
happy reading😊
jangan lupa semangatt untuk diriku!!!💪💪
...***...
Dibawah langit malam, di tengah hutan, kami duduk berdampingan, ditemani secarik cahaya perapian kecil yang mulai padam, hanya nyanyian hewan yang ada di tengah hutan yang memecahkan kesunyian meski terdengar menyeramkan.....
aku dan kak nidhom hanya bisa berdekatan, saling menatap mencurahkan segala rasa kehangat yang tersisa, meski disini dia yang paling mengalah, membiarkan tubuhnya diterpa angin malam yang dingin....
"kak ambil saja kemejamu..." ucapku, namun dia hanya menatapku dengan seulas senyum.
kini mataku menatap bahunya yang membiru, disitulah hatiku berdesir miris.
"apakah kita bisa keluar dari sini secepatnya?" tanyaku menyimpan rasa kegundahan, bagaimanapun aku juga takut tinggal di tenga hutan di saat malam hari.
"setelah kita memulihkan tenaga, tidurlah dulu, aku tahu kamu belum tidur selain hilang kesadaran tadi.."
"tapi bagaimana luka kakak, aku takut menjadi infeksi" ucapku membuat kak nidhom menatapku dengan bibir sedikit tersenyum miring, seolah dia mengejekku...
"kau mau membantuku..."
"aku..." tunjuk ku pada diriku sendiri, apa yang bisa kulakukan di tengah hutan untuk membantunya
"iya, jika kamu mau.."
"apa yang harus ku lakukan..." tanyaku..
kini kak nidhom merogoh sesuatu dari saku celananya, dan kini sebuah pisau lipat telah berada di tanganku.
"bantu aku mengambil peluru di bahuku"
ucapnya membuat aku menggeleng cepat. tangan ku spontan bergetar, mengingat kepingan-kepingan peristiwa yang baru saja terjadi.
aku pembunuh, tangan ku ini...
gumam ku pelan, disertai gelengan kepala, dan tak luput mataku menatap tanganku yang sudah ternoda...
kini pisau di tanganku di raih kembali oleh sang pemiliknya.
"tidak apa, kia..., kamu tak sengaja.."
"tapi aku pembunuh kak...aku telah merengut nyawa orang..." kataku meninggi, mengikuti alur emosional ku yang bergejolak.
"sudah lupakan..."
ucapnya sambil memeluk dan membelai punggung. memberikan sedikit ketenangan. tanpa ku sadari tanganku yang memeluk punggungnya telah meremas luka di punggungnya.
"kak lukamu.." ucap ketika darah matang sudah berlumuran pada telapak tanganku.
"ini bagaimana??" tanyaku panik..
"sudahlah, biarkan saja..."
aku tahu kak nidhom menahan rasa sakitnya, terlihat jelas wajahnya yang pucat. aku meraih tangan suamiku yang begitu dingin.
"tapi kakak sakit!!!"
dia hanya diam dengan seuntai senyum simpul menanggapi raut wajahku yang cemas...
"maksudnya.."
"tentang bantuanmu, aku sudah tidak tahan!!" kak nidhom kembali mengulurkan pisau lipatnya. sekilas aku menatap ragu.
"apa tidak apa-apa?"
dia hanya menjawab dengan anggukkan.
"baiklah, ..aku akan lakukan, tapi ini sungguh tidak akan menyakiti kakak"
aku kembali memastikan bahwa tindakkanku, tak akan merenggut nyawanya.
dan ia hanya menjawab dengan anggukkan.
hingga akhirnya ku putuskan untuk membantunya meski aku tak begitu berani.
... ***...
masih di tengah hutan...
setelah terlelap, aku mengeliat, hal pertama ku lihat wajah suamiku yang ada di atas kepala.
"selamat pagi sayank..." sapa nya. aku Mengerjap-ngerjap menatap dedaunan yang rimbun. sepertinya tidak ada perbedaan antara pagi dan malam.
"ini jam berapa?" tanyaku sambil berusaha bangkit dari pangkuannya.
"aku tak tahu, kita tidak bawa jam saat ini"
aku hanya mengangguk, kini aku menatap dada bidang kak nidhom.
aku melepasakan kemejanya yang melekat di Kepala ku, kalian tahukan? semenjak tubuhku mencebur air, jilbabku terlepas, hingga kemeja gak nidhom diikatkan di kepalaku.
"aku tahu kakak kedinginan sepanjang malam, aku tak apa jika tidak menggunakan jilbab, di sini hutan, tak kan ada siapapun yang melihat rambutku.."
jilbab yang sudah terlepas itu di ikatkan kembali.
"kau bisa memulukku.."
"maksudnya?.."
"sini.."
aku menatap punggung kak nidhom yang sudah berjongkok.
"aku bisa jalan kaki kak, lagian bahu kakak masih sakit.."
"naiklah,...karna aku tak mungkin meminjamkan sepatuku..."
aku menatap kakiku yang telanjang...
"cepatlah kia, di hutan banyak duri, kau ingin cepat pulangkan..?"
aku mengangguk, dan tak lama ku putuskan untuk naik ke punggung nya, meski ada perasaan tak nyaman...
"apa yang membuat kak nidhom menyukaiku?"
^^^Bersambung...^^^