Love In The Rain

Love In The Rain
BAB 11



Adit termenung sambil memegang gitarnya, dia tak mengerti dengan peraasannya saat ini kenapa dia bisa sangat peduli pada Rika. Ia tidak tega jika melihat Rika terluka. aneh sekali, hatinya merasa ada rasa sayang pada Rika.


"Ah! Kenapa aku memikirkan cewek lugu itu, aku gak mungkin suka sama Rika, dia bukan tipeku sama sekali." gumam Adit, sebenarnya yang dikatakan Rika kemarin benar. Adit hanya mengasihani nya tidak lebih.


Adit meletakkan gitarnya lalu menarik selimut untuk tidur. Ia tak ambil pusing dengan perasaannya dengan Rika, Adit berpikir itu semua hanya rasa empati kepada sesama teman.


"Kamu bersalah Adit! Kamu bersalah! Kamu adalah seorang pembunuh!" ucap seorang pria berjubah hitam menunjuk Adit di tengah hujan deras.


"Nggak! Aku bukan pembunuh, aku tidak sengaja, aku sudah menebus kesalahanku!" ucap Adit membela dirinya.


"Kamu menghilangkan nyawa seseorang! Bagaimana kamu bisa bilang sudah menebus kesalahanmu, kamu lari dari kenyaatan Adit. Sadarlah! Minta maaflah sebelum terlambat." ucap pria itu lagi. Betapa terkejutnya Adit saat pria itu membuka jubahnya, pria itu adalah dirinya sendiri.


"Tidaaaaakkk...." Adit langsung terbangun dari mimpi buruknya. Keringatnya bercucuran, hujan sangat deras beserta petir malam itu, nafasnya terenguh. Kejadian di masalu, selalu menghantuinya. Adit mencoba untuk kembali tidur.


Di kampus, Adit berjalan menuju perpustakaan untuk mengembalikan buku yang ia pinjam, tapi jalannya di hentikan oleh Fina.


"Hay, Dit, mau kemana?" ucap Fina langsung memegang lengan Adit.


"Ke perpustakaan, Fin. Maaf tolong singkirkan tanganmu tidak enak dilihat orang." ucap Adit yang merasa terganggu oleh perbuatan Fina.


"Iya...iya. Eh, Dit, ntar sore nonton yuk, aku punya dua tiket nonton nih, seru loh filmnya." Fina berusaha membujuk Adit.


"Hmm gimana, ya..." ucap Adit bingung.


"Aku mohon, Dit. Kali ini saja." ucap Fina memohon.


"Ya Sudah." ucap Adit mengiyakan.


"Beneran, Dit. Ya ampun aku seneng banget. Nanti jemput aku ya." ucap Fina senang.


"Iya, aku duluan. Buru-buru soalnya." Adit lalu pergi ke perpustakaan, sebenarnya ia sangat malas untuk pergi bersama Fina, tapi entah kenapa kali ini ia langsung mengiyakan ajakan Fina. Semua karna Adit takut kalau dirinya suka pada Rika gadis lugu itu. Jeni sedang berjalan menuju parkiran, tak sengaja dia melihat Adit dan Fina berjalan bersama.


"Iya." jawab Adit singkat. Jeni yang sedari tadi di belakang mereka mendengarkan percakapan itu. Jeni yang mendengarkan percakapan itu, buru-buru melajukan motornya hendak kerumah Rika, dia tidak melihat Rika di kampus hari ini. Untungnya, dia sudah pernah ke rumah Rika waktu baru-baru mereka berteman dulu.


"Assalamualaikum Bu" ucap Jeni.


"Waalaikumsalam Nak, mau cari Rika ya?" jawab Bu Nur.


"Iya Bu, Rika ada? Kenapa dia gak kekampus tadi Bu?" tanya Jeni penasaran.


"Rika kemarin jatuh dari motor Nak, masuk aja Nak, Rika ada dikamar kok." ucap Bu Nur mempersilahkan Jeni masuk.


"Iya, Bu, Jeni langsung ke kamar ya, bu." ucap Jeni.


"Kamu mau minum apa? Biar ibu buatkan." tanya Bu Nur.


"Gak usahlah Bu, kayak sama siapa aja ibu ini." ucap Jeni pada Bu Nur. Bu Nur pun tersenyum dan kembali ke warung untuk jualan lagi. Jeni langsung masuk ke kamar Rika.


"Hai, Rik, gimana keadaanmu? Kenapa bisa jatuh dari motor sih?" tanya Jeni sambil memegang tangan Rika.


"Aaah... Jangan di pegang dong Jen, sakit." ucap Rika. Rika sudah tau kebiasaan temannya itu.


"Hehe... Maaf, maaf, terus siapa yang nolongin kamu? Terus motormu mana?" tanya Jeni bertubi-tubi.


"Aku di tolong sama kak Adit, motor aku ada di rumahnya." jawab Rika.


"Cieee... Udah makin deket aja nih, tapi tadi kak Adit sama kak Fina mau pergi nonton katanya." ucap Jeni meledek Rika dan dia juga menceritakan apa yang dia dengar di parkiran tadi.


"Enggak Jen, perempuan sepertiku bukan selera Adit." Rika mengernyitkan dahinya, pura-pura heran. "Kenapa kamu bilang itu sama aku, apa urusannya sama aku? Mereka cocok kok." ucap Rika lesu.


"Gak boleh ngomong gitu ah, jodoh siapa yang tau." ucap Jeni. Sekitar dua jam Jeni di rumah Rika, ia pun pamit pulang karna hari mulai sore.