Memories Of Love

Memories Of Love
Cerita



Jarvish meletakkan wadah tahan panas yang berisi pizza bikinannya Luna di atas meja dan berkata, "Ini pizza kesukaan Mama. Luna yang membuatnya sendiri" Jarvish mengusap rambutnya Luna dengan senyum bangga.


Luna langsung menunduk untuk meraih tangan mamanya Jarvish karena ia ingin mencium punggung tangan wanita itu, namun dengan kasarnya wanita itu menepis tangan Luna dan langsung berkata, "Kenapa kau membawa wanita murahan ini ke sini, Jarvish? Dia tidak tahu malu. Habis masuk ke pelukan Joshua, dia masuk ke pelukan kamu dengan mudahnya. Dasar wanita......."


Jarvish terkesiap kaget dan langsung menggeram, "Cukup, Ma! Jangan hina Luna!"


Luna sontak menggelungkan tangannya di lengan Jarvish untuk menenangkan Jarvish, tapi mamanya Jarvish langsung menepis tangan Luna dari lengan Jarvish dengan. sangat kasar sambil berkata, "Singkirkan tangan kotor kamu dari lengan Putraku. Dasar wanita menjijikkan!"


Jarvish langsung menggamit pinggang Luna dan di saat dia tidak bisa mengontrol emosinya lagi, Jarvish berkata, "Wanita ini adalah Istriku. Aku dan Luna sudah menikah beberapa hari yang lalu"


Luna menoleh kaget ke Jarvish dan mamanya Jarvish langsung menampar pipi Jarvish sambil berteriak, "Dasar anak tidak tahu diuntung! Kenapa kamu selalu melawan Mama!"


Luna terkesiap kaget dan refleks menempelkan telapak tangannya ke pipi Jarvish yang ada bekas bekas tamparan mamanya Jarvish.


"Tampar saja terus, Ma!"


"Mas, jangan melawan Mama dan......"


"Diam kamu! Siapa yang mengijinkan kamu memanggilku Mama, hah?!" Mamanya Jarvish melayangkan tangan hendak menampar Luna dan Jarvish langsung menangkis tangan mamanya.


"Kau! Minggir! Biar Mama kasih pelajaran ke wanita tidak tahu malu yang sudah menjual dirinya ke kamu dan .....,"


"Cukup, Ma!"


"Mas, jangan emosi dan jangan lawan Mama kamu, Mas" Luna menahan lengan Jarvish.


Jarvish menoleh ke Luna dan berkata, "Kau duduk dulu di sana"


"Jangan pakai kekerasan, Mas. Ingat beliau adalah wanita yang sudah melahirkan Mas"


"Iya. Sekarang duduklah dulu di sana!" Jarvish mengusap rambut Luna dan itu membuat mamanya Jarvish meradang. Wanita itu menarik tangan Jarvish dan Jarvish langsung mengibaskan tangan mamanya sambil berkata ke Luna, "Buruan duduk di san!"


Luna segera berbalik badan dan berlari untuk menuruti permintaannya Jarvish dan di saat mamanya Jarvish melangkah maju hendak menyusul Luna, Jarvish langsung menghalangi langkah mamanya sambil berkata, "Kita perlu bicara, Ma"


"Minggir! Mama perlu bicara empat mata dulu dengan wanita itu!"


"Nggak! Mama justru harus dengarkan ucapanku dulu" Jarvish masih menahan langkah mamanya.


Akhirnya mamanya Jarvish menyerah dan sambil bersedekap ia berkata, "Oke, Mama akan dengarkan kamu"


"Aku memperkosa Luna dulu"


"Apa?! Nggak mungkin! Jarvish jangan bercanda dan......."


"Dengarkan aku dulu, Ma. Aku tidak bercanda. Aku memperkosa Luna dulu karena aku mabuk berat. Luna tidak menerima cek kosong yang aku tinggalkan. Luna memilih pergi dan tidak menuntut tanggung jawab padaku. Sampai akhirnya dia hamil anakku. Dia mempertahankan kehamilannya dan diusir oleh orangtuanya. Dia hidup sendiri dan berhasil melahirkan Dave dengan selamat dan berhasil membesarkan juga berhasil mendidik Dave dengan sangat baik"


"Lalu, dia memakai Dave untuk menguras uang kamu lebih banyak, lagi, kan, cih!"


Mamanya Jarvish langsung melangkah mundur dengan gontai lalu terduduk lemas di atas kursi. Dia telah salah menilai Luna Aditya selama ini.


"Lalu, masalah di hotel, Mama juga salah. Aku dan Luna tidak tidur satu kamar. Kami beda kamar. Kami pergi piknik bersama waktu itu karena kami ingin menghadirkan orangtua yang utuh kepada Dave. Kami ingin Dave bahagia. Namun, Mama justru membawa Joshua ke sana dan merendahkan Luna. Tapi,justru karena peristiwa itu Joshua memutuskan Luna dan aku bisa mulai mendekati Luna sampai akhirnya aku bisa mengajak Luna menikah"


Mamanya Jarvish langsung bangkit berdiri dan pergi meninggalkan Jarvish begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Namun, mamanya Jarvish tidak lupa membawa wadah tahan panas yang berisi pizza bikinannya Luna.


Luna bangkit berdiri dari tempat ia duduk dan berlari kencang untuk memeluk Jarvish dari arah belakang. Jarvish terkejut dan langsung berputar badan untuk memeluk Luna samb berkata, "Mama butuh waktu untuk bisa mencerna semuanya. Ayo kita pulang saja!"


"Mas, aku punya cerita yang ingin aku ceritakan ke Mas. Bisakah kita duduk dulu di sini?"


"Baiklah! Kita sekalian makan siang aja di sini dan nanti kita bungkus makanan untuk Dave"


"Hmm" Sahut Luna dengan senyum penuh cinta.


"Oke. Kamu pengen cerita apa?"


"Mamanya Mas tidak selingkuh. Mamanya Mas diminta oleh almarhum mamanya Mas Joshua........,"


"Berhenti manggil Mas ke Joshua! Aku tidak suka mendengarnya"


"Baiklah. Almarhum Mamanya Joshua meminta Mama kamu untuk menikahi Papanya Joshua di detik-detik terakhir kematiannya"


"Kamu dengar cerita itu dari siapa?"


"Dari Papanya Joshua"


"Dan kau memercayainya? Cih! Dia itu nggak bisa dipercaya, Luna"


"Tapi, beliau punya buktinya. Dan Mama kamu terpaksa tidak pulang karena Papanya Joshua sakit berbulan-bulan dan Joshua pun mengalami syok. Jadi, Mama kamu mengurusi mereka"


"Cih! Alasan saja. Kenapa dia lebih mementingkan keluarga orang lain dan menelantarkan keluarganya sendiri"


"Karena sebenarnya, Mama kamu dan Papa kamu sudah lama bercerai. Mama kamu bertahan di rumah itu saat beliau sudah bercerai dengan suaminya demi kamu. Dia menunggu kamu cukup dewasa dulu barulah beliau akan memberitahukannya ke kamu. Namu, siapa sangka justru terjadi kesalahpahaman"


Jarvish tertegun dan langsung mematung mendengar ceritanya Luna.


"Semua ada buktinya, Mas" Luna kemudian menangkup wajah tampan suaminya dan berkata, "Aku mengatakan semua ini karena aku ingin melihat kamu dan Mama kamu akur . Aku iuga ingin melihat kamu, Joshua, dan Papanya Joshua bisa hidup rukun. Karena aku tidak suka dendam mendendam. Aku lebih menyukai kerukunan"


Mamanya Jarvish masih duduk di mobilnya dan belum meluncurkan mobilnya ke tengah jalan raya. Dia membuka wadah tahan panas itu dan mencicipi pizza bikinannya Luna dengan derai air mata. Kemudian dengan tanpa ia sadari, ia menyenggol tuas gigi mobil ke huruf D dan menekan gas dan Braakkkk! Terdengar benturan yang sangat keras.


Tiba-tiba datang salah satu dari pelayan restoran tersebut yang berjaga di pintu depan. Pelayan tersebut datang menghampiri mejanya Luna dan Jarvish untuk berkata, "Nyonya yang tadi mengobrol dengan Anda di meja ini, mengalami kecelakaan baru saja"


Luna langsung bangkit berdiri dan berlari ke depan. Setelah meletakkan kartu namanya dan berkata, "Bawa semua makanan ke kantorku ini, asisten pribadiku akan membayarnya" Jarvish berlari menyusul Luna.