I'M On Your

I'M On Your
chapter 7



..." biar tak seindah dan sesuci mawar putih rasaku padamu,,,namun biarkan aku untuk selalu mengagumi mu dalam hati ku."...


🌹🌹


Ting...


suara lonceng berbunyi kembali, ku dapati ibuku masuk kedalam kios dan langsung menghadap akong, kemudian menghampiriku.


"fathin, tolong lihat stok bunga mawar putihnya, sayang"


"oky" jawabku diikuti langkah ku masuk kedalam gudang.


"tinggal, satu ikat buk" kata sambil menghampiri ibu yang sibuk menata kertas  cellophane buat buklet bunga.


"iya fa, letakkan di samping ibu" jawabnya.


"tumben ya bu, hari ini banyak yang cari bunga mawar putih"


" ya mungkin rejeki akong"jawab ibuku sekenanya


"fathin..." panggil akong yang duduk kursi kasir.


"iya akong"jawabku masih berdiri di samping ibu.


"nanti kamu bisa  antaran pesan ya, kasian ibumu yang baru datang, nanti aking tambah deh"


"ok siapp" ucapku sembari hormat sebentar.


Dalam waktu 20 menit aku sudah sampai didepan gerbang rumah pemesan buket. rasanya pernah kemarin beberapa hari yang lalu. ku pandang keranjang sepada yang terdapat bunga mawar putih, tanganku segera meraihnya, yang di ikuti hidungku mencium bunga-bunga kesukaanku, meski sedikit lancang karena ini milik pemesan.


ting tung...


bunyi bel terdengar, setelah aku memencetnya, namun setelah lima menit belum ada tanda-tanda gerbang di buka, sekali lagi ku pencet tombol bel tersebut. setelah ku tunggu kembali juga belum ada-ada tanda suara langkah kaki orang yang mengarah gerbang. ingin sekali lagi ku pencet, namun gerakan tangan  ku berhenti setelah ada suara deheman tak jauh dariku, aku segera memalingkan wajah kearah sumber suara, ya kak akhza yang tiba-tiba berdiri dengan sepeda di sampingnya.


"kakak tinggal disini" sapa ku tanpa sadar, seolah sangat kenal, dia hanya menganggu dan memperhatikanku, atau mungkin menilai mengapa aku di sini.


"antar pesanan?" tanya dengan ekspresi datar, aku tak tau mengapa wajah yang selalu di tampangkan selalu datar.


"iya, tapi sepertinya penghuninya tidak ada" jawabku, bersama mataku yang menangkap wajah kak akhzan menautkan kedua alisnya.


"berikan saja padaku?"


tawaran kak akhzan masih ku abaikan karena aku terbengong menatap pemuda di depanku.


"hayyy"


"oh, iya kak, maaf merepotkan, ini gpp kan?" tanyaku sekali lagi menetralkan rasa kegugupanku, entah mengapa aku jadi gugup berada di hadapannya. segera ku ambil catatan beserta bolpoin di tasku, dan mengulurkannya kearah kakak akhza untuk diberi tanda tangan penerima bahwa paketan sudah diterima.


" ini kak, terimakasih" Kataku mengalun bersama dengan tangan memberikan buket bunga ke tangan kak akhza, disusul suara gerbang, yang memunculakan seorang pria dengan kaki memakai sandal swallow,.


mengapa akhir-akhir ini banyak yang memakai sandal legendaris tersebut. apalagi ini orang kaya low...


fathin belum sempat memandang tuh pria sudah masuk, di susul akhza. aku memandang gerbang kayu yang menjulang tinggi sekitar tiga meter kemudian menyentuh dada ku, di mana serasa ada suara gemur yang tak kasat mata itu mendatangi ku.


tidak fathin, kamu tidak mungkin jatuh cinta dengan kak akhza...itu tak mungkin,,,batinku menyangkal segala fikiran ku tentang dia...


aku hanya akan fokus belajar, untuk masa depanku, ibu, dan Fathan, tak kan kubiarkan ibu yang sudah susah payah mencarikan nafkah aku dan Fathan, aku tak boleh goyah hanya karena suara kasat mata yang terasa menggetarkan jiwaku, fokus fatin ..fokus, komat-kamit ku seperti orang lagi dzikir. sambil membolak-balikan buku pelajaran. ya semenjak tadi pagi perasaan ku jadi aneh saja, rumusan matematika seolah menampakan wajah datar tanpa senyum itu.


" ya allah aku butuh fokus.." teriak kecilku pasrah sambari meletakkan buku di meja.


🌹🌹


libur satu hari, membuat aku rindu tentang kecerewetan irtifa dan pertengkarannya pada aggy.


"ada yang mau gwe traktir..." ya suara bass aggy yang baru datang, membuat perhatian semua kelas, yan tentu sang ketua kelas kita.


" gue mau.." terik siswa satu  kelas bersahutan.


"tapi boong, cuma fatin doang yang gue traktir hhahah:" teriak aggy sambil tertawa setelah mengerjain mereka.


"gue nggakk?"  tanya irtifa pada aggy yang akan duduk di kursinya.


" enggak,, rugi gue kalau traktir low, lo kan kaya,,," jawab aggy yang membuat irtifa cemberut, mereka udah kayak sepasangan suami istri yang lagi debat.


"eh kayaknya di campus sebelah lagi debat kebangsaan, ku sarankan kalian segera daftar..." sahutku untuk melerai, tapi yang timbul malah pertengkaran baru mereka.


"nanti kalau kita daftar loe dukung gue ya,, kayaknya mulut gue yang bakal menang ya fa?"


"siapa ya mau debat sama low,,," sahut aggy


"aggkkk,,, malas bicara sama cewek kayak low"


greget aggy yang berada di belakang irtifa, dengan tanggan yang rasanya ingin memukul gadis manis di sampingku, yang di pandangan aggy menjengkelkan mungkin. aku hanya sedikit menarik sudut bibirku atas tingkah mereka.


"entar kalian jodoh" sahut wildan teman sebangku aggy, sejak mereka jadi ketua dan wakil mereka jadi satu bangku, dan parahnya dua-duanya sama tukang bolosan, demi apa coba punya pemimpin kelas kayak mereka, bukannya di pilih niatnya agar berubah, ni malah buat aku yang kerepotan.


"lesbi, apa gue, lebih baik gue pacaran sama low..."


pertengkaran kini ganti bangku di belakang ku,


"ciyyeee, gue amini dech.." kata irtifa, yang membuat aggy memutar bola mata bosan.


"gue sich sama kamu aja ir, atau fathin juga gpp"


ucapan wildan cengar-cengir dengan kedua alis bergerak-gerak.


"low, mau jadi pacar gue, benerin tu absen low,,,,yang ada loe di depak abang gue..." canda irtifa


"sadisss,,banget gue...sama kamu aja ya fa?" goda wildan di belakangku dengan menarik-narik ujung jilbabku.


"gak minat gue..."jawabku yang membuat tampang wildan berdrama..


"nasib-nasib...jadi nya sama low aja gy..."


"sorry gue,,, gak mau jadi pelabuhan terakhir setelah di campakan"


ohhh, jawaban si aggy ikutan berdrama juga, oke kalian berdua pasangan sebangku yang paling lebay.


tak lama jam pelajaran mulai...


"kantin yuk, atau ke perpus?" tanya irtifa kepadaku sembari merapikan buku pelajarannya dan memasukan di dalam  tas, disusul langkah kami berdua.


"aku kepustakaan saja,,," jawabku


"kalau gitu aku ke kantin dulu,,,nanti aku nyusul ke perpus" kata irtifa


"oke"


kemudian kami memisahkan diri, aku melanjutkan langkahku ke perpustakaan, di awal jam istirahat kampus sedikit sepi, mungkin akan ramai 15 menit kemudiaan.


"hay" sapa siswa cowok, yang sedang mencari buku di antara barisan buku yang sedang ku cari juga.


"ya" jawab singkat ku.


"cuek sekali loe fa..." katanya, yang membuat aku memandang siapa yang terang-terangan menilai diriku.


"oh..kau..??" kataku terhenti sambil mikir


" gue adiba, sudah lupa saja,, padahal pernah satu kelompok"


"oh iya,,,maaf,," kataku agak kaku, ya aku memeng sangat sedikit menjaga jarak dengan siswa cowok, kecuali wildan yang orangnya kocak.


"kita padahal sering berpapasan low.."


"oww" jawab singkat ku, yang tak tau harus menanggapi apa.


" cari apa?" tanyanya, memecahkan rasa kaku di antara kami, sepertinya adiba adalah orang yang mudah bergaul.


"bacaan aja,,," sahutku. sambil memandang tangan adiba yang sudah membawa dua buku.


" kau minat dengan buku ki ?" tanyanya yang menyadari pandanganku.


"tidak kok, aku tidak minat merebut milikmu" kataku, membuat dia tertawa kecil, aku memandang heran ke arah adiba,


"bukan milik ku, tapi milik perpu sekolah, tapi jika minat baca ini, gpp ambil saja..."


"aku gak minat" jawabku masih kaku. beda dengannya yang sangat luwes saat bicara pada siapapun.


adiba tak menimpali lagi, dia lebih memilih melanjutkan bukunya, begitu pun dengan diriku. namun aku di kejutkan oleh tindakannya yang menarik pergelangan tanganku. dan memberikan buku yang baru saja di ambilnya. kemudian pergi begitu saja,,ku pandang buku yang di tanganku yang merupakan sebuah novel tere-liye yang berjudul tentang kamu. aku hanya menyunggingkan senyum kecil dan melanjutkan mencari buku lagi...


bersambung....


jangan lupa vote, like dan komen👌👌


apapun saran dan kritik audiens adalah motivasimu😅😅