Love In The Rain

Love In The Rain
BAB 24



Rika memasuki kamar, ia membuka lemari kecilnya untuk mengambil beberapa pasang pakaian. Rika sudah mencoba semuanya tapi tidak ada yang cocok, biasanya Rika tak ribet seperti ini kalau hendak pergi keluar, tapi kali ini ia sangat kebingungan, karna ia akan pergi bersama orang yang istimewa baginya saat ini. Akhirnya Rika memutuskan untuk memakai baju kaos oblong berwarna pink gelap dan celana jeans biru muda. Jam dindingnya sudah menunjukkan pukul tujuh dua puluh malam, sebentar lagi Adit akan tiba di rumah nya.


Pakaian santai saja, kan cuma mau beli buku, batin Rika.


Terdengar suara mobil di depan rumah Rika, tak lain adalah mobil Adit. Bu Nur pun membukakan pintu.


"Duduk dulu ya Nak Adit, biar Ibu panggilkan Rika." ucap Bu Nur.


"Iya Bu, terima kasih." ucap Adit tersenyum sopan pada Bu Nur.


Didalam kamar Rika sedang merapikan rambutnya dan hendak memasang sepatu All star kesayangannya.


"Rika... Adit sudah menunggu kamu di depan." ucap Bu Nur berjalan mendekati Rika.


"Iya Bu, ini sudah siap kok. Bu... Rika terlihat cantik tidak?" tanya Rika malu -malu.


"Anak Ibu kan memang cantik." ucap Bu Nur memuji anak kesayangannya itu.


Adit dan Rika pun berpamitan dengan Bu Nur. Didalam mobil mereka berdua hanya diam. Rika memandangi Adit yang sangat tampan dengan memakai celana jeans biru senada dengan kemeja kotak-kotaknya.


"Mau beli bukunya dimana, Kak?" tanya Rika memecah keheningan.


"Di Mall dekat taman saja, Rika." ucap Adit yang tak mengalihkan pandangannya.


Merekapun sampai di Mall yang di tuju, Adit memarkirkan mobilnya, ia membukakan pintu mobil untuk Rika.


"Kak Adit ini, aku kan bisa buka sendiri." ucap Rika merasa tidak enak.


"Tidak apa-apa, ayo masuk kedalam." ucap Adit lalu mengajak Rika memasuki Mall.


Kak Adit walaupun dingin, tapi tak kalah romantis juga, batin Rika.


Mereka menuju ke lantai tiga Mall Journey, Rika berjalan dibelakang Adit, ia tak bisa mengimbangi langkah kaki Adit. Tiba-tiba Adit menghentikan jalannya yang membuat Rika menabrak tubuhnya.


"Kenapa berjalan di belakang ku?"


"Aku tak bisa mengimbangi langkah kaki Kakak." ucap Rika jujur.


Adit menghela napasnya, ia sangat gemas dengan tingkah laku gadis lugunya itu.


Adit lalu menggenggam tangan Rika, melanjutkan jalannya. Rika hanya diam, ia sesekali menatap wajah manis Adit, tangannya kaku dalam genggaman Adit,


merekapun sampai di toko buku pavorit Adit.


Adit lalu memilih buku-buku di sana.


"Kak Adit mau beli buku apa?" tanya Rika.


"Yang mana saja buku insfirasi atau Novel yang baru." ucap Adit sembari memilih buku-buku itu.


Rika hanya mengangguk, saat Adit sedang serius seperti ini, ketampanannya bertambah berkali-kali lipat menurut Rika.


"Rika... Aku sudah dapat nih bukunya, kamu tidak beli?" tanya Adit yang membuyarkan tatapan Rika.


"I...iya, Kak." ucap Rika agak terkejut.


"Kamu tidak mau beli?" Adit mengulangi pertanyaannya


"Oh tidak usah, Kak Adit." ucap Rika tersenyum, pikirnya. Dia tidak akan sempat untuk membaca buku lagi dengan jadwalnya yang sangat padat, untuk tidur saja ia hanya mempunyai waktu yang sedikit.


"Ya sudah, ayo kita ke kasir." ucap Adit mengajak Rika.


Mereka keluar dari toko buku itu, Adit megajak Rika makan di salah satu restoran jepang, Rika hanya menurutinya.


"Mau makan apa Rika?" tanya Adit lalu duduk di kursi restoran.


"Terserah Kak Adit saja." ucap Rika.


Adit memesan dua piring bakmi goreng dan es teh. Mata Rika tertuju pada tiga perempuan yang juga memasuki restoran yang sama tak lain adalah Fina, Sela dan Sisil. Spontan saja Rika memegang pundak Adit yang sedang memakan bakminya.


"Ada apa Rika?" tanya Adit yang terkejut.


"Kak Adit lihat itu, ada Fina dan teman-temanya." ucap Rika cemas.


Tiba-tiba Adit mendekati Rika seperti hendak merangkul, ia tau Rika sangat takut terjadi apa-apa nanti di kampus kalau Fina melihat mereka berdua.


Deg...deg...


"Jangan takut, mereka tidak akan melihat kita, kalaupun mereka melihat kita, aku pasti akan melindungimu." ucap Adit menatap wajah Rika yang sudah memerah. Fina dan teman-temannya sudah tidak ada lagi di situ.


"Terima kasih, Kak Adit..." Rika mendorong pelan tubuh Adit. Adit pun tersenym lalu memundurkan tubuhnya.


"Ya sudah ayo kita pulang, tapi sebelum pulang kita mampir di taman sebentar ya." ucap Adit mengajak Rika.


"Boleh..." ucap Rika mengiyakan ajakan Adit.


Mereka sampai di taman yang sangat indah itu, Mereka duduk disalah satu kursi taman.


"Bagus sekali tamannya Kak, pasti indah kalau difoto." ucap Rika.


"Kamu hobi foto-foto juga?" tanya Adit.


"Iya Kak, dulu waktu kecil aku bercita-cita ingin menjadi fotografer, tapi biaya jadi fotografer ternyata mahal ya." ucap Rika lalu menundukkan kepalanya.


"Sekarang coba fotoin aku." perintah Adit pada Rika.


"Baik. Sini aku fotoin, pasti nanti hasilnya bagus." ucap Rika lalu mengambil ponsel Adit.


"Aku yang menilai." ucap Adit tersenyum.


Rika berdiri dan mulai mengambil gambar Adit, ia tertegun melihat Adit bergaya tampan sekali.


"Sini, lihat hasilnya." Adit melihat hasil foto Rika.


"Lumayan juga." ucap Adit tersenyum pada Rika. Rika tersenyum, sementara Adit melihat-lihat foto-foto itu, Rika beberapa kali menguap, ia sepertinya sudah mengantuk, karna tadi siang ia sangat kelelahan saat membantu ibunya. Tiba-tiba ia menjatuhkan kepalanya di bahu Adit. Tak butuh waktu lama, Rika sudah tertidur. Adit yang melihat Rika tertidur membiarkannya, suasana inilah yang membuat dirinya nyaman.


"Aku sangat menyayangimu Rika, aku akan menjagamu selamanya." Adit memeluk erat tubuh Rika sebuah pulau yang sangat indah.


"Aku juga..." Rika membalas pelukan Adit.


Rika membuka matanya, ia melihat Adit sedang memandangi bintang lalu melihatnya.


"Sudah bangun? Kamu pasti kelelahan." ucap Adit lalu mengelus rambut Rika.


"Kenapa Kak Adit lembut sekali padaku? Ini pasti aku masih bermimpi." gumam Rika.


Rika lalu memegang pipi Adit dan dengan sangat berani Rika mencium pipi Adit.


Kenapa ini terasa sangat nyata? Batin Rika.


Adit tersentak dengan perlakuan Rika, ia tak menyangka Rika sangat berani melakukan itu. Adit yang terbawa suasana lalu perlahan mendekati bibir mungil Rika, ia hendak mencium balik Rika, tapi Rika menahannya.


"Kak Adit... Kenapa Kakak melakukan ini?" tanya Rika lalu mendorong pelan tubuh Adit.


"Kamu juga menciumku tadi." ucap Adit.


"Itu karna aku bermimpi, didalam mimpiku aku bebas melakukan apapun, termasuk seperti ini." Rika mencubit pipi Adit hingga Adit merasa kesakitan.


"Aww... Sakit Rika, jadi kamu kira ini mimpi? Sepertinya kamu sangat lelah kalau begitu ayo kita pulang." ucap Adit menahan senyumnya.


"Maksudnya?" Rika terdiam, ia tersadar ternyata ia sudah bangun dari tidurnya, ia mengigau. Rika lalu menggigit bibirnya.


"Kak Adit... Aku minta maaf." ucap Rika menahan air matanya, ia merasa sangat bodoh sekali.


"Tidak apa-apa, ayo kita pulang." ucap Adit mengajak Rika memasuki mobilnya.


Di dalam mobil Rika hanya terdiam, ia tak habis pikir dengan perlakuannya tadi. Tiba-tiba air matanya menetes, Adit yang melihat itu sangat heran.


"Kenapa menangis?" tanya Adit.


"Aku minta maaf atas perlakuanku tadi Kak, aku tidak sengaja, aku kira aku bermimpi, maafkan aku." ucap Rika.


"Tidak usah dipikirkan Rika, sudah jangan nangis lagi, nanti ibumu berpikir yang tidak-tidak." ucap Adit.


"Aku malu... Aku gak mau lihat wajah Kak Adit." ucap Rika menunduk, ia sangat malu dengan kejadian tadi.


"Oh ya? Bagaimana kalau begini." Adit menghentikan mobilnya dan mendekati wajah Rika. Rika menoleh gugup dan tak bisa berkata apa-apa.


"Kak Adit apaan sih, ayo kita pulang." ucap Rika lalu menundukkan kepalanya lagi.


"Sebentar, Aku mau ke toko kue itu. Aku mau membelikan kue untuk ibumu." ucap Adit lalu keluar menuju toko kue yang ada di seberang jalan.


Pukul sepuluh malam mereka sudah sampai di rumah Rika, Adit memberikan kue yang di belinya tadi pada Bu Nur, ia juga pamit pulang, di perjalanan Adit memegangi pipinya dan tak henti-hentinya tersenyum. Rika masuk ke kamarnya, ia membaringkan tubuhnya di kasur. Kejadian malam ini sangat memalukan baginya, sebelumnya ia tak pernah melakukan itu kepada siapapun.