berkata, "Nggak usah ceriwis! Buruan ke meja juri! Sudah ditunggu, tuh"


Jarvish langsung mengerucutkan bibirnya saat ia melangkah ke meja juri.


Di saat semua memuji, "Nasi goreng Mamanya Dave dihias dengan sangat indah dan cantik" Jarvish tersenyum bangga.


Tibalah saatnya pengumuman lomba memasak, "Pemenangnya adalah.........."