
Mamanya Jarvish sungguh tidak menyangka kalau Dave adalah anaknya Jarvish dan Luna Aditya. Padahal Luna Aditya sebelumnya dikenalkan oleh Joshua sebagai pacarnya Joshua. Kegilaan macam apa ini? Batin mamanya Jarvish masih dengan wajah tercengang kaget.
Luna duduk kembali dan dengan canggung dia menoleh ke mama dan papanya Joshua.
Papanya Joshua tersenyum ke Luna dan Dave, lalu berkata, "Selamat datang, Dave. Ini Opa"
"Halo, Opa. Dave senang bisa berjumpa dengan Opa" Sahut Dave dengan senyum ramah dan sopan.
"Wah! Kamu anak yang sangat manis. Sini Opa pangku, mau?"
Dave menganggukkan kepala dan merosot turun dari pangkuan mamanya lalu melangkah ke opa yang baru saja ia kenal dan ia miliki.
Mamanya Jarvish masih berdiri dan menatap Luna dengan sorot mata penuh kebencian.
Papanya Joshua yang sebenarnya adalah orang yang baik, ramah, santai, penyayang, dan benar-benar bijak itu langsung berkata ke istrinya, "Ma, duduklah! Nggak sopan berdiri terus di depan tamu dan duduklah Jarvish lalu perkenalkan wanita yang kamu ajak! Kamu nggak belum pernah mengajak seorang wanita ke rumah Papa"
Jarvish memilih duduk di depan Joshua dan Luna. Kemudian pria itu berkata, "Ini Laura. Dia teman masa kecilku dan sekarang ini dia adalah teman dekatku"
Mamanya Jarvish langsung bertanya ke Laura, "Apa pekerjaan kamu?"
Laura menoleh ke mamanya Jarvish dengan senyum ramah lalu berkata, "Saya adalah putri tunggal dari pemilik hotel Green Palm. Saya menjabat sebagai Presdir di hotel milik Papa saya itu"
"Wah! Jarvish kau pandai memilih wanita. Lalu, kau Luna? Kau bilang tadi kalau kau adalah sekretarisnya Joshua?"
"Iya, Tante" Sahut Luna dengan canggung.
Joshua langsung menggenggam tangan Luna yang tampak gemetar di bawah meja. Dan pria tampan itu langsung berkata ke mamanya Jarvish, "Apa maksud Tante bertanya lagi ke Luna? Bukankah Luna sudah jelaskan semuanya tadi"
"Mama Jo, panggil Mama! Kenapa kamu masih memanggil Tante? Mas, Joshua masih memanggilku Tante"
"Biarkan saja, Ma. Ayo kita mulai makan saja. Dave mau disuapi sama Opa?" Papanya Joshua mencium pipi Dave dengan tulus.
Dave menganggukkan kepala dan Jarvish langsung berkata, "Dave, kata Dave seorang cowok harus mandiri? Kenapa sekarang minta disuapi sama Opa?"
"Dave suka sama Opa" Sahut Dave dengan keluguannya dan papanya Joshua langsung tertawa senang.
Joshua mendelik ke Jarvish dan pria tampan berkacamata itu langsung bangkit berdiri, "Jarvish, aku ingin bicara empat mata sama kamu. Sekarang juga!"
Jarvish langsung bangkit berdiri dan mengikuti langkah Joshua tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Joshua menghentikan langkahnya di tengah halaman belakang rumah megah papanya dan langsung berputar badan untuk berhadapan dengan Jarvish. Pria tampan berkacamata itu langsung bertanya, "Apa maksud kamu membawa Dave ke sini bersama dengan pacar kamu"
Jarvish yang tidak menyukai basa-basi langsung berkata, "Aku ingin menunjukkan ke semua orang termasuk ke Papa kamu kalau aku punya Dave"
"Lalu, kenapa harus hari ini? Kenapa tidak kemarin atau besok? Pasti Mama kamu sudah memberitahu kamu kalau aku akan kenalkan Luna ke Papa hari ini. Iya, kan?"
"Iya" Sahut Jarvish dengan santainya.
"Apa sebenarnya mau kamu Jarvish?" Joshua langsung menggertakkan gerahamnya.
"Aku hanya tidak ingin kalau kamu serius dengan wanita itu. Wanita itu adalah Mamanya Dave dan aku tidak mau kalau kamu menikahi wanita itu, Dave akan punya Papa tiri dan saudara tiri. Aku tidak mau Dave berakhir sama sepertiku" Sahut Jarvish dengan nada bicara dan sikap yang sangat santai.
"Lalu, bagaimana dengan dirimu sendiri dasar brengsek! Kau bawa pacar kamu di depan Papaku dan Mamaku. Itu artinya kamu juga serius dan akan menikahi wanita yang bernama Laura itu, kan?"
"Tapi, aku tidak sama denganmu Jarvish. Aku mencintai Luna. Aku sangat mencintai Luna dan juga mencintai Dave. Aku akan menikahi Luna dan menyayangi Dave seperti anakku sendiri"
"Dan aku akan menghalangi kalian. Aku nggak ingin Dave punya Papa tiri dan saudara tiri" Jarvish menatap dingin wajah tampan Kakak tirinya.
Joshua melayangkan bogem mentah ke Jarvish dan Jarvish berhasil menghindarinya
Di serangan kedua, Jarvish berhasil menangkap kepalan tangan Joshua dan langsung berkata, "Kalau kau ingin duel denganku jangan di sini, Jo! Aku tidak ingin Dave melihat kita duel. Itu bukan ajaran yang baik untuk Dave. Kalau kau ingin duel, aku tunggu kau di sasana latihan tempat aku melatih taekwondo"
Joshua langsung menari kepalan tangannya dan sambil membetulkan letak kacamatanya, ia berkata, "Baik! Besok aku akan ke sasana kamu" Lalu, pria tampan itu pergi meninggalkan Jarvish dengan menyenggolkan bahunya ke bahu Jarvish dengan sengaja. Jarvish membiarkannya karena dia tidak ingin menimbulkan keributan dan mengundang Dave datang. Dia tidak ingin Dave melihat dirinya duel dengan Joshua.
Ketika Jarvish hendak berputar badan untuk kembali masuk ke dalam, ia melihat Luna berjalan seorang diri dari arah toilet yang berada di dekat kolam renang. Jarvish langsung melangkah lebar dan menghalangi langkah Luna saat wanita itu ingin kembali masuk ke dalam
"Kenapa kau tiba-tiba muncul di depanku?"
Jarvish langsung memegang pergelangan tangan Luna dan menarik Luna ke balik pohon.
Luna langsung menarik tangannya dan mendelik, "Apa mau kamu?! Kenapa kau membawaku ke sini?"
"Apa kau mencintai Joshua?"
"Itu bukan urusan kamu"
"Jawab!" Jarvish langsung mengungkung tubuh Luna yang menempel di batang pohon.
Luna langsung mendorong dada Jarvish sambil berkata, "Itu bukan urusan kamu. Minggir! Aku akan kembali ke dalam"
Jarvish menahan pergelangan tangan Luna untuk bertanya, "Apa kau membenciku?" dan Luna langsung berkata, "Kau tidak ingin Dave melihat sosok Papanya yang dingin dan kasar, kan?"
Jarvish menggelengkan kepalanya.
"Kalau begitu lepaskan aku!" Luna mendelik ke Jarvish.
Dengan sangat terpaksa Jarvish melepaskan tangan Luna. Pria tampan itu menatap punggung Luna yang menjauh dengan bergumam, "Kenapa aku menariknya ke sini dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang nggak penting barusan? Ada apa denganku?"
Jarvish kemudian melamun cukup lama dengan masih berdiri di bawah pohon itu.
Tiba-tiba ia mendengar ada suara minta tolong dari tengah kolam renang. Tanpa berpikir panjang, Jarvish langsung berlari kencang ke sana dan tanpa berpikir panjang, ia melompat ke dalam kolam saat ia melihat Laura melambaikan tangan dari tengah kolam renang dan lambat laun kepalanya Laura tenggelam.
Semua yang berada di ruang makan yang menghadap ke kolam renang langsung berlari keluar saat mereka melihat Laura tenggelam dan Jarvish terjun ke dalam kolam renang.
Jarvish berhasil membawa Laura ke tepi, namun saat Jarvish ingin naik ke atas, dirinya yang masih berada di dalam kolam renang tiba-tiba merasakan kakinya keram dan dia tidak bisa naik ke atas. Secara refleks, Jarvish justru terus bergerak mundur sambil berusaha mencari kakinya yang ada di dalam air dan saat pria tampan itu berada di tengah kolam renang dia pun tenggelam.
Luna tanpa berpikir panjang langsung masuk ke dalam air saat ia melihat Jarvish tenggelam. Luna berhasil membawa Jarvish ke atas dengan bantuan papanya Joshua. Lalu, Luna segera melakukan CPR.
Joshua yang datang terlambat karena dia harus menjawab telepon penting terlebih dahulu, langsung tertegun saat ia melihat Luna dan Jarvish saling berpandangan dengan jarak yang sangat dekat.
"Kenapa kau menolongku? Berarti kau tidak membenciku, kan?"
Luna hanya bisa mengerjap-ngerjapkan mata di depan Jarvish.
Sedangkan Joshua menatap kedekatan Luna dan Jarvish dengan kecemburuan.