Memories Of Love

Memories Of Love
Menggemaskan



Pria tampan itu kemudian menarik diri dari Luna dan berbalik badan untuk membuka pintu dan keluar dari dalam mobil. Saat Jarvish hendak menutup pintu, ia mengerutkan keningnya. Pria super tampan pemilik hotel dan resort mewah itu kemudian membungkuk dan memasukkan kepalanya ke dalam mobil untuk bertanya, "Kenapa kamu masih membeku di situ? Kamu nggak turun? Apa kamu menunggu aku cium seperti putri tidur di cerita dongeng yang pernah kamu ceritakan ke Dave, dicium pangerannya baru bisa bergerak tuh putri. Kamu pengen kayak gitu?"


Luna tersentak kaget dan langsung membuka pintu dan keluar dari dalam mobil. Setelah menutup pintu mobil, wanita itu berlari kencang meninggalkan Jarvish.


Jarvish menarik pelan kepalanya dari dalam mobil dan dengan tergelak geli dai menutup pintu mobilnya. Pria tampan itu kemudian berjalan pelan masuk ke dalam rumah sambil menggelengkan kepala cepat dan bergumam, "Dia lucu banget. Menggemaskan seperti anak kucing. Sungguh menggemaskan"


'Di mana kamar saya Pak Surya?"


"Anda bebas memilih ingin masuk ke kamar mana, Nyonya. Kalau Tuan muda ada di kamar tengah itu" Sahut Surya.


"Kalau begitu saya akan ke kamar itu juga. Permisi Pak Surya"


Surya membungkukkan badan sambil berkata, "Silakan Nyonya.


Luna langsung berlari masuk ke kamar yang ditunjuk oleh Surya barusan dan langsung bersandar ke pintu kamar sambil bergumam di dalam hati, kenapa dia selalu berkata cium, cium, dan cium? Dasar pria aneh.


"Mama kenapa? Mama habis lari, ya? Mama lihat apa kok lari?"Tanya Dave yang sedang mengerjakan tugas sekolah di meja belajar"


Luna sontak tersenyum lebar dan berkata, "Mama cuma olahraga sebentar tadi, hehehehe. Mama, kan, lama nggak olahraga"


"Oh!" Sahut Dave sambil menatap bukunya kembali.


Luna kemudian melangkah dan duduk di tepi ranjang untuk meredakan detak jantungnya yang masih bertalu-talu tak beraturan.


Surya mengerutkan keningnya saat ia melihat tuannya masuk ke dalam rumah dengan terus tergelak geli. "Anda kesambet apa, Tuan? Kenapa ketawa terus?"


"Luna, dia lucu banget Sur. Hahahahaha. Aku nggak kuat lagi, aku pengen ketawa terus,nih. Ambilkan aku air minum" Jarvish berucap di sela gelak tawanya sembari duduk di sofa.


Surya mengambilkan air minum dan bergumam, lucu? Emang selucu apa Nyonya muda kenapa Tuan bisa sampai tertawa terus kayak gini? Tuan bahkan nggak pernah tertawa seriang ini pas dia memenangkan proyek besar dan selama belasan tahun aku ikut beliau, aku tidak pernah melihat Tuan tertawa seriang ini. Emang apa yang sudah Nyonya muda lakukan?


Setelah menghabiskan satu gela air putih, Jarvish meletakan gelas di atas meja sambil berkata, "Aku masih pengen di sini sebentar. Aku juga akan antarkan Luna dan Dave ke rumah sakit sebentar lagi"


"Ke rumah sakit? Untuk apa, Tuan?" Surya bertanya sembari duduk di depan Jarvish.


"Kau lupa, ya. Papanya Luna, kan, ada di rumah sakit. Pria tua itu ingin bertemu dengan Dave"


"Oh"


"Kamu nanti suruh orang untuk membuat taman bermain di kamar paling pojok. Aku akan ubah kamar itu menjadi kamar bermain khusus untuk Dave"


"Baik, Tuan"


"Lalu, emm, kamu suruh Bi Nina pindah ke sini saja. Biar Bi Nina bantu-bantu Luna di sini"


"Tapi, Anda bagaimana, Tuan?"


"Masih ada Temon. Luna lebih butuh Bi Nina daripada aku" Sahut Jarvish.


"Baik, Tuan"


"Lalu, mulai besok pas Luna kerja, pasang CCTV di semua ruangan"


"Termasuk kamarnya Tuan muda?"


"Hmm"


"Lebih baik aku ajak mereka keluar sekarang saja. Aku akan ajak Dave dan Luna beli mainan untuk mengisi kamar bermainnya Dave nanti setelah itu kita bisa langsung ke rumah sakit"


"Saya akan siapkan mobil, Tuan"


"Hmm"


Ceklek! Jarvish tertegun melihat Luna dan Dave tidur di atas kasur dengan saling berpelukan.


Jarvish lalu menelepon Surya dan berkata dengan suara lirih, " Nggak jadi pergi. Luna dan Dave tidur saat ini"


"Baik, Tuan. Kalau gitu saya akan ke ruang kerja Anda untuk menyiapkan berkas meeting dengan pihak Araya Group, besok sekalian menyuruh Bi Nina pindah ke rumah ini, Tuan"


"Hmm" Sahut Jarvish


Surya kemudian mengendari mobil pindah ke rumah sebelah.


Jarvish kemudian duduk di tepi ranjang dan memandang punggung Luna, kemudian memandangi wajah Dave dan kemudian memandangi wajah Luna.


Maafkan aku. Aku telah membuat kalian menderita selama ini. Mulai sekarang, aku tidak akan membiarkan siapa pun menindas kalian. Lalu, pria tampan itu naik ke atas ranjang, merebahkan diri di samping Luna, dan dengan santainya ia memeluk Luna dan menggenggam tangan Luna dan Dave.


Jarvish mencium rambut Luna, lalu membenamkan wajahnya di leher Luna sambil bergumam di dalam hati, kamu wangi, Luna. Aku sangat menyukai wangi kamu. Wangi kamu membuat hatiku merasa damai dan tenteram. Dan tanpa menunggu hitungan menit, Jarvish pun tertidur lelap.


Luna terbangun dan saat ia merasakan pinggangnya ada yang menindih, wanita berjaga manis dan lembut itu spontan menunduk dan alih-alih berteriak kaget saat ia melihat tangan Jarvish menggenggam tangannya dan tangan Dave, Luna tertegun.


Kemudian wanita itu memejamkan kembali matanya saat ia merasakan Jarvish bergerak di belakangnya dan bergumam, "Sial! Aku ketiduran"


Luna terus memejamkan matanya dan bergumam ke jantungnya, hei! Berhentilah berdetak kencang wahai jantungku yang manis! Kalau kamu berdetak sekencang ini, pria aneh ini bisa mendengarnya.


Jarvish tersenyum melihat Luna dan Dave masih memejamkan mata. Lalu, ia memajukan wajahnya, pipinya melintasi pipi Luna. Jarvish mencium pipi Dave dan Luna seketika hampir mati terkena sesak napas. Wangi parfum maskulinnya Jarvish yang menguar dari leher pria itu, menusuk hidung Luna dan membuat jantung wanita itu berdegup semakin kencang.


Jarvish menarik wajahnya dari pipi Dave dan memandangi wajah Luna cukup lama. Dia merapikan rambut Luna yang menutupi wajah manis itu sambil bergumam, "Kamu manis sekali saat tidur"


Napas hangatnya Jarvish berhembus di pipi Luna dan Luna langsung berkata di dalam hatinya, jangan cium aku! Jangan cium aku!.


Cup! Terlambat sudah. Jarvish mendaratkan kecupan di pipi Luna.


Aaaaaaa! Kenapa dia menciumku lagi? Luna menjerit frustasi di dalam hatinya.


Jarvish tersenyum geli saat ia menangkap kalau Luna berpura-pura tidur. Jarvish melihat kelopak mata Luna bergerak-gerak dan bibir Luna sedikit merengut setelah ia mendaratkan kecupan di pipi wanita itu.


Pikiran jahilnya Jarvish kembali bekerja, pria itu kemudian mencium pipi Luna kembali sukup lama sembari melihat kelopak matanya Luna. Jarvish menarik bibirnya dari pipi Luna dan langsung mengulum bibir saat ia kembali melihat kelopak mata wanita itu bergerak-gerak.


Kemudian pria itu menyusupkan wajahnya di leher Luna.


Luna ingin berteriak kencang saat itu juga, namun dia menahan diri karena dia masih berakting berpura-pura tidur.


Akting pura-pura tidur kamu, keren juga, Manis. Bagaimana kalau aku menggigit leher kamu. Apa kamu masih bisa berpura-pura tidur? Batin Jarvish.