Love In The Rain

Love In The Rain
BAB 10



Rika menangis sejadi-jadinya. Adit tak sebaik yang ia pikir. Adit hanya terdiam ternyata Rika mendengar pecakapan mereka waktu itu.


"Aku tau, aku tak pantas berada didekat Kakak!" ucap Rika lalu hendak pergi dari rumah sakit itu, tapi di cegah oleh Adit.


tiba-tiba Adit memeluk Rika.


"Maafin aku Rika, aku gak bermaksud menyakiti kamu." tangannya mengelus lembut rambut Rika.


"Lepasin aku Kak, aku tau Kakak hanya kasihan padaku. Aku tak perlu di kasihani." ucap Rika mendorong tubuh Adit. Tapi tak bisa, ia juga nyaman berada dalam pelukan Adit.


"Aku gak akan lepasin kamu, kamu harus memaafkan aku, aku tak sengaja berbicara seperti itu Rika." ucap Adit. Rika hanya terdiam perasaan suka nya pada Adit timbul lagi.


"Sekarang ayo kita pulang, biar kuantar." ucap Adit lalu membantu Rika berjalan menuju mobil Adit. Merekapun meninggalkan rumah sakit itu. Didalam mobil, Rika hanya diam, ia sesekali melihat Adit sedang menyetir.


"Sudah jangan nangis lagi, nanti jelek loh, matanya bengkak." ucap Adit.


"Aku emang jelek kok, buktinya semua orang di kampus tidak suka padaku." ucap Rika lalu menunduk.


"Kamu kenapa sensitif sekali sih." ucap Adit lalu mencubit hidung mungil Rika.


"Awww... Sakit, Kak Adit!" ucap Rika lalu tersenyum kecil.


Merekapun sampai di rumah Rika, Adit membantu Rika keluar dari mobilnya. Terlihat Bu Nur membukakan pintu. Ia sangat terkejut melihat keadaan Rika.


"Ya Allah Nak, kamu kenapa?" tanya Bu Nur.


"Rika jatuh, Bu" jawab Rika.


"Terima kasih Nak, kamu sudah menolong anak saya." ucap Bu Nur.


"Iya Bu, kalau begitu saya pamit pulang ya." ucap Adit lalu menyalami Bu Nur.


"Iya hati-hati Nak, terima kasih sekali lagi Nak." ucap Bu Nur.


"Aku pulang dulu Rika, semoga cepat sembuh." ucap Adit pada Rika.


"Iya Kak,"terima kasih" ucap Rika. Adit pun pergi lalu tersenyum pada Rika.


Didalam kamar Rika membaringkan tubuhnya di kasur, tangannya masih terasa sakit. Kakinya juga masih belum bisa berjalan dengan sempurna. Ia tak habis pikir kenapa Adit selalu mebantunya.


"Kenapa sih kak Adit selalu bikin aku baper! Kalau seperti ini terus gimana aku bisa jauhin dia." gumam Rika dalam hati. Rika merasa perasaan suka pada Aditpun semakin bertambah. Rika berusaha menyadarkan dirinya yang bukan siapa-siapa dan tidak mungkin bisa bersama Adit. Bu Nur pun masuk ke kamar Rika hingga membuyarkan lamunannya.


"Nak, ayo minum obat nya dulu biar cepat sembuh." ucap Bu Nur sambil menyodorkan beberapa butir obat dan segelas air.


"Iya Bu terima kasih, maafin Rika ya bu. Rika kali ini menyusahkan ibu." ucap Rika meminta maaf pada Ibunya.


"Kamu sama sekali tidak menyusahkan Nak, selama ini kamu sudah bekerja keras." ucap Bu Nur bangga.


"Sekarang kamu istirahat ya Nak, besok gak usah kuliah sama kerja dulu, anak ibu harus sembuh, harus semangat seperti dulu lagi." tambah Bu Nur, lalu mengecup kening anak kesayangannya itu. Rika pun mengiyakan apa kata ibu nya, ia merasa sangat bersalah pada ibunya. Ia terjatuh hanya karna ucapan Adit.


"Iya Bu, Rika akan selalu semangat! Rika harus bisa membahagiakan Ibu." ucap Rika tersenyum lalu Bu Nur pun membalas senyum. Sebenarnya Bu Nur tak tega melihat anaknya terluka seperti ini.