Memories Of Love

Memories Of Love
Persiapan Ulangtahun



Luna yang pagi tadi sempat memasak bakmi goreng, bihun goreng, sup iga sapi, sup rumput laut, dan Capcay untuk acara ulang tahunnya Dave dan Jarvish nanti sore, memasukkan sebagian masakannya itu ke dalam rantang. Dia ingin memberikannya ke mamanya Jarvish.


"Pak Temon, mampir ke rumah Papanya Mas Joshua sebentar, bisa? Lewat,kan, ini?"


"Bisa Nyonya muda" Sahut Pak Temon.


Luna menitipkan tantangnya ke kepala asisten rumah tangga yang bekerja di rumah mewahnya papanya Joshua sambil berkata, "Kalau Nyonya pulang nanti, tolong kasih rantang ini ke beliau. Katakan kalau ini masakan saya, Luna Aditya. Saya ingin beliau mencicipi masakan saya ini dan semoga beliau suka"


"Baik, Nona. Akan saya sampaikan" Sahut kepala asisten rumah tangga tersebut..


Setelah mengucapkan terima kasih, Luna pergi meninggalkan. kediaman megahnya papanya Joshua sambil bergumam di dalam hatinya, Semoga mamanya Mas Jarvish suka dengan masakanku. Kata orang, kan, cara menarik hati seseorang untuk mulai menyukai kita dan menerima kita itu lewat masakan kita. Semoga setelah mencicipi masakanku, beliau tidak ketus lagi sama aku.


Setelah sampai di rumah, Dave dan Luna berlari kecil ke dapur. Bahkan Dave tidak sempat berganti baju karena waktu sudah menunjukkan pukul satu siang. Takut tidak keburu bikin kue Lemon cake keju untuk papanya.


Luna memakaikan celemek ke Dave lalu memakai sendiri celemeknya dan bergegas menyiapkan panci. Luna memasak susu cair, mentega, keju, dengan api kecil, mengaduk pelan dan merata sampai keju halus sambil berkata ke Dave, "Kamu tunggu bentar, ya!"


"Iya, Ma" Sahut Dave dengan sabar.


Setelah mematikan api karena Luna memasak susu, keju, dan mentega tidak sampai mendidih.


Lalu, Luna berlatih ke meja di mana Dave tengah duduk menunggu dengan sabsr, Luna mencampurkan terigu, maizena, lalu ia menoleh ke Dave, "Aduk sampai merata, nih"


"Baik, Ma" Dave langsung bersemangat mengaduk dengan tangan mungilnya.


Luna tersenyum melihat wajah Dave yang ceria dan penuh semangat, lalu ia tambahkan telur kuningnya dan berkata lagi ke Dave, "Aduk terus sampai merata"


"Hmm" Sahut Dave.


Luna kemudian menambahkan air lemon dan kulit lemon yg diparut lalu berkata ke Dave, "Cukup Sayang. Mama akan, sisihkan ini"


"Oke" Sahut Dave.


Lalu, dengan wadah lain, Luna memasukkan putih telur sambil ditambahkan gula sedikit sedikit, sambil memainkan mixer. Dia memainkan mixer selama 3 menit atau sampai berjejak dan softpeak.Kemudian dia berkata ke Dave, "Tuang sebagian putih telur kedalam adonan keju, aduk balik dengan spatula, lalu campurkan sisanya, aduk balik sampai merata! Bisa?"


"Bisa, Ma" Dave langsung melaksanakan perintah mamanya dan berhasil.


"Good job Dave"


Luna, kemudian menuang sebagian putih telur kedalam adonan keju, aduk balik dengan spatula, lalu campurkan sisanya, aduk balik sampai merata. Dan memasukan ke dalam oven dengan memakai loyang ukuran 18cm/20cm, alas dengan loyang persegi dan mengisi dengan air panas. Dia mengoven selama 35 menit, suhu 170c, api atas bawah.


Namun, tanpa sepengetahuannya Luna, Dave sempat bereksperimen sendiri, dia suka buah anggur dan dia memasukkan potongan buah anggur ke dalam adonan yang ia aduk sampai merata tadi dan tidak bilang ke mamanya. Dia akan bikin kejutan dan bilang ke mamanya setelah kue matang nanti.


Sambil menunggu kue matang, Luna mengajak Dave makan siang dengan sup iga sapi masakannya.


Ana merengut dan langsung melempar kardus kue ke lantai sambil berteriak, "Jarvish Benjamin! Tega sekali kamu mengacuhkan aku sepeti ini. Aku akan datang ke rumah kamu nanti sore. Lihat saja nanti. Kamu tidak akan bisa berkelit dan sembunyi dariku lagi" Wanita itu kemudian pergi meninggalkan ruang kerjanya Jarvish di jam dua siang tepat karena dia merasa lapar dan butuh untuk makan siang.


Mamanya Jarvish sampai di rumah dan menemukan rantang di meja makan. Dia membuka semua tumpukan rantang itu dan tergiur dengan semua masakan yang ada di sana dan kebetulan dia juga sangat lapar dan belum sempat makan siang. Wanita cantik berumur kepala lima itu langsung mengambil sendok dan tidak begitu lama dia telah menghabiskan bakmi goreng dan sup iga sapi.


Lalu, ia mencari kepala asisten rumah tangganya untuk bertanya, "Dari siapa rantang tadi? Apa kau membelinya dari restoran terkenal? Restoran mana? Aku akan terus makan di sana karwna masakannya sangat enak"


Kepala asisten rumah tangga itu langsung menundukkan kepala dan berkata, "Tadi, ada seorang Nina berwajah sangat manis dan imut datang kemari. Namanya Luna Aditya. Nona tersebut berkata kalau dia ingin Anda mencicipi masakannya dan semoga Anda suka. Syukurlah kalau Anda menyukainya Nyonya"


Mamanya Jarvish langsung tertegun mendengar ucapan kepala asisten rumah tangganya. Kemudian sambil berbalik badan untuk masuk ke kamarnya ia berucap, "Ya sudah. Kembali kerja sana!"


"Saya permisi, Nyonya"


Mamanya Jarvish kemudian duduk termenung di tepi ranjang dan bergumam, "Dia sangat pandai memasak ternyata. Masakannya enak banget. Dia bahkan rela mengatakannya sendiri kemari. Apa aku sudah salah menilai dia? Nggak! Aku nggak boleh lemah hanya untuk makanan kecil itu. Aku tetap akan menjodohkan Jarvish dengan Ana. Titik nggak pakai koma"


Saat kue telah matang dan Luna hendak mengajak Dave menghias kue tersebut, Papanya Joshua muncul di depan mereka dengan membawa dua kotak besar dan tersenyum lalu menyapa Luna dan Dave, "Halo! Apa kabar kalian?"


Luna langsung menghampiri papa tirinya Jarvish itu dan mencium punggung tangan pria tampan berumur kepala lima itu. Dave langsung memekik senang, "Opa!"


Papanya Joshua langsung menggendong Dave dan mencium kedua pipi Dave sambil berkata, "Hei, Dave. Opa kangen banget sama kamu Opa bawakan kado,nih untuk kamu. Selamat ulang tahun"


"Dave, kamu belum ganti baju. Nanti kemeja Opa kamu kotor dan......."


Dave merosot turun dari gendongan opanya, menerima kado itu dan berkata, "Terima kasih, Opa"


Kemudian Luna berkata ke Dave, "Kamu ke kamar dulu, gih! Mandi dan ganti baju"


"Baik, Ma. Dah Opa!" Sahut Dave.


"Dah, Dave" Sahut papanya Joshua.


"Emm, apa kita bisa bicara empat mata.sebentar?"


"Mari kita ke ruang tamu, Om"


"Kok, manggil Om? Aku sudah tahu kalau kamu adalah Istri sahnya Jarvish sekarang ini. Panggil Pa, dong" Pria berumur kepala lima yang sangat tampan itu tersenyum ramah ke Luna.


Luna duduk di depan pria itu dan langsung tertegun.


"Jangan takut. Hanya aku yang tahu soal pernikahan kalian. Aku akan bantu kalian merahasiakan pernikahan kalian sampai kalain siap mempublikasikan pernikahan kalian, tetapi aku punya syarat"


"Sebelumnya saya ingin memberikan penjelasan kepada Om, eh, Papa. Saya merahasiakan pernikahan saya dengan mas Jarvish karena saya ingin mendekati mamanya Mas Jarvish dulu selama satu bulan ini. Anda tahu sendiri kalau Mamanya Mas Jarvish tidak menyukai saya sedangkan saya ingin mamanya Mas Jarvish merestui pernikahan kami"


"Iya aku tahu dan aku bisa memahami semuanya"


"Lalu, syarat apa yang ingin Anda sampaikan tadi, Pa?"


"Kamu tahu sendiri kalau Jarvish dengan Mamanya tidak akur. Jarvish bahkan tidak pernah membiarkan kami masuk untuk merayakan ulang tahunnya. Dia lebih senang merayakan ulangrahunnya sendirian. Tapi, yang membuatku senang, dia masih mau menerima kado yang aku kirimkan. Dia nggak pernah kembalikan kado yang aku kirimkan. Jarvish dan Joshua juga tidak akur. Aku sedih melihat itu semua. Aku ingin mereka semua akur. Aku ingin sebelum aku semakin tua, sakit-sakitan dan meninggal, aku bisa melihat


keluargaku akur"


"Lalu, apa yang bisa saya lakukan, Om, eh,Pa"


"Papa lihat kamu punya potensi untuk membuat semuanya akur. Kamu baik hati,.jujur, dan lembut. Kamu juga pernah dekat dengan Joshua dan sekarang menikah dengan Jarvish. Bukankah itu artinya kamu mengenal dengan sangat baik karakter mereka. Papa mohon, dekatkan mereka dan buat mereka menjadi akur. Soal Mamanya Jarvish, Istriku, kalau melihat kamu berhasil membuat Jarvish dan Joshua akur, maka otomatis Istriku akan menyukai kamu"


"Baiklah, Om, eh, Pa"


"Terima kasih banyak untuk kesediaan kamu ini. Kita bertukar nomer ponsel. Kalau kamu butuh bantuan dari Papa. Jangan sungkan! Katakan saja dan hubungi Papa. Papa akan dengan senang hati membantu kamu"


"Baik, Pa" Luna memberikan ponselnya ke papanya Joshua.


Setelah menerima kembali ponselnya, Luna bertanya dengan hati-hati, "Maaf, Pa? Soal pernikahan Papa dan Mamanya Mas Jarvish, emm, maaf kalau saya lancang dan........."


"Aku tidak selingkuh. Aku menikahi Mamanya Jarvish karena permintaan Istriku. Mamanya Jarvish dan Istriku memiliki hubungan yang sangat dekat. Bahkan dulu Istriku pun dekat dengan Joshua. Tapi, karena terkesan tergesa-gesa pernikahanku dengan mamanya Jarvish, menimbulkan salah paham dan setiap kali aku ingin menjelaskan kebenaran ceritanya, Joshua tidak mau mendengarnya Jarvish pun juga tidak mau mendengarnya. Mamanya Joshua terkesan matre dan meninggalkan keluarganya, tapi sebenarnya dia terpaksa meninggalkan keluarganya demi mengurus aku. Aku terkena depresi berat saat itu dan saat aku sembuh dari depresi aku langsung menikahi Mamanya Jarvish dan kesalahannya Mamanya Jarvish adalah, ia tidak mengatakan ke Jarvish kalau dia dan suaminya telah bercerai pas Mamanya Jarvish bekerja menjadi sekretaris pribadiku. Aku punya semua buktinya kalau kamu membutuhkannya"


"Jika seperti itu ceritanya, saya akan mencoba menceritakan ke Mas Joshua dan Mas Jarvish nanti"


"Terima kasih. Papa pulang dulu kalau begitu. Papa taruh kado untuk Jarvish di meja ini, ya?"


"Baik, Pa. Terima kasih banyak" Luna mencium punggung tangan papanya Joshua.


Sepeninggalnya Papanya Joshua, Luna langsung menghias kue dengan bantuan Dave. Mereka berdua tidak sempat mencicipinya karena dikejar oleh waktu. Jam sudah menunjukkan pukul lima sore dan saat Luna hendak masuk ke kamar untuk mandi dan bersiap diri sebelum Jarvish pulang, Pak Temon berkata, Nyonya muda, ada dua paket. Yang satu besar banget. Mau ditaruh di mana?"


"Di ruang keluarga saja Pak Temon"


Pak Temon kemudian menyuruh pihak yang mengantarkan paket untuk memasukkan paket ke dalam ruang keluarga. Bi Nina yang sedari tadi membersihkan, menata, dan menghias ruang keluarga dengan balon warna-warni dan aneka bentuk, langsung merapikan semua kado di pojok ruangan bersama dengan kado yang disiapkan oleh Luna. Dave kemudian muncul di ruang keluarga untuk menaruh kado dari Opanya ke pojok ruang keluarga sambil berkata, "Ini kado untukku dan Papa dari Opa"


"Iya, Tuan muda. Taruh saja di sini" Sahut Bi Nina.


Setelah selesai membuat ruang keluarga menjadi ruangan cantik untuk merasakan ulang tahun, Bi Nina bergegas ke dapur untuk membawa semua masakannya Luna termasuk cake lemon keju di meja panjang yang ada di ruang keluarga. Setalah semua tapi dan siap, Bi Nina bergegas ke kamar mandi untuk mandi dan bersiap diri begitu pula dengan Pak Temon.


Sementara Dave menonton televisi di ruang keluarga sambil menunggu papanya pulang kerja.


Luna Keluar dari kamar dengan mengenakan dress panjang selutut berwarna hijau muda. Wanita itu tampak sangat manis dengan olesan tipis make up di wajahnya. Entah kenapa dia ingin berdandan di hari itu untuk Jarvish.


Sementara itu Ana kembali pulang denah. kesal karena dia tidak diijinkan masuk ke dalam rumahnya Jarvish atas larangan Jarvish. Ana memukul-mukul Kemudi mobilnya dengan berteriak kesal, "Brengsek kau Jarvish!!!!!"