
"Apa ini?" Tanya Luna sambil memungut map yang tergeletak di atas pangkuannya.
"Buka dan baca isi map itu!" Jarvish berkata dengan wajah datar dan sorot mata dingin.
Luna langsung membuka map itu dan tidak butuh waktu lama, wanita itu ternganga lebar di depan Jarvish.
"Itu bukti kalau aku adalah Papa kandungnya Dave. Berapa uang yang kamu minta?"
Luna sontak mengatupkan mulutnya karena tersinggung dengan ucapannya Jarvish. Lalu, wanita itu sontak berkata, "Aku tidak butuh uang kamu"
"Cih! Jangan sok suci! Bukankah kamu sama dengan wanita di luar sana yang mendekatiku hanya karena uang. Bahkan aku yakin pas kamu berikan tubuh kamu dengan suka rela ke aku, aku sudah kasih kamu segepok uang, iya, kan?!"
"Siapa yang memberikan tubuh dengan suka rela ke kamu?!" Luna sontak melotot ke Jarvish.
"Kalau kau tidak berikan tubuh kamu dengan suka rela ke aku, lalu bagaimana bisa ada Dave? Cih! Dasar wanita munafik!"
"Itu tidak benar"
"Lalu, kau nekat menemuiku lagi. Pasti karena uang juga, kan? Dave hanya kau pakai alasan saja dan..........."
Plak! Tanpa sadar Luna menampar keras pipi Jarvish dan wanita itu langsung berkata, "Aku menemui kamu karena ingin menyelamatkan anakku dan aku tidak pernah menjadikan keselamatan anakku sebagai alasan untuk apa pun juga!"
Jarvish langsung mencekik leher Luna dan melotot, "Bohong! Nggak usah munafik di depanku! Aku sudah hapal dengan wanita macam kamu yang berpura-pura suci, tapi mata duitan"
Luna menggigit lengan Jarvish dan saat pria itu menarik tangannya dari leher Luna sambil mengaduh, Luna langsung melotot sambil berkata, "Kau memang brengsek Jarvish Benjamin!"
Alih-alih marah karena wanita itu telah lancang menggigit lengan bawahnya, Jarvish justru tertegun. Dia belum pernah mendapatkan perlawanan setangguh itu dari seorang wanita. Dia menatap lekat mata wanita itu dan melihat sesuatu yang berkilat dan berbahaya.
"Kembalikan Dave! Katakan di mana Dave!" Luna berteriak kencang ke Jarvish.
Alih-alih mengatakan di mana ia menyembunyikan Dave, Jarvish membuka kaca jendela dan berteriak ke anak buah yang mengelilingi mobil Lamborghini hitamnya, "Bawa wanita ini keluar sekarang juga!"
Anak buahnya Jarvish langsung membuka pintu di mana Luna berada dan langsung mencekal kedua lengan atasnya Luna untuk menyeretnya keluar dari dalam mobil. Luna sontak meronta dan berteriak, "Tidak!!!!! Aku tidak mau keluar sebelum kamu bilang di mana Dave!!!!"
Brak! Pintu mobil ditutup di depan Luna dan Lamborghini hitam itu langsung melaju kencang meninggalkan Luna begitu saja.
Anak buahnya Jarvish langsung melepaskan lengan Luna dan meninggalkan wanita itu begitu saja.
Luna langsung bersimpuh dan berteriak kencang, "Tolonngggg!"
Supir pribadinya Luna langsung keluar dari dalam mobil dan mencari suara tolong itu. Saat ia melihat Luna pingsan di atas jalan dikerumuni banyak orang, Lastri langsung berlari dan menyibak kerumunan orang banyak itu dan meminta tolong seorang pria berseragam satpam untuk membawa Luna ke parkiran mobil.
Lastri memasang sabuk pengamannya Luna, lalu menggoyang-goyangkan botol plastik kecil berisi minyak kayu putih yang terbuka lebar tutupnya di depan hidungnya Luna.
Luna membuka kedua matanya dan langsung berteriak kencang, "Dave!!!!!"
Jarvish membuka pintu rumahnya dan ia menemukan miniatur dirinya tengah bermain dengan asisten rumah tangganya. "Tinggalkan kami, Bi!"
"Baik, Tuan" Sahut wanita paruh baya itu.
Dave mengerjapkan mata beberapa kali di depan pria yang berjongkok di depannya. Lalu, anak kecil yang sangat tampan itu bertanya, "Anda siapa?"
Jarvish memeluk Dave dan dengan suara parau menahan tangis haru, pria tampan itu berkata, "Aku adalah Papa kamu, Nak. Papa kandung kamu"
"Berarti benar kata Mama kemarin malam" Sahut Dave di dekapan hangatnya Jarvish.
Jarvish melepaskan pelukannya untuk bertanya, "Apa kata Mama kamu? Mama kamu mengatakan hal buruk tentang Papa, ya?"
Dave langsung menggelengkan kepalanya kemudian berkata, "Mama tidak pernah berkata jelek soal Papa. Kata Mama, Papa tinggal di bulan selama ini dan kemarin malam, Dave melihat bulan dengan teropong. Tiba-tiba Dave melihat ada bintang jatuh semalam dan kata Mama, itu tandanya Papa turun ke bumi menaiki bintang"
"Iya dan Mama tidak pernah berbohong. Semua yang diucapkan Mama selalu benar. Sekarang pun ucapan Mama terbukti benar, kan?" Sahut Dave.
Jarvish langsung menggendong Dave dan mengajak Dave duduk di sofa. Dia memangku Dave dan berkata, "Ucapan Papa juga selalu benar. Papa juga tidak pernah berbohong"
Dave memandangi wajah papa yang baru ia temui untuk pertama kalinya.
"Ada apa? Ada yang salah di wajah Papa? Papa jelek, ya?"
Dave menggelengkan kepala dengan cepat lalu berkata, "Papa sangat tampan. Dave pernah melihat wajah Papa sbelumnya. Tapi, di mana, ya?"
"Pasti di televisi. Papa sering muncul di televisi" Sahut Jarvish dengan senyum bangga.
Dave kembali menggelengkan kepala dengan cepat dan berkata, "Di rumah Dave nggak ada televisi. Ponsel Mama juga ponsel lama yang hanya bisa dipakai telepon dan kirim pesan text. Dave nggak pernah lihat Papa di layar kaca baik di televisi maupun di ponsel"
Jarvish langsung menggeram kesal, "Mama kamu kamu sekali. Kenapa dia tidak belikan TV untuk kamu?"
"Mama nggak kejam, Pa. Mama hanya berhemat dan Dave paham, kok"
"Kalau begitu, kamu lihat Papa di mana?"
"Ah! Iya. Dave lihat Papa ada di dalam kotak rahasianya Mama"
"Di mana kotak itu?"
"Ada di apartemen"
"Oke kita ke apartemen itu. Papa jadi penasaran sama isi kotak Mama kamu itu. Kamu hapal letak apartemennya, kan?"
"Hmm. Dave sangat pandai menghapal" Sahut Dave dengan senyum bangga dan Jarvish langsung mencium pipi Dave lalu berkata, "Ya, tentu saja! Kau dapatkan kecerdasan kamu itu dari Papa"
Satu jam kemudian, Dave dan Jarvish berdiri di depan pintu apartemen.
"Ini apartemen siapa?"
"Apartemen Mama"
"Kalian tinggal di apartemen ini sekarang?"
"Iya. Sejak Mama bekerja di kantor, Dave dan Mama tinggal di sini"
"Oh" Sahut Jarvish.
Dave lalu memasukkan password 2803 untuk membuka pintu itu dan saat pintu terbuka lebar, Jarvish mengikuti langkah Dave masuk ke dalam sambil bertanya, "Tadi nomer apa?"
"Tanggal lahirnya Dave"
"Kamu lahir di bulan Maret? Papa juga. Papa lahir tanggal tiga puluh. Wah! Kita lahir di bulan yang sama dan tanggal lahir kita berdekatan". Jarvish langsung menggendong Dave dan menciumi wajah Dave dengan gemas.
"Papa duduk dulu di sofa. Dave akan ambilkan kotaknya Mama"
Sepeninggalnya Dave, Jarvish mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan apartemen mewah itu sambil bergumam lirih, "Dia kerja di mana dan kerja menjadi apa? Kok, tiba-tiba bisa pindah ke apartemen semewah ini? Apa dia wanita simpanan Om-Om kaya? Kalau benar begitu, keinginanku menjauhkan Dave darinya adalah tepat"
Dave muncul kembali di depan Jarvish dan meletakan sebuah kotak di atas pangkuan Jarvish sambil berkata, "Di dalam kotak ini ada foto Papa di sebuah kertas yang dilaminating oleh Mama"
Jarvish membuka kotak itu dan langsung tertegun.