I'M On Your

I'M On Your
chapter 6



🌻🌻


Hari minggu waktunya untuk merahat tubuh dan pikiran dari serangkaian kegiatan sekolah, masih ku rebahkan tubuhku seusai sholat subuh sampai saat ini, di temani novel yang menemani ku di pagi hari.


" mbak fathin...." teriakan dari luar, di sertai gedoran pintu kamarku.


ya siapa lagi kalau bukan adik tampan ku tersayang, tercinta, ter-ter menjengkelkan. aku masih asik dengan duniaku, mengabaikan Fathan yang masih berteriak-teriak di luar, di kira di dalam rumah hutan kali, teriaknya kenceng sekali, kalau sampai di dengar tetangga langsung di damprat sapu. kayak mbak monika, tetangga depan rumah yang di labrak dan diomelin emak-emak karena rumahnya ramai di kunjungi teman-temannya yang suka hobi balap-balap di gang.


tetanggaku perawakan yang sempurna modis dan cantik juga alumni sekolahan ku saat ini, tapi dua tahun atau tiga tahun yang lalu. temannya yang datang gak ada yang bener, kata emak-emak yang lagi ghibah ketika belanja sayur, itupun aku tak sengaja dengar bukan nimbrung ikutan ghibahin orangnya, meskipun rumahku didepannya, tapi aku belum tau juga. upps kok jadi ghibah mbak monika sih ni otak dosa-dosa, sampai mana juga  novel yang ku baca, hehehe


"mbak,,, jadi ikut ibu ke kios bunga akong gak..." teriakan Fathan di luar kamarku.


mengingatkanku bahwa hari ini, aku mau ikut ibu bantu kerja, setiap minggu sih aku selalu begitu, akong gak keberatan, lelaki yang sudah berumur 70 tahun tapi masih sehat bugar itu baik, bahkan tak jarang aku dapat uang saku darinya. segera aku turun dari ranjang dan meletakkan novel bersama temannya.


 saat keluar pintu aku sudah di suguhi harumnya masakan ibu. ya wangi dari nasi goreng yang menjadi makanan spesial yang paling aku suka, apapun yang di masak oleh tangan ibu yang sudah lihai itu, aku suka. tapi nasi goreng adalah yang paling ku sukai.


" hemm enak ni kayak nya" kata ku sembari duduk di kursi depan Fathan.


"hem enak ni kayaknya" tiru Fathan, membuat aku memutar bola mata jengah.


pagi-pagi Fathan memang sudah tak sedap di pandang untuk kakaknya yang terlampau cantik tapi masih jomblo juga.


" tadi di gedorin gak keluar, beruang betina emang kalau hari minggu selalu hibernasi" oloknya


siapa yang di bilang tadi beruang betina, perasaan yang selalu mengurung diri dikamar  setiap libur minggu dia.


"satu jam di kamar aja dah dibilang hibernasi, la kalau kamu apa? bertelur gitu,..." belun selesai aku bicara ibu datang dan melerai kami.


"sudah-sudah kalian kekanak-kanakan"


"itu low buk, mbak fathin yang kekanakan, pantesan jones"


Jones lagi,,,gak ada kata apa selain itu,,, jones-jones gini juga ada yang suka...haha iya kang ujang itu saja.


uwekkk kudu muntah, tapi gak boleh hina, kang ujang juga ciptaan tuhan.


Setelah usai pertengkaran kecil kami yang menjadi warna-warni setiap hari, yang menghibur ibu dari rasa kesepiannya, setelah kepergian ayah 10 tahun yang lalu, tapi di meja makan tetap menyediakan empat kursi, hingga kita menyisihkan kursi didepan ibu yang selalu membuat aku berandai-andai jika ayah masih ada dan duduk di situ. ayah akan mengelus kepalaku seperti perlakuan ayah irtifa kepada anak gadisnya. aku segera menghela nafas dan mulai menyendok nasi kedalam mulut..


ayah fathin kangen ...semoga allah memberikan tempat terindah untukmu  aamiin..


🌻🌻


Jalan sangat ramai, meski minggu banyak para kerja yang libur dan anak sekolah juga tidak masuk, tapi tetap ramai karena mungkin banyak keluar rumah untuk liburan weekend. menikmati pemandangan keramaian kota, banyak kios-kios yang baru buka, dan aktivitas orang-orang yang lalu lalang. para pengamen kecil yang berjejer di trotoar dekat lampu lalu lintas menunggu lampu merah dan mereka akan berhamburan menyebar mendekati pengendara yang berhenti. kini mata ku tertuju pada sebuah lorong gang di mana sebuah sepeda motor berhenti dan tak lama anak-anak kecil yang entah dari mana berhamburan mengerubungi sang pria yang masih di atas motor dengan helm masih di kepala. terlihat senyum riang anak-anak itu setelah mendapatkan bingkisan dari pria tersebut.


hmm ternya di dunia masih banyak yang peduli pada mereka seperti apa yang dilakukan pria tersebut batinku sambari memegang erat ikatan besar bunga mawar merah yang akan di jual di kios akong agar tidak jatuh. aku kembali memandang punggung ibu yang memboncengku dengan motor buntut Fathan.


sampai kios aku segera membantu ibu menata bunga-bunga yang baru saja di kirim dari distributor bunga, aku suka memandang warna-warni bunga, dan yang paling aku suka adalah mawar putih, bahkan di sebelah kebun kecil ibu yang berisi mawar mewah dan krisan, ibu menyisihkan sedikit lokasi untuk tanaman kesayanganku itu yang kubiarkan tumbuh dan tidak ada yang boleh memetiknya atas seizin ku, bahkan kadang aku sering bertengkar kecil dengan fathan karena si adikku yang diam-diam mencuri bungaku, untuk apa coba kalau bukan buat nembak cewek, tapi yang ada dia di tembak...


mati donk


kios baru saja buka, namun tak lama sebuah lonceng berbunyi, tandanya ada pembeli yang datang ke kios.


" akong kayaknya ada pelanggan", kataku masih fokus menata bunga. ku lihat akong yang sibuk mengetik kalkulator dengan kacamata minusnya yang bertengger di atas gedung.


"siap" jawab ku


aku segera berjalan ke depan, karena ibu juga baru saja keluar mengantar pesanan buket. kulihat sosok pria yang sedang mengamati bunga yang ada di depannya.


" ada yang bisa saya bantu?" tawar ku membuat pria itu menoleh kearah ku, aku sedikit terkejut tapi dengan cepat menormalkan diri, pura-pura tak kenal atau menyapanya, nanti ku sapa dia gak kenal kan aku yang malu.


" mau cari bunga apa ya kak?" tanyaku, siapa menurut kalian pelanggan sepagi ini yang datang di kioa akong?


"bunga mawar putihnya ada?" tanya nya dengan nada datar. ya benar tebakan aku dia gak kenal aku meski aku kenal. ya wajar mana ada siswa baru yang gak populer seperti aku dikenal idola sekolah , ya sang ketua osis kita, para siswi bilang The most wanted- nya sekolahan. bahkan ketenarannya sampai di sekolah lain, yang jago main voli ,sekaligus ketua team voli sekolah kita.


" ada" jawabku pendek.


kemudian masuk ke gudang dimana bunga itu memang belum di pajang di depan.


"ini mau di buat boket, atau mau beli yang belum di apa-apain" tanyaku  sambil membawa seikat besar bunga mawar putih yang masih di bungkus kertas. apa tadi aku bilang diapa-apain kaya agak tabu dengarnya.


" kamu buat boket aja" jawabnya masih sama datar, dan main hp.


"berapa..?"belum ku lanjutkan kak akhza sudah memotong ucapan ku.


" 30 aja"


"30 tangkai gitu maksudnya" tanyaku memastikan.


"ya"


pelit amat ni kakak akhza batinku, beda aja kalau dia pidato, kayaknya gak akan ada habisnya.


" warna kertasnya?" tanyaku lagi,


"terserah" jawabnya gak kalah sama cewek kalau di tawarin makanan jawabnya itu,,,, jangan bilang nanti kalau minta ganti kertas ketika gak suka dan aku harus balik ganti,,,,kemudian bicara kalau pembeli itu raja jadi terserah suka-suka saya,,,,


"Ok, silahkan tunggu dulu" jawabku, sembari masuk kedalam.


dalam waktu 15 menit aku sudah menyelesaikan buket besar bunga mawar putih, dan ku berikan kepada kak akhza, sedangkan untuk membayar langsung ke akong.


setelah kak akhza pergi dari hadapanku. aku mengucapkan terimakasih banyak telah membeli di kios akong yang di jawab hembusan angin pagi menerpa wajahku, aku langsung masuk kedalam dan melanjutkan pekerjaanku.


Siapa ya yang mau dikasih bunga oleh kak akhza, mungkin dia punya pacar?, tapi sih tenarnya belum,,,.ya allah gak penting banget fathin buat kamu, mau punya gak kan gak ada kaitannya sama aku,,,bukan urusanku monolog ku. tapi mengapa ada rasa aneh dalam hatiku, ada perasaan kecewa jika kakak kelas ku itu punya kekasih.


apa aku juga menyukai seperti mereka....? tanyaku pada hati


bersambung....


Kau adalah penyemangat ku...


jadi silahkan yang membaca kasih like komen dan vote...


happy Reading❤❤❤