Memories Of Love

Memories Of Love
Geli



Wah! Benar-benar,nih, orang, dia malah menggigit leherku?!Emangnya dia ini siluman Rubah, ya? Main gigit aja. Huffftttt! Sabar, Luna, sabar!!!!! Batin Luna sambil mengerutkan keningnya, meremas tangan Dave dengan pelan saat lehernya digigit oleh Jarvish dan wanita itu masih pura-pura tidur.


Jarvish mengusap hasil gigitannya dengan mengulum bibir menahan senyum, lalu pria itu bergumam, "Ini tanda kepemilikan pertama ku. Kamu adalah milikku Luna Aditya"


Milikmu? Hah?! Milikmu apa? Enak aja bilang milikmu, milikmu. Luna yang masih memejamkan mata mendengus kesal.


Jarvish lalu bangun dan pergi ke kamar mandi sambil mengirimkan pesan text ke Surya, antarkan baju gantiku ke sini!


Karena tuannya berkata akan pergi membeli mainan dan mengunjungi papanya Luna Aditya, maka Surya membawakan baju ganti santai untuk bepergian.


Luna membuka mata saat Dave memanggil namanya, "Ma, ini sudah sore atau petang? Atau malah sudah pagi?"


"Hahahaha. Belum pagi, Sayang. Kamu lucu banget kalau bangun tidur dan kebingungan kayak gini" Luna menciumi wajah Dave dan berkata, "Ini masih sore. Ayo kita mandi dan pergi menjenguk Opa kamu di rumah sakit,x


"Opanya Dave, Papanya Papa?" Tanya Dave sambil merosot turun dari atas tempat tidur.


"Bukan Papanya Papa, tetapi Papanya Mama" Sahut Luna sambil menggandeng Dave ke kamar mandi.


"Mama masih punya Papa?"


"Masih, Sayang" Luna menggendong Dave dan kembali berkata, "Maafkan Mama kalau nggak cerita ke Dave. Papanya Mama masih ada dan beliau pengen ketemu sama Dave. Dave mau, kan?"


"Mau" Dave menganggukkan kepala dengan senyum semringah.


Luna membuka pintu kamar mandi dan langsung berteriak kencang, "Kyaaaaaa! Tutup mata Mama, Dave!"


Dave spontan menutup mata mamanya dengan dia telapak mungilnya sambil bertanya, "Kenapa Dave harus menutup mata Mama?"


Jarvish langsung menarik Dave ke pelukannya sambil bertanya, "Kenapa kau masuk ke kamar mandi tanpa ketuk pintu dulu?"


Luna yang masih memejamkan mata langsung menyemburkan, "Kenapa kamu mandi di sini?!"


"Ini rumahku. Suka-suka aku mau mandi di mana"


Luna langsung berbalik badan dan Jarvish langsung berlari untuk membukakan pintu sambil berkata, "Jalan ati-ati mata kamu tertutup, tuh"


Luna mendengus kesal dan berjalan ke depan dengan pelan sambil menjulurkan kedua tangannya untuk mencegah dirinya terantuk sesuatu.


Jarvish lalu menutup pintu kamar mandi dan menoleh ke Dave, "Mama kamu aneh, ya?"


"Iya" Sahut Dave dengan wajah polosnya dan Jarvish langsung menggemakan tawanya.


Luna membuka mata saat kakinya terantuk ranjang dan langsung mengelus dada sambil duduk di sofa. Kemudian ia mengerjap-ngerjapkan kelopak matanya sebanyak dua kali lalu menggelengkan kepala dengan cepat sambil berteriak, "Aaaaaaa! Mataku ternodai melihat Jarvish si pria aneh itu telanjang dada. Eh! Bagian bawah tadi tertutup handuk nggak, ya? Aaaaa! Dasar mesum kau Luna, kenapa justru memikirkan bagian bawah saat ini?" Luna menepuk pelipisnya dengan kesal. "Tapi, eh, tapi, tubuhnya bagus banget. What?! Stop Luna! Stop! Jangan mikir yang aneh-aneh lagi! Dasar otak mesum" Luna menepuk pelipisnya lagi dengan kesal.


Jarvish dan Dave keluar dari dalam kamar mandi. Kedua pria tampan itu tidak menemukan Luna di dalam kamar. "Lho, Mama kamu mana?"


"Nggak tahu, kan, dari tadi Dave sama Papa terus"


"Oh, iya. Emm, kamu udah ganteng. Tolong kamu keluar dan minta baju gantinya Papa ke Om Surya, ya?!"


"Baik, Pa" Dave berlari kecil keluar kamar dan kembali masuk ke dalam kamar selang sepuluh menit.


Jarvish kemudian memakai baju ganti di ruang ganti pakaian dan terus tertawa geli membayangkan kelucuan yang dibuat oleh Luna.


Luna keluar dari kamar sebelah dan sudah siap untuk pergi keluar dengan mengenakan dress dengan motif bunga kecil-kecil, berkerah bulat, panjang selutut, dan berwarna merah muda. Wanita itu mengikat rambutnya bergaya ekor kuda dengan asal dan membubuhkan bedak tabur.


Surya memandang wajah Luna Aditya dan mengagumi kecantikan alami wanita itu di dalam hatinya, Nyonya muda memang sangat manis dan kecantikannya alami. Tanpa make saja sudah semanis itu apalagi kalau pakai make up.


"Kamu lihat apa, Sur?" Jarvish berdiri di depan Surya sambil menggandeng Dave.


Jarvish lalu memutar badan dengan perlahan dan seketika tertegun melihat penampilannya Luna.


Dave langsung berlari menghampiri dan melompat masuk ke pelukannya Luna. Luna tertawa renyah dan langsung menciumi wajah Dave.


Jarvish menoleh ke Surya dan berbisik, "Kapan aku bisa jadi seperti Dave. Berlari masuk ke pelukannya Luna dan mendapat ribuan ciuman kayak gitu? Hiks, hiks, hiks"


Surya menatap tuannya dengan mengerutkan kening dan berbisik, "Cepat tembak aja, Tuan. Jangan menunggu terlalu lama"


"Siap delapan enam. Malam ini aku akan nembak dia"


"Hah?! tapi, jangan malam ini"


"Lho, kenapa?"


"Tuan harus menyiapkan sesuatu yang romantis biar Nyonya muda langsung bilang iya.Kalau malam ini terlalu buru-buru momennya kurang tepat dan ......"


"Apa yang kalian bisikkan?" Tanya Luna.


Jarvish dan Surya spontan mengarahkan pandangan mereka ke depan dan berkata, "Tidak ada" Secara bersamaan"


"Aku dan Dave akan pergi ke rumah sakit dan......"


"Aku ikut kalian dan Surya yang akan mengantarkan kita karena aku capek"


"Tapi, kamu nanti......."


"Aku akan tenang dan menunggu di luar kamar tanpa membuat ulah. Aku janji" Sahut Jarvish dengan cepat.


"Dave pengen Papa ikut, Ma" Sahut Dave.


"Baiklah" Sahut Luna.


"Terima kasih Dave" Jarvish mengusap puncak kepala Dave dan Dave langsung menjawab dengan senyum ceria, "Sama-sama, Pa"


"Kita pergi beli mainan dulu untuk mengisi kamarnya Dave, ya?!"


"Horeeeee!!!" Teriak Dave dengan wajah semringah.


"Jangan memanjakan Dave!" Sahut Luna.


"Aku mencari uang untuk siapa? Untuk Dave. Jadi, suka-suka aku kalau aku pengen membahagiakan Dave. Selama aku belum punya Istri aku akan terus membahagiakan Dave"


"Cepatlah cari wanita yang mau kau jadikan Istri kalau gitu. Jadi, Dave tidak kau manjakan terus!" Bisik Luna di telinga Jarvish.


"Apa ini secara tidak langsung kamu menawarkan diri untuk menjadi Istriku?" Jarvish balas berbisik di telinga Luna.


Luna langsung menegakkan kepalanya sambil berkata, "Jangan bercanda!"


Dan di saat Jarvish ingin berbisik lagi kalau dia tidak bercanda, Dave berteriak sambil menarik tangannya, "Pa! Kata Om Surya kita sudah sampai. Ayo cepat turun, Pa!"


Jarvish terpaksa menelan Kembali ucapannya dan turun dari dalam mobil sambil menggendong tangan mungilnya Dave.


Luna berkata ke Surya, "Lebih baik saya menunggu di mobil saja, ya, Pak Surya"


"Lebih baik kita ikut keluar, Nyonya muda. Kalau nggak, Tuan muda akan kasih hukuman yang aneh-aneh ke kita" Sahut Surya sembari melangkah turun dari dalam mobil.


Luna akhirnya terpaksa ikut melangkah turun dari dalam mobil.