I'M On Your

I'M On Your
Chapter 29



đŸŒčđŸŒč


pandangan ku kini menatap sebuah ponsel yang terjatuh di lantai, dan sang pemilik segera mengambilnya.


“ada apa diba?”


tanya tante melody, pada pemilik ponsel.


“gak apa-apa mbak”


jawabnya, namun mata kami saling berpandangan, aku juga sedikit terkejut dengan kehadiran adiba di antara kami. sedangkan adiba sendiri juga terlihat terkejut melihatku.


“kau baru lihat wajah keponakan baru mu ya, aku rasa kalian sudah saling kenal bukan”


perkataan tante melody hanya dijawab dengan keheningan kami. sebenarnya di antara kami tidak ada permasalahan, hanya saja kejadian di raja ampat itu membuatku dan adiba canggung.


seandainya adiba tak bersikap begini, mungkin aku akan biasa saja. tapi kini lihat dari tatapannya, ada sebuah kekecewaan. ku harap dia tidak berharap lebih pada ku.


“kalian kok diam”


“oh iya tan, maksud ku mama kami saling kenal” jawabku yang sedikit grogi.


“gitu donk, jangan diam”


acara makan belum dimulai, sedangkan aku sedari tadi tidak nyaman. berhadapan dengan adiba yang pernah menyatakan cinta dan berdampingan, meski terhalang fathan dengan orang yang pernah singgah, lebih tepatnya masih singgah di hatiku. dan, pria yang kehadirannya baru saja datang adalah pasanganku.


takdir
, begitulah, seperti teka-teki yang sulit di teba,..


“kak, kau makan yang banyak”


fathan yang sedari tadi diam, mulai bersuara, dengan perhatian adikku mengambil kan ku lauk.


“makan yang banyak sayank”


ucap mama mertua yang hanya ku senyumin dan anggukin. ku lirik fathan



“kau ingin, membuatku obesitas ya than” bisik ku pada adikku, pasalnya lauk di makanan ku sudah menumpuk.


“sekali-kali kak makan enak” bisik fathan.


yang membuat aku mendadak tersedak. tapi bukan tersedak oleh perkataan adikku, melainkan dari ibu mertuaku.


“kapan kalian Honeymoon?” ucap mama mertua dengan wajah berseri.


aku yang tersedak, mendadak dihadapi tiga gelas air putih dari ketiga penjuru. dari adikku, dan dari adiba yang ada di depanku, dan terakhir dari kak nidhom.


“mbak kalau makan pelan-pelan dech” ucap Fathan sambil membantuku minum.


“maaf” ucapku menahan malu.


ya bagaimana gak malu, kes sedak nya pas ketepatan mama mertua bilang honeymoon, sedangkan di pikiranku tidak sampai kesitu.


“lain kali aja ma, aku masih sibuk akhir-akhir ini” jawab kak nidhom membuat aku lega, setidaknya aku gak perlu honeymoon dan apalah sejenisnya.


“yaudah, tapi jangan lupa kunjungi mama” ucap mama mertua yang dilanjutkan dengan berbincang-bincang dengan ibu ku.


đŸŒčđŸŒč


hal yang paling menyedihkan, ketika  keluarga yang telah menemani dan menjaga kita dari kecil, sampai   dewasa, harus  melepaskan mu dengan kehidupan barunya. di sinilah aku merasakan pilu, aku ingin tetap tinggal bersama mereka tapi tak mungkin lagi, karena sejak aku sudah terikat dalam ijab kabul, sejak itulah  diriku bukanlah milikku sendiri.


“ semoga kamu bahagia sayank
,,em,, udah itu aja” ucap ibu ketika akan masuk ke dalam taksi yang akan mengantar pulang.


ibu ingin banyak membicarakan sesuatu, namun aku menangkap kesedihannya sehingga mengurungkan niat awal.


“sabar ya sayang” ucap mama melody menenangkan ku.


namun tak lama mama pamit untuk bersiap, karena beliau juga akan langsung ke prancis di mana tempat tinggalnya.


kini aku duduk di dalam mobil yang di kemudi oleh kak akhza, karena kak nidhom harus mengantarkan mama ke bandara.


“aku baru tahu jika yang dijodohkan kakakku adalah kamu”


ucap kak akhza membuka pembicaraan di tengah di fokus menyetir.


“aku juga baru tau itu” jawabku pelan.


“selamat ya, semoga kedepannya kamu bisa menghadapi sikap kakakku” ucap kak akhza membuat keningku mengerut.


“memang kenapa?”


tanya ku yang mulai penasaran.


“nanti kamu tahu sendiri” jawaban kak akhza yang sekarang jadi adik ipar ku ini membuat aku semakin penasaran.


rasa penasaran dan pertanyaan yang bermunculan membahas suami baru ku itu. membuat aku tak sadar bahwa mobil sudah terparkir rapi di garasi.


“kamu gak turun” ucap kak akhza yang sibuk melepaskan sabuk pengaman, sedangkan aku yang baru tersadar segera melakukan kegiatan yang sama. kak akhza masuk dalam rumah aku pun juga membuntutinya.


di depan pintu kami sudah disambut satu asisten rumah tangga. ketika melihat pembantu yang sepertinya sudah siap mengambil bawaan ku, di situlah aku tersadar bahwa aku hanya membawa tubuh dan pakaian yang kupakai saat ini.


“kak akhza, koperku tertinggal” ucapku padanya.


sedangkan orang yang ku ajak bicara santai, tentu dia santai karena itu bukan barangnya, lalu bagaimana dengan nasib koper dan ponselku yang masih di dalam kamar hotel.


“kamu tenang dulu, aku akan hubungi kak nidhom untuk mengambilnya” ucap kak akhza sambil melihat layar ponselnya, namun belum berapa langkah berjalan kak akhza kembali menghampiriku.


“tolong ingat baik-baik mbak, panggil aku akhza saja, sekarang kamu telah menjadi kakakku”


ucap kak akhza dengan senyum simpulnya yang membuat jantungku seperti roller coaster, tentu aku hanya diam kerena senyumnya dan mengabaikan perkataan nya.


ya allah ini gak benar...


kataku mencoba membenahi hati..


“bibi tolong antar kan , mbak ku ke kamarnya”


pintanya pada asisten rumah tangga yang stand by di dekat kami.  aku segera mengikuti bibi tersebut yang menaiki tangga.


“non, paling ujung itu kamarnya den nidhom, silahkan beristirahat” ucap bibi sambil menunjuk kamar nomor tiga. dengan ragu aku melangkah ke kamar tersebut dan membuka nya.


hal pertama yang kulihat adalah kamar yang bernuansa minimalis perpaduan warna putih dan abu-abu yang terkesan bersih dan rapi. tak semua pria bisa memiliki kamar se rapi ini. aku yang masih memegang gagang pintu tapi belum berani masuk menoleh kesamping. ku temukan adiba yang muncul dari arah tangga dan menuju kamar nomor satu.


jika itu kamar adiba, berarti kamar tengah adalah milik kak akhza batin ku.


aku segera masuk dan mengusir pikiranku,,,


aku sudah menikah dengan kakaknya tak pantas jika aku memikirkan adiknya...


bersambung...


silahkan kasih kritik dan saran agar penulis mendapatkan sebuah inspirasi dari saran-saran kalian....❀❀


di sini mana tim akhza❀nidhom❀adiba