I'M On Your

I'M On Your
Chapter 81



"ini ada apa? " tanyaku, setelah mengatur nafasku yang ngos-ngosan setelah kak nidhom menarik dan mengajak ku melangkah cepat.


kak nidhom tidak menjawab pertanyaanku. dia malah sibuk dengan ponsel yang ada pada genggaman nya. jari-jari nya sibuk mencari nomer seseorang. dan tak lama dia berbicara pada seseorang di seberang sana.


"kia, kau bisa pergi sendirian? "


aku menatap kak nishom dengan pandangan tak mengerti.


"tapi kenapa? "


"aku akan menjelaskan nanti, ini demi kebaikanmu" jelasnya sambil menyentuh pundakku.


"aku ingin sekarang"


"nanti, sekali ini mengertilah, nanti elvian akan menunggu di perempatan jalan"


aku tersentak ketika kak nidhom mendorongku, meminta pergi.


"pergilah kia.. "


"tapi kak... aku.. "


"pergilah, di ujung jalan ini dekat jalan raya elvian aka menunggu"


dengan berat hati aku melangkah dengan terpaksa meski beberapa kali aku menoleh manatap kak nidhom yang menatapku. kaki berat melangkah, namun tatap tajam memaksaku untuk menjauh. semenjak kehadiran orang asing berhenti di tengah jalan seolah menunggu kami kak nidhom bersikap aneh terhadapku. dengan perasaan gelisan aku melangkah menyusuri lorong gelap menuju cahaya yang berada di ujung sana, namun rasa kekhawatiranku tadi menjadi kenyataan tak kala tubuhku tersentak oleh tangan seseorang yang membekap hidungku. hingga kesadaranku menghilang sebelum keluar dari jalan sempit yang ku susuri tadi.....


...***...


entah mengapa rasanya kelopak mataku sangat berat untuk di buka, namun hawa dingin dan bau tak sedap memaksaku untuk membuka mata.


"kia, kau sudah sadar nak"


suara pelan yang masuk dalam indra pendengaran, membuat aku berfikir bahwa diriku masih berada dalam alam mimpi, bagaiman suara yang tak asing itu dapat ku dengar ketika orangnya telah tiada. namun pukulan kecil telapak tangan memaksaku untuk membuka mata. dalam remang aku mengkap bayangan hitam di atas.


"mama..., apakah ini mimpi? " ucapku dalam keadaan setengah sadar, namun tepukan kecil itu terlihat nyata, hingga aku dengan cepat menarik jiwa ku dengan paksa kealam sadar.


"iy ya ini aku kia" suara parau yang lemah itu membuat aku harus sadar bahwa ini bukan sebuah halusinasiku belaka.


"benarkah ini mama" ucapku dengan nada masih tidak percaya, kini aku menepuk pipiku beberapa kali.


wanita yang sebagai mama mertuaku itu menatap ku dengan senduh.


"kamu tak bermimpi sayank, ini mama" ucap wanita itu sambari memelukku.


"mama, ternyata masih hidup,.. " ucapku bahagia, tanpa melanjutkan kataku karna terharu. namun tak lama otakku bekerja...


"mengapa mama bisa di sini? apa yang terjadi dengan.... "


kataku terhenti tak kala mendengar sebuah pintu terbuka, kini aku menyadari lingkungan yang aku tempati saat ini, ruang gelap yang sedikit pencahayaan dari lampu temaran, tanpa sebuah ventilasi udara, dingin dan pengap.


seorang pria yang menimbulkan suara decita besi dari pintu dan lantai membuat pandangan ku beralih kearah seorang pria yang tidak begitu terlihat wajahnya. dia menyodorkan sebuah wadah berisi makanan.


"mangi, se vuoi ancora vivere!!!" (kalian makan, jika masih ingin hidup) . aku tak mengerti apa yang di katakan, namun dari gaya bicaranya, yang dia mengatakan suatu hal yang tidak mengenakkan.


"mama, tolong jelaskan! "


pintaku, ketika pria itu pergi entah kemana....


sedangkan di situasi lain seseorang sedang marah-marah pada asisten-nya...


"bagaimana kau tak menemukan kia disana hah..!!!! "teriaknya sambil memukul kemudi yang tak bersalah......


bersambung....


#hallo para reader's, maaf agak lama up-nya, karna semakin jauh ceritanya-samakin sulit merangkai kata, mungkin sedikit semangat dari kalian dapat membangun semangat author, jadi mohan beri hadiah berupa like, komen dan vote, agar aku dapat semangat melanjutkan cerita😘😘😘😘


#THANKS YOU😘😘😘