Memories Of Love

Memories Of Love
Hadiah



Jarvish membuka pintu ruang kerjanya dan saat ia melihat ada wanita yang selalu mengejarnya bangkit berdiri dari sofa, Jarvish menuntut kembali pintu ruang kerjanya dan langsung berlari kecil meninggalkan Surya sambil berteriak, "Kau usir dulu nenek sihir itu!"


Jarvish kemudian berlari masuk ke ruangannya Surya dan menguncinya langsung.


Luna bangun dengan badan remuk redam. Wanita itu sontak bergumam kesal, "Dasar pria kejam, pria mesum! Dia sudah membuat pinggangku pegal dan badanku remuk redam kayak gini" Dan di langsung bangun saya ia melihat burung Pipit di jam kuno milik Jarvish keluar dan berbunyi sebanyak sembilan kali, "Astaga! Sudah jam sembilan. Arrrghhhhhhh! Aku telat ngantor, nih" saat ia duduk di tepi ranjang, Luna menemukan secarik kertas. Wanita berwajah manis dan lembut itu kemudian memungut kertas itu dan membacanya, "Nggak usah kerja! Kamu kirimkan saja menu baru kamu di rumah dan kirim ke Emailku. Ini Email baruku dan passwordnya tanggal pernikahan kita. Email ini khusus untuk kita berdua. So sweet, kan, aku? Yang mencintaimu, suami kamu, Jarvish Benjamin"


Luna merona malu dan tanpa ia sadari ia memekik senang lalu mencium gemas kertas itu.


"Dia ternyata manis juga. Eh! Kenapa jantungku kembali berdegup kencang? Kenapa ini. Hei diamlah jantung!" Luna mengelus-elus dadanya dan saat itu ia menyadari bahwa dirinya belum memakai sehelai kain pun.


"Aaaaa!!!" Luna berteriak kaget dan langsung meraih selimut yang ada di ujung ranjang dan melilitkan selimut itu di badannya. "Aku kenapa bisa jadi seperti ini? Ah! Aku malu" Luna kemudian terkekeh geli dengan sendirinya dan menutup wajah manisnya dengan kedua telapak tangan.


Papanya Joshua tersenyum setelah ia menerima laporan dari asisten pribadinya. Dan setelah asisten pribadinya itu keluar dari ruangannya, papanya Joshua, papa tirinya Jarvish bergumam, "Dasar anak muda. Joshua memutuskan Luna dan Jarvish menikahi Luna. Emm, sepertinya aku harus berkerja sama dengan Luna Aditya untuk merukunkan Jarvish dan Joshua. Aku rasa Luna Aditya juga bisa merukunkan Istriku dengan Jarvish dan Joshua. Aku akan menemui Luna Aditya saat ini juga. Kebetulan hari ini, kan, hari ulangtahunnya Jarvish Benjamin dan Dave. Aku akan beli kado dan kue dulu untuk mereka kalau begitu"


Luna berdecak kesal saat ia menemukan banyak sekali bercak merah keunguan hampir di sekujur tubuhnya. Luna mencoba menghitungnya di depan cermin dan tersentak kaget, "Astaga! Sebanyak Ini? Bahkan ada dua tanda merah keunguan di leherku. Huffttt! Untung aku tidak diharuskan masuk kerja hari ini. Kalau aku masuk kerja, maka aku akan jadi bahan gunjingan banyak orang. Dasar Jarvish gila!"


"Di mana Jarvish? Kenapa dia menghilang? Aku membawakan kue kesukaannya dan ......."


"Tuan tidak suka makan kue di pagi hari, Nina. Lebih baik Anda pergi saja"


"Kau tuli atau apa, hah?! Aku tanya di mana Jarvish kenapa kau jawabnya lain?!" Ana mendelik ke Surya.


"Anda sudah tahu kalau Tuan menghilang, kan? Kalau hilang berarti tidak ada yang tahu di mana keberadaan Tuan sekarang ini. Jadi, lebih baik Anda pergi sekarang juga"


"Kau gila, ya?! Huuffttt! Nggak aku nggak akan pergi. Aku akan menunggu Jarvish di sini sampai makan siang nanti. Aku yakin di jam makan siang, Jarvish akan ke sini dan aku akan ajak Jarvish makan kue bersamaku. Aku ingin mengucapkan selamat ulangtahun secara langsung ke Jarvish. Bukankah hari ini Jarvish berulangtahun?" Ana tersenyum menantang ke Surya


Surya menghela napas panjang lalu berkata, "Silakan menunggu di dalam kalau begitu"


"Oke. aku akan masuk ke dalam lagi sampai Jarvish datang nanti" Sahut Ana.


Surya hanya tersenyum dan menundukkan wajahnya.


Setelah wanita cantik itu menutup pintu ruang kerjanya Jarvish, Surya bergegas berlari masuk ke ruangannya setelah mengetuk tiga kali dan Jarvish membukakan pintu


Surya langsung menutup dan mengunci kembali pintunya.


"Kok, kamu kunci? Aku gimana keluarnya?"


"Sepetinya seharian ini Anda harus ngantor di ruangan saya, Tuan. Saya akan duduk di sofa" Surya berkata dengan wajah serius.


"Hah?! Nenek sihir itu nggak mau pergi ya?" Jarvish langsung menautkan kedua alisnya dengan sangat kesal.


Surya duduk bersedekap di sofa dan mengangguk-anggukkan kepalanya.


Jarvish kemudian melangkah ke meja kerjanya Surya dan berkata, "Oke, kalau begitu. Aku akan mendekam di ruangan kamu seharian ini"


"Silakan Tuan"


"Tapi, singkirkan foto pacar kamu ini?"


"Lho kenapa harus disingkirkan? Biar saya ada di sana Tuan. Lagian itu adalah meja kerja saya, kan?"


"Cih! Mana bisa aku bekerja sambil melihat foto pacar kamu. Singkirkan cepat!" Jarvish mulai mendelik ke Surya


"Baik, Tuan" Surya bangkit berdiri dan mengambil foto pacarnya untuk ia masukkan ke dalam tas kerjanya sementara waktu sambil berkata, "Maaf, ya, Sayangku, kamu mendekam di dalam tas kerja Mas, dulu"


"Luna juga memanggilku, Mas, sekarang" Sahut Jarvish dengan senyum. lebar dan wajah bangga.


Surya tersentak kaget dan langsung menoleh ke tuannya, "Iya, Tuan? Ada apa?"


"Luna memanggilku Mas. Aku dengar kamu berkata Mas tadi"


Siapa yang nanya? Batin Surya.


Walaupun kesal karena harus menyingkirkan foto pacarnya dari meja kerjanya, Surya tetap mengulas senyum lebar dan berkata, "Selamat, Tuan"


"Rasanya dipanggil Mas itu ternyata sehangat ini. Kau juga merasakan hangat pas pacar kamu memanggil kamu, Mas, kan, Sur?" Jarvish menatap Surya dengan wajah semringah.


"Iya, Tuan. Di awal-awal memang terasa hangat, tetapi saya sudah lama berpacaran dengan pacar saya, jadi ......."


"Aku sangat senang, Sur"


"Hah?! Apa, Tuan?"


"Aku sangat senang. Luna akhirnya mau memanggilku Mas dengan suka rela. Dia Istri yang sangat imut dan manis. Ah! Kenapa aku tidak menyadarinya dari dulu?"


Surya hanya bisa diam seribu bahasa dan membiarkan tuannya mengoceh panjang.


Jarvish kemudian bangkit berdiri, "Aku belum beli kado untuk Dave. Ayo kita keluar dan cari kado untuk Dave. Emm, Terima kasih untuk kado dan ucapan ulangtahunnya. Aku simpan kado kamu dulu. Aku akan buka nanti di rumah" Jarvish kemudian melangkah ke pintu sambil memasukkan kado dari Surya ke dalam saku jasnya..


Surya bergegas berlari kecil untuk menyusul langkah lebar tuannya.


Satu jam kemudian, dia pria tampan dengan tipe wajah yang berbeda itu telah berada di dalam toko khusus untuk kado ulangtahun. Berbagai macam pernak-pernik lucu baik untuk anak maupun dewasa ada tersedia lengkap di toko yang super luas dan besar itu.


"Tuan mau cari apa untuk Tuan muda?"


"Dave suka apa, ya? Dia sudah punya semua model mainan. Aku baru membelikannya kemarin. Oh, iya, ruang bermainnya Dave udah jadi, kan?"


"Udah Tuan"


"Emm, apa ya?"


"Mainan edukasi saja, Tuan. Tuan muda,kan, cerdas dan suka belajar. Tuan muda pasti suka mendapatkan mainan edukasi sebagai kado ulangtahunnya"


"Ah! Ide bagus itu. Ayo kita cari mainan edukasi untuk Dave kalau gitu"


Jarvish memasukkan block, aneka macam puzzle, stiker mozaik, bricks, alat musik cajon yang terbuat dari kulit sapi asli, peralatan dokter yang terbuat dari plastik, beberapa buku cerita anak,dan gitar kecil yang terbuat dari kayu ke dalam troli belanjaan.


"Sebanyak itu, bagaimana membungkusnya, Tuan? Kalau dibungkus satu-satu nggak keburu waktunya dan kita bisa nggak kerja seharian"


Jarvish menyodorkan troli belanjaan ke Surya dan berkata, "Suruh karyawan sini untuk memasukkan ke kotak besar. Bungkus jadi satu dan kirim ke rumah jam lima sore"


"Baik, Tuan. Lah, Tuan mau ke mana lagi?"


"Aku mau cari hadiah juga untuk Luna"


"Oke, baiklah" Sahut Surya sambil menghela napas panjang lalu bergumam, "Semoga Anda tidak lupa kalau kita masih punya banyak perkejaan, Tuan"


Jarvish akhirnya berlari ke kasir sambil memeluk dia tas punggung dengan model yang sama berwarna biru dan merah muda. "Ini tas couple. So sweet, kan, aku?"


"Iya, Tuan. Anda sweet banget"


Jarvish meminta tas punggung couple pilihannya dibungkus jadi satu dan dikirim sekalian ke rumahnya jam lima nanti bersama dengan kotak besar berisi kado ulangtahun untuk Dave.


Kemudian Jarvish menoleh ke Surya, "Kamu mau cari kado untuk pacar kamu, tidak? Aku akan menunggu kamu dan aku akan membayarnya sekalian"


"Baiklah kalau begitu, Tuan. Terima kasih banyak. Saya akan cepat menemukan barang couple untuk saya dan pacar saya"


Lima menit kemudian Surya meletakkan dua buah gelang unik di meja kasir.


Jarvish mengernyit, "Hanya ini?"


"Iya, Tuan dan terima kasih banyak"


"Gelang apa ini? Bentuknya aneh dan........"


"Saya menyukainya, Tuan"


"Hmm" Sahut Jarvish kemudian.


Lha, suka-suka saya dong mau beli apa untuk couple-an sama pacar saya. Batin Surya kesal saat ia melihat tuannya masih memandang aneh gelang pilihannya.


Setalah membayar semuanya, Jarvish mengajak Surya kembali ke kantor dengan wajah semringah dan riang hati.


Luna keluar dari toko kaos. Dia membeli kaos kembar tiga urnuk dia, Jarvish dan Dave sebagai kado ulangtahun untuk Dave dan Jarvish. Kaos pilihannya itu bertuliskan, Daddy, Mom, Son. Dia juga membeli bantal couple bertuliskan My Love sebagai kejutan untuk Jarvish.


Setelah itu, Luna menjemput Dave. Pak Temon masih setia mengantarkan Luna ke mana pun Luna pergi karena Luna masih belum bisa menyetir mobil.


Setelah Dave masuk ke dalam mobil, Luna berkata, "Jadi, bikin kue ulangtahun untuk Papa?"


"Jadi, dong. Tapi, Dave yang masak, ya, Ma. Mama yang ajari"


"Oke anak tampannya" Luna mencium gemas kedua pipi Dave.


Luna mengajak Dave ke supermarket, mereka membeli semua bahan yang dibutuhkan untuk membuat lemon cake keju. Luna tersentak kaget saat Dave memasukkan satu kotak anggur ke keranjang belanjaan, "Untuk apa anggur? Kuenya nggak butuh anggur, Sayang"


"Dave pengen makan anggur, Ma"


"Oke. Baiklah"


Luna spontan melihat isi dompetnya dan menghela napas lega saat ia masih menemukan sepuluh lembar uang kertas berwarna merah. "Aku rasa belanjaan ini nggak sampai sejuta. Hufftt! Baru kali ini aku habiskan banyak uang hanya untuk belanja kaos, bantal, dan bahan kue. Aku belum pernah seboros ini sebelumnya. Tapi, nggak papa. Demi kebahagiaan yang sudah aku dapatkan, aku rasa aku juga perlu sesekali boros, hehehehe"


Semoga Dave dan Mas Jarvish suka dengan hadiah yang aku pilih.mndan semoga kuenya enak. Aku, kan, nggak begitu bisa bikin kue ulangtahun dan baru pertama kali ini bikin kue lemon cake keju. Batin Luna sembari membayar semua belanjanya di kasir.