I'M On Your

I'M On Your
Chapter 38



sampai jalan depan rumah hal yang menjadi aku dan kak nidhom heran adalah kerumunan masa yang berdiri di depan rumahku, batinku bertanya-tanya, tapi pertanyaanku tak akan terjawab jika belum sampai rumah.


"apa terjadi sesuatu dengan fathan dan ibu?" tanya kak nidhom padaku, aku menggeleng, tapi jadi panik sendiri.


"lebih baik kakak cepat sampai rumah" ucapku.


suara klakson mobil membuat para masa yang ternyata tetanggaku sendiri itu sedikit memberi akses untuk mobil kak nidhom.


sejak mobil memasuki perkarangan rumah, mereka semua menjadi kan kami objek.


"ada apa ya bu?" tanya ku pada salah satu tetanggaku, bukanya menjawab malah bengong menatap kak nidhom yang keluar dari pintu samping.


dari pada tanya-tanya lebih baik aku segera masuk kedalam dan melupakan belanjaan kami. sampai dalam rumah aku melihat ibu dan fatahn baik-baik saja, di ruang tamu juga terdapat pak Rt yang duduk bersama bebarapa warga.


"ini ada apa bu?" tanyaku sedikit panik, ini para warga mau ngusir kami atau mau ngapain.


"oh nak fathin sudah pulang, kami kesini sedang silaturahmi, dan ingi kenalan dengan suamimu"


aku mengela nafas lega, tapi kini mataku menatap mereka dengan heran, ingin silaturahmi pakai bawa warga se RT, bakan juga ada tetangga RT sebelah, perasaan kak nidhom bukan pejabatkan?, aku menoleh ke kak nidom yang tengah mengikutiku tadi, dan aku melirik para wanita dan gadis melototi kak nidhom, ku doakan aja bola matanya gak menggelinding, kan horor jadinya.


***


apa yang kami belanjakan tadi tadas, bahkan mangga yang kami beli tadi aku sama sekali tak menyentuh, yang tersisa hanya sekresek besar pembalut ku itu.


akhirnya pukul sembilan malam kami dapat menutup pintu, berharap tidak ada yang bertamu di malam-malam, kan jadi ganggui orang tidur.


kak nidhom yang statusnya suami aku menarik perhatian para tetangga terutama kaum wanita, kutatap wajah suamiku yang sedang bersandar dengan tangan sibuk mengetik di atas ponselnya.


"iya nanti, aku belum ngantuk" jawabku.


kini aku teringat kejadian tadi pagi yang membuat aku jadi malu sendiri, ngapain tadi pagi?


cuma bangun terus pandangan pertama yang di lihat misua.


 "tidurlah" katanya sambil berdiri memeberi jalan untuk ku keatas kasur.


aku hanya mengangguk dan melangkah kearah ranjang. dengan rasa canggung aku menaiki kasur dan merebahkan diriku, menggeser tubuh sampai melekat ketembok kayak cicak di dinding.


malam semakin larut, namun aku belum bisa tidur, ini sudah ketiga kali kami tidur satu ranjang tapi mengapa aku belum mampu memejamkan mata, sedikit aku menoleh kesamping, menatap kak nidhom yang tengah tertidur. ponselnya juga sudah tergeletak di atas nakas.


pantas saja para wanita seRT mengagguminya, aku baru sadar jika dia memiliki wajah yang sempurna nyaruis tidak ada celah, jika di bandingkan kak akhza, memang kak nidhom lebih, meski sekilas hampir mirip. namun keduanya tidak ada kemiripan dengan mama melody, sebenarnya siapa ayah mertuaku, sejak pernikahan kami aku tidak tahu sama sekali.


"kau tidak tidur" suara bas itu mengejutkaknku, yang membuat aku gelagapan dan segera kembali ke posisi seharunga.


malukan aku


jeritku


namun yang membuat aku terkejut lagi ketika tangan kak nidhom membelai jilbabku, ok kuingatkan bahwa aku tak pernah melepas jilbab kecuali di malam setelah pernikahan ku...


"tidurlah" bisiknya di belakang yang membuat aku merinding..


bersambung...