Love In The Rain

Love In The Rain
BAB 7



Rika dan Adit pun sampai di kampus. Rika meminta Adit menurunkannya di depan pos satpam saja. Ia takut nanti semua orang akan melihatnya, mereka pasti megejek Adit dan juga dirinya.


"Kak Adit, aku turun disini saja." ucap Rika sambil menepuk pundak Adit.


"Loh kenapa? Kamu malu? Aku gak akan turunin kamu." ucap Adit.


"Iya Kak, nanti Kakak di ejek temen kakak." ucap Rika.


"Haha... Aneh kamu, aku gak mau bantu orang setengah-setengah. Aditpun melaju langsung ke parkiran kampus. Ia tak menghraukan ucapan Rika. Rika hanya terdiam, semua pasang mata melihat mereka berdua. Apalagi para perempuan di kampus itu. Mereka tak pernah melihat Adit membonceng gadis manapun, tapi kali ini Adit ke kampus bersama Rika. Sesampainya mereka di parkiran.


"Sekali lagi, terima kasih Kak, ini helm nya Kak. Maaf aku buru-buru takut kelas nya udah mulai." ucap Rika. Adit hanya mengannguk, Rikapun berlari menuju kelas nya untung saja ia belum terlambat. ia lupa menanyakan di mana alamat bengkel teman Adit.


"Oh iya aku lupa nanya dimana alamat bengkel temannya kak Adit lagi." gumam Rika. Ia akan menanyakannya nanti setelah kelas selesai.


Rika kebingungan mencari Adit, ia sudah berkeliling kampus. Tapi ia juga tak menemukan Adit. Rika mencoba bertanya pada Jeni.


"Jen kamu lihat kak Adit tidak?" tanya Rika.


"Nggak tuh, kenapa emang kamu mencari Kak Adit? Mau minta tanda tangannya lagi? Kan ospek udah lewat Rik." ucap Jeni meledek Rika.


"Jangan ngaco deh, ada urusan lah pokoknya, ya sudah aku cari dia dulu ya." ucap Rika, ia


teringat bahwa Adit sering duduk di bawah pohon palm di samping aula. Rika langsung berjalan menuju kesana. Ternyata benar Adit sedang duduk di situ sedang membaca buku. Rika pun mendekati Adit.


"Kak Adit" seru Rika.


"Ada apa?" tanya Adit.


"Aku mau nanya alamat bengkel teman Kakak dimana, soalnya aku mau ngambil motor ku." ucap Rika.


"Nanti biar kuantar." ucap Adit, matanya tak beralih dari buku yang dia baca.


"Nggak usah Kak, nanti aku cari ojek online saja." ucap Rika menolak.


"Gak usah nolak, kamu ada kelas lagi?"


"Enggak ada lagi kak, cuma tadi pagi kok." jawab Rika.


"Mau pergi sekarang?" Adit menoleh Rika.


"Iya kak, soalnya aku mau kerja lagi di supermarket." ucap Rika.


"Ayo kita pergi, kebetulan aku juga gak ada kelas." ucap Adit berdiri dari tempat duduk nya.


"Tapi Kak, apa tidak merepotkan Kakak?" ucap Rika takut.


"Enggak, ya sudah ayo." ucap Adit lalu berjalan ke parkiran, Rika pun mengikuti. mereka pun pergi menuju bengkel Diki. terlihat dari jauh Fina dan teman-temannya melihat Adit berboncengan dengan Rika. Fina pun geram melihatnya, karna selama ini Fina berusaha mengejar Adit tapi Adit tak pernah menghiraukannya.


"Lihat saja akan kuberi pelajaran ke kamu cewek udik!" ucap Fina geram. Ia akan merencanakan sesuatu yang buruk pada Rika.


Rika dan Adit pun sampai di bengkel Diki, sepeda motor Rika tampak nya sudah bagus kembali.


"Gimana Dik, sudah siap motornya? Berapa semua?" tanya Adit.


"Sudah bro, lima puluh ribu aja." jawab Diki.


"Ini uang nya bro, makasih ya." ucap Adit lalu memberikan uang lima puluh ribu kepada Diki.


"Kenapa Kakak yang bayar? Biar aku aja Kak, ini kan motorku." ucap Rika merasa tidak enak dengan Adit.


"Sudahlah, biar aku saja." ucap Adit. Merekapun pamit ke Diki.


"Kak Adit, terima kasih banyak atas semuanya kalau gak ada Kakak aku tadi gak tau harus gimana." Rika sangat berterima kasih pada Adit.


"Sama-sama, gak usah berlebihan. Aku pulang duluan." ucap Adit.


"Iya Kak hati-hati." ucap Rika sambil tersenyum. Adit pun membalas senyumnya. Rika tersentak, wajahnya memerah.