Love In The Rain

Love In The Rain
BAB 2



Terlepas dari semua pikiran tentang pria tampan itu. Rika menuju ke kampus dengan menaiki motor kesayangannya. Sesampainya disana, ia mencari dimana tempat pendaftarannya, semua berjalan lancar, administrasi, dan tes pun sudah ia lalui, hanya tinggal menunggu ospek . Rika langsung pergi ke tempat kerjanya, seperti biasa Rika pulang agak larut malam.


"Assalamualaikum... Rika pulang."


"Waalaikumsalam Nak, gimana pendaftaran kuliahmu, lancar?" Tanya Bu Nur


"Lancar dong Bu, Rika senang sekali akhirnya Rika bisa kuliah, besok Rika mulai ospek Bu." jawab Rika dengan wajah sumringah.


"Baguslah kalau begitu, pergilah istirahat." ucap Bu Nur.


***


Rika sangat bersemangat pagi ini, ia sudah mempersiapkan keperluan ospeknya, memakai baju putih dan rok hitam panjang.


ia juga membawa papan nama yang bertuliskan nama hewan, memakai sepatu yang berbeda warna, sungguh memalukan. Sesampainya di kampus Rika mulai mengikuti ospek yang sungguh menyebalkan itu, para mahasiswa baru disuruh menirukan suara-suara hewan oleh kakak-kakak senatnya, mereka sangat menyebalkan. Permainan yang terakhir para mahasiswa baru itu disuruh mencari tanda tangan kakak senior. Rika disuruh meminta tanda tangan Aditya Vareplint dan harus bisa membawanya kehadapan kakak senat itu.


"Dek, kamu harus menemukan yang namanya Aditya, kalau nggak dapat kamu akan di berikan hukuman!" ucap Kakak senior itu.


"Baik Kak." jawab Rika. Itu bukanlah hal mudah bagi Rika, mana mungkin ia bisa mendapat tanda tangannya bertemu pria saja ia sudah gugup dan gemetar.


"Awas nanti kalau gak dapat ya dek, hukumannya diceburin loh!" ucap Fina, senior yang kejam itu.


"Iya...Iya kak." jawab Rika dan langsung berkeliling mencari Adit.


Rika sudah berkeliling di kampus yang lumayan besar itu, tapi ia belum juga menenmukan Adit. "Ya ampunnn... Susah sekali, gimana ini! Gimana kalau aku di ceburin beneran? Aku kan gak bisa berenang." gumam Rika khawatir. Tiba-tiba mata Rika tertuju pada sosok pria berbaju kemeja polos dan celana jeans hitam sedang duduk sendirian di bawah pohon palm. Rika memberanikan diri untuk menghampirinya.


"Maaf Kak, apa Kakak kenal dengan Aditya Vareplint?" tanya Rika dengan penuh harap. Dia menoleh Rika, alangkah terkejutnya Rika melihat pria itu.


Tapi pria itu bingung dengan perkataan Rika.


"Maaf ya Dek, mau ngapain kamu cari Adit?" tanyanya.


"Ini Kak, aku mau minta tanda tangannya dan mengajaknya ketemu Kakak senior. Apa Kakak mengenalnya? Tolong bantu aku Kak. kalau aku tidak dapat tanda tangan dan orangnya aku bakal di ceburin ke kolam renang Kak." ucap Rika memohon kepada pria itu. Pria itu hanya diam dan langsung mengambil buku yang di pegang Rika.


"Eh... eh Kak, mau ngapain!? Itu untuk Kak Adit, bukan untuk Kakak!" ucap Rika.


Adit mendekati Rika, tiba-tiba ada yang memanggilnya.


"Woyy Dit! Tumben godain cewek. Junior pula." seru teman Adit.


Rika terdiam, Adit melihatnya hanya senyum.


"Oh... Maaf Kak, ternyata Kakak yang namanya Aditya." ucap Rika malu.


"Lain kali tanya nama orang yang sedang kamu ajak ngobrol dulu." ucap Adit.


"Iya Kak, maaf, terima kasih Kak sudah memberi tanda tangan. Tapi, Kakak ikut aku sebentar ya kumohon." pinta Rika


"Maaf ya Dek, aku masih banyak urusan." ucap Adit, lalu pergi bersama teman-temannya.


"Ih sombong sekali orang itu, dia tidak bilang terima kasih padaku, kemarin aku sudah menolongnya." ucap Rika kesal.