Love In The Rain

Love In The Rain
BAB 12



Keadaan Rika sudah mulai membaik, ia sudah bisa pergi ke kampus dan juga bekerja. Hari ini kebetulan kelasnya dimulai pukul sepuluh nanti, jadi Rika bisa pergi ke rumah Adit dulu, terpaksa ia menggunakan ojek online, ia hendak kerumah Adit untuk mengambil sepeda motornya. Rika berpamitan pada ibunya.


Rika melihat rumah Adit sepi sekali.


"Apa kak Adit sudah berangkat ya? Apa dia lupa sama motorku?" gumam Rika khawatir.


Rika mengetuk pintu rumah Adit berkali-kali tapi tidak ada jawaban.


"Hmm... Aku coba sekali lagi deh, aku mau motorku kembali." ucap Rika gelisah. Saat ia hendak mengetuk pintu, Adit tiba-tiba membuka pintunya hingga Rika terjatuh di tubuh Adit yang sedang telanjang dada. Mereka bertatapan, sangat dalam. Tapi Rika langsung tersadar ia buru-buru menjauh dan menutup matanya.


"Maaf Kak, aku cuma mau ambil motorku." ucap Rika yang masih menutup wajahnya.


"Sebentar aku pakai baju dulu." ucap Adit.


"Masuklah, duduk dulu didalam. Gak usah tutup mata lagi, aku sudah pakai baju." ucap Adit yang menarik kedua sudut bibirnya melihat tingkah Rika.


"I...iya Kak, jadi gimana motorku Kak?" tanya Rika.


"Motormu ada di bengkel Diki, katanya sudah selesai, gak rusak parah kok." jawab Adit.


"Oh ya udah Kak, aku akan kesana sekarang. Makasih ya Kak, udah banyak bantu aku." ucap Rika sembari menundukkan kepalanya.


"Aku akan mengantarmu." ucap Adit lalu mengambil mobilnya.


"gak usah Kak, aku bisa sendiri. Aku takut nanti ada yang melihat." Rika menolak tawaran Adit.


"Maksudnya?" ucap Adit bingung.


"Ti...tidak Kak, tidak usah repot-repot maksudku. Aku duluan ya Kak." Rika langsung pergi dari rumah Adit.


"Kenapa dia selalu menolak pertolonganku?" gumam Adit heran. Ada perasaan aneh di dalam hati Adit, ia sangat senang jika Rika berada dikekat gadis lugu itu. Adit sangat takut kalau dia akan jatuh cinta pada Rika. Akan jadi bumerang baginya.


Rika sampai di bengkel Diki, Diki pun menghampirinya.


"Iya Kak, berapa ya semuanya?" tanya Rika hendak membayar.


"Sudah dibayar sama Adit kemarin, kamu boleh ambil motornya ada di situ." ucap Diki.


"Oh begitu ya Kak, ya udah makasih ya Kak Diki, aku pamit dulu." ucap Rika lalu mengambil motornya.


"Iya sama-sama." ucap Diki.


Rika pun langsung menuju ke kampus karna sebentar lagi kelasnya akan di mulai. Sesampainya di kampus, dia melihat Fina yang sedang duduk bersama Adit. Fina menoleh ke arahnya, ia langsung bersandar di bahu Adit. Adit yang juga melihat Rika langsung menjauh dari Fina. Rika tak menghiraukan mereka, ia buru-buru ke kelasnya.


"Apaan sih Fin! Malu dilihat orang." ucap Adit yang tampak sudah geram melihat kelakuan Fina.


"Gakpapa, aku cuma pengen deket aja sama kamu Dit" ucap Fina manja.


"Maaf Fin, aku gak suka kamu kayak tadi, aku risih." ucap Adit lalu menutup laptopnya, ia beranjak pergi meninggalkan Fina.


"Aku akan mendapatkanmu Adit. Lihat saja nanti!" ucap Fina geram.


Adit merasa bersalah pada Rika, ia melihat wajah Rika yang tampak kecewa melihatnya duduk berdua bersama Fina tadi.


Dikelas, Rika tampak baik-baik saja, ia sudah melupakan kejadian yang ia lihat tadi, dia mencoba untuk tegar. Karna tujuannya di kampus ini, hanya untuk belajar.


"Rika... Apa tugas yang Bapak kasih kemarin sudah selesai?" tanya Pak Ilham.


"Belum Pak, besok akan saya kumpulkan. mohon di maklumi ya Pak, kemarin saya habis kecelakaan." ucap Rika.


"Ya sudah besok saya tunggu secepatnya." ucap Pak Ilham memberi toleransi.


"Baik terima kasih Pak" ucap Rika lega. Ia tidak jadi ke warnet kemarin karna terjatuh dari motor. Setelah pelajaran selesai, Rika langsung pergi ke warnet.