I'M On Your

I'M On Your
chapter 13



🌼🌼


Me: siapa?


+62*** :Akhza


Ku pandang layar ponsel ku dengan hati yang berdegup kencang, entah itu bahagia atau bingung. Aku masih termenung namun setelah 10 detik berlalu sudut bibirku terangkat dengan wajah memanas. Kak akhza si cowok dingin chat aku duluan, gak nyangka aja.


Me:oh iya kak. Maaf


Segera ku balas setelah hanya membacaannya saja.


+62*: y, ada kesulitan*


Me: sedikit


+62: ?


Me:aku sedikit grogi untuk besok


Jawabku apa adanya, memang saat ini aku sedang panas dingin.


+62* ; ku yakin kau bisa, cobalah berdiri di depan cermin dengan percaya diri dan praktekkan.


Me; ok


    Balasku, dengan senyumnya masih terbit di bibirku, segera ku raih lagi teks yang sedang tersingkirkan di atas kasurku. Ku gelengkan kepalaku untuk menghilangkan dugaan dari perasaanku yang muncul, Jangan berharap fatin, kak akhza sedikit perhatian pada mu hanya untuk kelancaran acara besok. bukan karna ada perasaan batinku meyakinkan.


    Pantulan bayangan dari cermin, gadis yang sudah memakai seragam rapi itu adalah aku. sebisa


mungkin aku menjaga mood ku agar tetap baik. Tas yang berada di meja belajar segera ku raih.


Semangat Fatin!!! Gumam ku menyemangati diri, dan bergegas keluar kamar.


“tumben cantikk” ucap Fathan setelah melihatku.


Aku lebih memilih diam dan bergabung di meja makan.


“mbak, ada acara apa?” tanyanya setelah tadi aku tak menanggapinya.


“deas natalis” jawabku santai.


“ohh itu, lah ngapain mbak rapi amat hari ini”


"terserah aku…” jawabku sekenanya, yang membuat Fathan berdecak tak suka.


Ibu yang berada di antara kami hanya diam dan makan dengan hikmad.


“udah dech jangan kepo, nanti aku nebeng berangkat” ucapku yang membuat fatin mencebik.


Setelah berpamitan dengan ibu kami langsung berangkat. Hari ini Fathan akan mengantarkan ku dengan motor bututnya. Adik yang memiliki postur tubuh lebih besar dariku membuat kami terlihat tak seperti adik kakak, lebih tepatnya aku yang tidak cocok jadi kakaknya, aku baru sadar adikku tumbuh menjadi pria remaja yang cukup tampan.


“makasih”


ucapku setelah berhenti di depan gerbang, sedangkan Fathan putar balik karena memang sekolahnya terlewati.


“ciyyeee yang di antar gebetan, brownis pula hahaha” goda irtifa, padahal ia tau jika


itu adikku.


“dasar” jawaku, sembari melangkah masuk gerbang bersama.


Acara pembukaan resmi kegiatan akan di mulai setengah jam lagi, ini kesempatanku untuk merilekskan tubuh dan mengumpulkan ion-ion positif agar lebih percaya diri.


“fa, ayok” ucap kakak osis wanita yang memang memanggilku.


Aku segera berdiri dan menghela nafas, kemudian melangkahkan kaki dengan pasti menuju panggung. Ini pertama kalinya aku berdiri di depan banyak orang, apalagi di depan para petinggi sekolah kami.


“assalamualaikum warahmatullahi Wabarokatuh” salam ku yang terdengar menggema di aula, setelah


membacakan mukadimah yang di lanjutkan membacakan susunan acara.


Pada acara sambutan pertama, akan di sampaikan ketua pelaksana kegiatan. sosok orang yang aku kagumi berjalan dengan tegas, dan sedikit memberi penghormatan pada undangan khusus. pandanganku masih tertuju pada kak akhza yang berbicara di atas podium yang membuat semua terkesima oleh sambutannya. Kemudian di lanjutkan bapak kepala sekolah dan ketua yayasan.


  Ku pikir seorang bapak tua yang akan maju ke depan, ternyata seorang pria yang terlihat masih muda. Aku hanya menatap sekilas, namun telingaku masih menangkap apa yang di sampaikan. Dari cara ia bicara sungguh lugas dan sangat profesional sepertinya dia seorang akademisi  yang sangat baik, atau mungkin lulusan kampus terbaik, dia juga mengatakan rasa minta maafnya karena sang kakek tidak bisa menghadiri acara ini, yang membuat aku dan mungkin semua siswa yang baru tau siapa beliau, yang ternyata cucu pemilik yayasan ini.


setelah sambutan dari ketua yayasan telah usai, ku lirik para siswi yang berjejer rapi di bawah panggung, yang sepertinya akan meminta tanda tangan atau mungkin foto aktor idolanya. Namun apa yang membuat aku ingin ketawa, mereka terabaikan, sungguh mengenaskan batinku.


Aku kembali naik ke atas panggung, namu netra ku tak sengaja bertemu dengan netra-nya, saat beliau baru saja kembali ke tempat duduknya. Pandangan yang cukup dingin, dan tajam sungguh membuatku terhipnotis. namun segeraku alihkan pandanganku dan melanjutkan apa yang seharusnya ku lakukan.


“akhirnya..” ucapku lega, setelah pembukaan acara telah di resmikan.


“kau belum makan” ucap seseorang, dengan meletakkan kotak makan di pangkuanku.


“makasih”ucapku, menahan rasa bahagia untuk bersikap sewajarnya.


Kemudian ku tatap punggung kak akhza yang sudah pergi.


“kok dapat makan?” tanya irtifa yang muncul dari mana, di susul aggy, dan tentu bodyguard kita si wildan.


“udah jangan berantem, kita makan aja bareng” jawabku.


“enggak makasih, loe makan sendiri aja biar tumbuh” ucap wildan yang mendapatkan pelototan dariku.


🌼🌼🌼


Hari ini adalah hari yang paling melelahkan, karena detik ini sampai sore kita akan di sibukkan oleh stand kami,yang setiap tiga jamnya akan ganti jaga. Karena wildan adalah barista utama kami jadi dia akan kerja lebih banyak.


Saat ini aggy dan irtifa yang akan melayani pengunjung sedangkan aku duduk manis menunggu mereka, ketua penanggung jawabkan tinggal memerintah dan dapat laporan, tapi ya susah bolak-balik ke sana kemari jika di butuhkan.


“ fa kopi udah mau habis..” ucap wildan, padahal stand kami masih di buka tiga jam lalu.


“ la bukannya target kita, habis 300 cup sehari” jawabku


“ini tinggal segini” ucap wildan yang menunjukkan bubuk kopi.


“bendahara kemana?”tanyaku.


“lagi pulang tadi ke rumah ambil buah”jawab wildan


“ya udah gue chat aja, suruh dia beli kopi” sahut aggy sambil merogoh ponselnya.


Oke,akhirnya aku masih bisa santai, stand kami yang menawarkan beberapa jenis minuman kopi dan dessert menarik pengunjung baik siswa sekolah sendiri atau orang-orang di luar sekolah.


“hay” sapa seseorang yang baru saja datang menyapaku dengan tangan mengusap kepala adiknya.


“hay kak” jawabku untuk menimpali keakrabannya, namun malah terlihat aneh.


“gue mampir sini ya” ucap kak azzam sambil duduk di salah satu kursi.


“mau pesan apa kak?” tawar irtifa.


“apa aja..”


“oke apa aja, senyum manis fatin mau"ucap irtifa membuat tanganku ingin melayangkan sepatu yang ku pakaii.


"yang lain aja" ucap kak azzam.


"adanya kopi, Mau”sahut irtifa


“oke, itu lebih baik”


Kurang lebih begitu percakapan mereka.


“tapi jangan lupa bayarnya dobel” ucap irtifa yang membuat sang kakak ketawa.


“ok dehh, buat adikku yang tersayang..”


“peras tu uang kakak loe” sahut aggy.


“biar kelas kita tambah kaya” ucap wildan yang sok kenal sama kak azzam


“saingan gak usah nimbrung” ucap irtifa membuat sang kakak menatapnya.


“bukan apa-apa” ucap irtifa.


 Aku yang sedang duduk manis hanya menghela nafas.Tak lama para tamu undangan tadi juga berjalan-jalan bersama bapak kepala sekolah, menuju kearah stand kami, aku dengan sigap langsung berdiri dan menyapa rombongan setelah mereka sampai di depan stand.


“kelas berapa?” tanya pak kepsek


“kelas X-B ips pak” jawabku sesopan mungkin.


“ini mau pada ngopi di pagi hari bapak-bapak ” tanya pak kepsek kepada mereka yang terdengar seperti guyonan.


“udah ngopi di rumah pak” jawab di antara mereka.


"yasudah kita lanjut"


“saya ada urusan sebentar pak, silahkan anda lanjutkan” ucap seseorang dengan suara tegasnya.


“baiklah” jawab pak kepsek yang meninggalkan satu orang yang berdiri di tempatnya.


Cucu pemilik sekolah sedang berdiri di stand kami.


“selamat datang di stand kami pak” ucapku memberanikan diri,


namun yang ku dapatkan suara cekikikan kak azzam dan irtifa. Aku memandang mereka bergantian, apa ada yang salah dengan ucapan ku. Bukanya membalas sapaan ku, pria tadi langsung berjalan melewati dan duduk di dekat kak azzam. Tak lama 2 cangkir kopi di bawa oleh aggy mendarat di meja mereka berdua.


Aku yang tak mengerti akan maksud tawa adik kakak itu hanya berdiam,, sudahlah tak


penting monolog ku, yang disusul pantatku menyentuh kursi.


bersambung,,,,


jangan lupa tingkalkan komen, like dan vote,,,😘😘