Love In The Rain

Love In The Rain
BAB 1



Perkenalan.








Rika berjalan menuju warung kecil yang tak jauh dari rumahnya, dengan memakai payung karna hujan lumayan lebat senja ini. Tiba-tiba ia melihat dari kejauhan sosok pria berjalan sempoyongan, ingin rasanya Rika menghampiri pria itu, tapi ia takut nanti kalau pria itu bukan orang baik-baik, tapi Rika berpikir harus menolong pria muda itu. Rika langsung menghampirinya dan mencoba untuk berbicara dengan pria itu, mengapa dia bisa seperti ini.


"Maaf, Kakak ngapain keluyuran hujan-hujan seperti ini?" tanya Rika penasaran. Tapi anehnya, pria itu hanya diam dan mendekati Rika. Perlahan-lahan kakinya semakin dekat dengan Rika, Rika menjadi sangat takut.


"Kakak mau ngapain?! Awas Kakak macam-macam, aku akan teriak!" Tapi pria itu semakin mendekat dan tiba-tiba jatuh tepat menimpa tubuh Rika, pria itu memeluk Rika erat dan langsung tak sadarkan diri.


"Kenapa dengan kakak ini?" Rika kebingungan, ia berinisiatif membawa pria itu kerumahnya. " Aduuuuuh. . . Berat sekali orang ini!" dengan susah payah Rika membawa pria tampan itu, untungnya jarak tempuh warung dengan rumahnya lumayan dekat.


"Assalamualaikum, Bu, Ibuuu... Bukain pintunya Bu." seru Rika memanggil Ibunya


"Waalaikumsalam... Sebentar Nak, siapa ini Nak?!" sontak Bu Nur terkejut melihat anaknya membawa pria asing kerumah mereka.


"Tidak tau Bu, tadi Rika ketemu Kakak ini dijalan" jawab Rika


"Nak, kenapa kamu berani sekali membawa orang asing kerumah kita? Kalau dia orang jahat bagaimana?" ucap Bu Nur khawatir dengan kebaikan anaknya.


"Kayaknya Kakak ini orang baik-baik Bu, kita obati dulu ya, kasian." pinta Rika


"Iya, Bu." jawab Rika dengan membalas senyum Ibunya. Didalam kamar Rika memikirkan kenapa pria tampan itu keluyuran malam-malam sempoyongan.


"Apa dia mabuk? Apa mungkin dia bukan orang baik-baik?" gumam Rika dalam hati.


"Ah... Lebih baik aku tidur, karna besok aku akan mengejar cita-citaku!" gumam Rika bersemangat.


Keesokan harinya, Rika sudah bersiap-siap untuk berangkat ke kampus Street untuk mendaftar kuliah, Rika menuju ke kamar untuk mengambil keperluan. Saat dia membuka pintu kamarnya ia terkejut ada pria tampan dikamarnnya, pria itu langsung terbangun.


"Oh iya, aku lupa, kan aku yang membawa dia kesini." gumam Rika


"Siapa kamu? Dan aku dimana?" tanya pria itu.


"Aku Rika, Kak. Aku yang membawa Kakak ke sini. Ini rumahku, tadi malam Kakak pingsan." Rika menjelaskan.


"Terima kasih, aku akan pulang." ucap pria itu sembari memegang kepalanya yang masih terasa sedikit sakit. Ia mencoba berjalan, tapi nahasnya dia terjatuh dan menimpa Rika lagi.


"Maaf... Kepalaku masih agak sakit sedikit." ucap pria itu mencoba berdiri lagi.


"Hmmm... Sudah dua kali Kakak menimpaku." ucap Rika jujur.


"Terima kasih banyak, sudah membantuku. aku permisi pulang ya Rika." ucap pria itu.


"Iya, Kak, hati-hati." Pria itu hanya tersenyum. membuat jantung Rika berdegup kencang.


"Kenapa jantungku begini rasanya" gumam Rika. Rika pun pergi ke dapur untuk berpamitan dengan Ibunya.


"Bu, Rika pamit ya. Nanti Rika pulangnya malam seperti biasa, kalau telat dikit ibu jangan khawatir. Biasanya hari kamis ada lembur satu jam." ucap Rika.


"Iya sayang, kamu hati-hati ya ibu akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu." ucap Bu Nur sembari mengecup kening anak semata wayangnya itu.