I'M On Your

I'M On Your
Chapter 79



ini bukan sebuah kehidupanku, seperti memasuki sebuah gaya hidup baru, aku melangkah pelan meski dalam hati banyak rasa keraguan saat melihat pemandangan di dalam. bangunan bak kastil ini menyimpan kerumunan manusia. tentu kehadiran ku menjadi pusat perhatian banyak pasang mata. aku terlihat berbeda dari segi apa pun dari meraka.


"tak apa" ucap kak nidhom, rasanya aku kepalaku ingin menggeleng. kini aku tahu mengapa di setiap dia pergi ke acara pesta dia tak membawaku, ternyata kehidupannya di kelilingi orang-orang yang memiliki kedudukan tinggi.


"aku takut membuat malu kakak, bukan seharusnya aku pulang saja" ucapku.


kak nidhom menarik ku semakin dekat,


"percayalah pada diri mu sendiri, merka bukan apa-apa"


"tapi.... " belum selesai aku bicara kak nidhom membawaku melangkah keadah seorang pria paru baya.


apa aku akan di jual?


pertanyaan yang muncul dalam benak ku, saat aku mengingat tentang sebuah novel yang ku baca.


"hello, Mr. henry"


"oh hay. Mr. Nicko, who is the beautiful girl beside you? "


"this is my wife"


"oh nice to meet you, I'm Mr. henry" pria paruh baya itu mengulurkan tangannya kepadaku.


"maaf, saya fathin" jawabku kaku, sambil menelungkupkan telapak tanganku. pria itu tersenyum kecil.


"sorry he's a little shy, his name is fathin"


"no problem, I understand" ucapnya.


akhirnya kami di persilahkan duduk di salah satu kursi.


"kia, kamu tunggu sebentar disini" ucap kak nidhom setelah duduk, aku hanya menganggung sambil memandang sekeliling.


disini hanya tinggal aku senderian, tentu dari sekian banyak manusia aku tak mengenalnya, seharusnya asisten pribadi suamiku itu juga berada di sini.


"Ciao Bella" (hai cantik)


sapa seorang pria asing yang tiba-tiba datang, aku terdiam karena tak mengerti apa yang sedang di bicarakan.


con chi sei venuto? (dengan siapa kamu datang?) tanyanya. dalam hati aku mendengus kesal, apa tak tahu jika aku adalah orang asing seharusnya dia berbahasa inggris batinku.


" ok"


"I'm alek, say your name? "


"Fathin" jawabku, mengabaikan tangan pria tersebut yang menjulur, hingga dia menarik tangannya kembali.


cukup lama kami berbincang, sebenarnya sangat asing berbicara dengan orang yang tidak di kanal, lagian pengalaman sebelumnya membuat aku harus waspada.


"sorry dear i'm a bit long" (maaf sayang aku agak lama) suara bariton kak nidhom cukup membuat aku terkejut.


"ah iya gpp kak" jawabku, kak nidhom menatap pria yang duduk di depanku. aku menanggap tatapannya yang tak suka, hingga membuat pria asing itu terpaksa berpamitan.


"berhati-hatilah bergaul dengan pria asing" ucapnya sedikit dingin.


"ya aku tahu, lagian dia yang datang"


"seharusnya aku yang tak meninggalkanmu "


ucap kak nidhom sambil menusap kepalaku.


"aku tidak suka disini" ucapku.


"hmm aku tahu, ini membosankan, kalau gitu kita keluar dan cari udara segar"


"tapi bagaimana dengan urusan kakak"


" elvian akan mengurusnya, buat apa dia ada jika tak berguna"


aku hanya mampu tersenyum simpul menanggapi ucapan kak nidhom.


memang benar acara seperti ini buka gaya hidup kami, meski sebenarnya acara pesta dan dansa yang ada di ballroom bangunan ini menjadi daya tarik.


Bersambung...


ada yang mau kasih saran, bisa langsung komentar saja, siapa tahu kritik readers bisa membuka pintu wawasan autror terbuka😂😂


#thank you🥰🥰