
Rika pasrah dengan hukuman yang di berikan kakak senior yang kejam itu. Mereka melihat Rika yang tidak membawa Adit ke hadapannya, nampaknya akan mereka bersiap-siap untuk menceburkan Rika ke kolam renang.
"Wah Dek, mana hasilmu?" tanya Fina.
"Ini kak, maaf saya hanya biasa dapetin tanda tangannya saja." ucap Rika takut.
"Gak bisa gitu Dek, yang lain sudah bisa bawa orangnya langsung, masak kamu kalah." tambah Fina.
"Maaf Kak, orangnya gak mau diajak kesini. katanya ada urusan dan dia langsung pergi gitu aja." ucap Rika pasrah.
"Karna kamu kalah, kamu harus di hukum! Guys, ayo angkat!" perintah Fina,
beberapa senior pun membawa Rika ke kolam renang.
"Kak saya mohon, saya gak bisa berenang." Rika sangat ketakutan. Mereka tega sekali melakukan itu padanya.
"Ini hukuman kamu, karna kamu gak bisa bawa orangnya kehadapan kami!" ucap para senior itu. Rika menutup wajahnya, tapi tiba-tiba ada yang menarik tangannya dan memeluk tubuhnya.
"Hey kalian... Ini anak orang kalau ada apa-apa gimana?! Kalian mau tanggung jawab? Bikin permainan yang wajar saja kenapa!" ucap Adit geram.
"Akhirnya kamu datang juga bro, pintar juga kamu ya Dek." ucap Deri salah satu Kakak senior itu.
"Gila kamu Der! Kasih hukuman jangan sembarangan dong! Sekarang aku ada disini, jangan hukum dia lagi!" ucap Adit lalu pergi dari tempat itu. Deri hanya terdiam.
"Gila si Adit, jarang sekali dia nolong cewek sampe segitunya." ucap Deri heran.
"Hay... " seru gadis cantik berambut panjang itu.
"Hay juga." jawab Rika.
"Kenalin aku Jeni, kita satu jurusan loh." ucap Jeni lalu menjulurkan tangannya. Ternyata mereka sama-sama mengambil jurusan Teknik Informatika
"Oh iya, aku Rika. Wah... Kita bakal jadi teman dong." ucap Rika sambil berjabat tangan.
"Kamu beruntung sekali tadi bisa dipeluk kak Adit, andai saja aku yang diposisimu Rik, senangnya." ucap Jeni berhayal.
"Hmm... Begitu ya? Ah sudahlah Jen, aku tidak memikirkan itu. Aku pergi dulu ya, mau kerja" ucap Rika.
"Kamu kerja? Wah... Kamu hebat!" puji Jeni.
"Iya Jen, harus kerja keras demi cita-cita!" ucap Rika sambil mengepalkan tangannya.
"Oke hati-hati Rika" ucap Jeni.
"Oke, dah .." ucap Rika melambaikan tangan, sambil melajukan motornya.
Setelah ospek berlalu, Rika sangat lega dan hari pertama ia belajar di kampus itu. semua berjalan lancar, hanya saja Rika agak kesulitan mencari teman. Karna sejak dulu jarang sekali ada yang mau berteman dengannya, karna dia orang yang sederhana dan tidak begitu cantik. Setelah pelajaran selesai ia pun bergegas untuk pulang. tapi tak di sangka hujan turun sangat lebat. Rika bingung bagaimana caranya ke supermarket karna dia lupa membawa jas hujan, terpaksa Rika menunggu hujan agak reda. Tapi, tiba-tiba mata Rika tertuju pada seorang pria sedang duduk di kursi, belakang Rika. ternyata itu Adit, dia sangat kedinginan, badannya menggigil.
"Apa itu yang membuatnya pingsan?" gumam Rika bertanya-tanya.