Love In The Rain

Love In The Rain
BAB 4



Rika bertanya-tanya, ingin sekali ia mengahampiri Adit. Tapi, hujan pun reda. Adit beranjak dari kursi itu dengan muka pucat, dia menoleh Rika. Rika tersentak, gugup, salah tingkah. Aditpun langsung pergi dengan mengendarai sepeda motornya.


"Pria aneh..." ucap Rika juga pergi ke supermarket.


Keesokan harinya, Rika dengan malas untuk pergi kuliah. Ia sangat takut Fina dan teman-temannya mengganggu Rika lagi, walaupun ospek sudah berlalu. Tapi di kampus, Rika selalu dapat perlakuan tidak baik dari kakak senior yaitu Fina dan teman-temannya.


"kenapa kakak senior itu selalu sinis padaku?, apa salahku?" pikir Rika dalam hati.


Rika berjalan menuju kelasnya. Tiba-tiba ada yang memanggil.


"Dek... Sini kamu." seru salah satu seniornya yaitu Fina.


"Ada apa Kak? Maaf, Kak, saya buru-buru ke kelas." ucap Rika takut.


"Hey, kamu kenapa takut, aku gak ngapa-ngapain kamu. Kamu kayaknya jomblo ya, mau gak sama Kakak ganteng ini?" ucap Fina menunjuk Deri.


"Woy, Fin, selera aku gak serendah itu kali." ucap Deri sambil tertawa. Fina pun ikut tertawa.


"Maaf Kak, saya permisi mau ke kelas. Saya di sini cuma mau belajar, bukan mau pacaran!" ucap Rika sambil menahan air matanya.


Rika memang masih trauma dengan masalalunya, ia masih ingat betul apa yang dilakukan teman-temannya dulu waktu di sekolah menengah pertama. Rika sering di bully para siswa-siswi karna wajahnya yang tidak cantik. Di dalam kelas Rika tak mendengarkan apa yang dosen terangkan.


"Apa aku harus dibully sampai kuliah seperti ini?" gumam Rika dalam hati. Setelah semua selesai, Rika bergegas pulang sambil berlari menuju parkiran karna hari hujan lumayan lebat, tapi ia tidak menghiraukan karna suasana hatinya hari itu sangat kacau. Iapun sangat suka jika hujan turun.


Keesokan harinya, Rika bangun agak siang karna hari ini tidak ada jadwal kuliah dan dia masih libur kerja.


"Selamat pagi, Bu." Rika menyapa Bu Nur yang sedang sibuk menyiapkan jualannya.


"Pagi sayang, kamu gak kuliah?" tanya Bu Nur.


"Enggak Bu libur, ada yang bisa Rika bantu bu?" tanya Rika.


"Ya sudah Bu, kalau begitu Rika mau jalan-jalan ke taman dekat rumah kita ya Bu, refrehing." jawab Rika sambil tersenyum.


"Iya sayang, hati-hati, sekarang kan lagi musim hujan." ucap Bu Nur mengkhawatirkan anaknya itu.


"Iya, Bu. . .Rika pergi dulu ya, Assalamualaikum." ucap Rika pamit


"Iya, waalaikumsalam." jawab Bu Nur.


sesampainya di taman, Rika duduk di kursi taman sambil memainkan hp nya. Tapi tiba-tiba, ia melihat sosok pria juga sedang duduk di kursi taman tak jauh darinya. Rika tak asing dengan orang itu, setelah ia melihat-lihat orang itu, ia sangat terkejut ternyata itu Adit.


"Dek. . . mau es krim? lima ribu aja dek" tanya seorang pria paruh baya yang sedang menjajakan es krim.


"Oh baiklah Pak, saya mau satu." ucap Rika sambil menyodorkan uang lima ribu.


"Makasi, ya, Dek, akhirnya ada juga yang beli dagangan saya hari ini" ucap pria paruh baya itu.


"Iya, Pak, sama-sama." ucap Rika tersenyum.


Rika melihat ke arah kursi tempat Adit duduk, tapi Adit sudah tidak ada di situ. Rika celingak-celinguk mencari Adit.


"Cari siapa?" tanya Adit yang sudah berdiri tepat di depan Rika.


"Ti... ti...tidak ada." ucap Rika gugup, ia tak menyangka Adit menyapanya.


"Bilang saja kalau kamu mau melihatku." ledek Adit yang membuat Rika menjadi salah tingkah.


"Sudah duduklah, tidak capek berdiri dari tadi?" ucapnya lagi.


"I. . .Iya, Kak." ucap Rika masih gugup. mereka pun duduk di satu kursi yang sama.