
tak terasa hari yang ditunggu telah tiba. kami dengan bangganya memakai toga . masa SMA yang menjadi hal paling indah, kini akan segera menjadi kenangan. Hal-hal yang kita lalui, perjalanan bersama mereka, kelak, Pasti sangat kurindukan. Ingin rasanya nya, Kembali menjadi siswa baru ketika mengikuti mpls. Pertemuanku dengan aggy, kebaikan irtifa, dan tak lupa satu temanku yang paling menyebalkan Wildan.
Entahlah, hari-hariku Tanpa mereka, mungkin akan terasa sangat membosankan.
“hey, fa kenapa muka loe kayak baju belum disetrika, kusut sekali padahal muka dah goodloking”
ya, suara si wildan. dia gak tau apa kalau aku sedang melow. ku abaikan celotehan wildan dan lebih memilih ikut bersama aggy.
Teman satu ku itu entah kemana. dari tadi aku tidak melihat batang hidung irtifa. Belum selesai Mulutku menutup. orang yang ku nanti munjul juga. hari ini irtifa terlihat manis mengenakan gaun berbahan brokat warna baby pink. menambah kesan manis.
“tumben manis, biasanya galak”
si wildan kembali lagi berulah, setelah tadi terabaikan olehku. manusia satu itu tidak bisa kalau gak buat mood tambah buruk. irtifa yang awalnya tersenyum manis kini langsung cemberut, gigi rapi nya yang tadi mau kering, tidak jadi, karena ulah wildan. salahkan saja wildan karena cowok sendiri di antara kami. karena cewek selalu benar dan cowok akan semakin salah jika wanita sudah berkehendak.
“berarti di pandangan loe gue biasanya bermuka hulk apa?”
“gue gak bilang ya ir, lo sendiri yang ngatain”
jawab wildan yang bikin wajah ayu irtifa, jadi merah padam. mereka berdua jika sudah berhadapan di depan mata memang begitu, entar kalau jodoh bagaimana, jangan sampai dech, nanti perdebatan bikin tambah panjang, bisa sampai di meja hijau.
dua makhluk yang namannya aku dan aggy hanya diam menonton. sampai acara akan mulai barulah perdebatan sengit mereka usai.
serangkaian acara mulai dibacakan, kami duduk khidmat di tempat kami masing-masing. mendengarkan mc, menghandle acara. sebagai pembuka beberapa pentase ditampilkan. kemarin aku merekomendasikan lokasi wisuda seperti angkatan kak akhza, tapi banyak anak yang memilih di ballroom, jadilah kali ini wisuda di hotel, tapi tidak sekalian menginap ya..
hal yang ditunggu tiba, upacara peneguhan, sebelum prosesi diawali masuknya senat sekolah, yaitu bapak kepsek dan anggotanya. dan tak lama kami bersiap memasuki ballroom dengan akses jalan yang ditentukan. mataku sedikit melirik kursi undangan, berharap menangkap keberadaan ibu dan fathan. namun tak juga kutemukan, tak mungkin pandanganku menjangkau undangan yang mencapai seribu lebih.
setelah nama satu persatu siswa telah dipanggil, begitupun dengan diriku. kini kita mendengarkan sambutan bapak sekolah sekolah, bapak ketua yayasan dan perwakilan wisudawan kelas XII yang tak lain adalah adiba dan yang terakhir pemberian penghargaan pada siswa terbaik angkatan tahun ini baik IPA maupun IPS.
“fa, kemungkinan aku jadi siswa terbaik tahun ini gak?” tanya irtifa yang duduk tepat di belakang ku
“kau pikir aku cenayang yang bisa meramal”
jawabku yang membuat dia cemberut.
“dilihat dulu, semester kemarin peringkat mu di bawahku, aku yang peringkat satu belum tentu masuk apalagi kamu”
candaku, yang sedikit keterlaluan, tapi tidak ada niatan untuk sombong, aku kan baik hati dan tidak sombong,
bela ku…
keasyikan ku bercakapan pada irtifa, membuat perhatianku hanya teralihkan pada pembicaraan kami. hingga teman sampingku menyentuhku
“ada apa?” tanyaku.
“kau dipanggil” ucapnya
“aku, dipanggil untuk..” belum teman sampingku menjawab aku mendengarkan namaku dipanggil MC.
“fathin hafizhakia, silahkan maju ke depan”
dengan kondisi syok aku berdiri, melangkahkan kaki ku dengan ragu, di atas panggung sudah terdapat tiga siswa jurusan IPA, yang salah satunya adalah adiba. tentu aku berdiri di samping adiba, meski ada jarak sekitar satu meter, setelah kehadiranku di panggung tak lama dua teman jurusan IPS juga menyusul.
aku bersyukur meski peringkat tiga dengan nilai NEM cukup memuaskan. sebagai menghargai prestasi kami bapak kepala sekolah memberikan sebuah penghargaan, bersama ketua yayasan.
kini, aku berpindah posisi di paling ujung kiri, karena peringkat pertama harus di tengah, jadi ketika pemberian penghargaan aku paling akhir.
“selamat ya fatin” ucap bapak kepala sekolah kepadaku dengan ramah, namun penghargaan diberikan oleh bapak ketua yayasan, setelah itu sesi foto, aku yang tidak pernah sedekat orang penting sedikit grogi, meski pernah naik panggung tapi baru pertama kali orang penting berdiri di sampingku,,,
biarlah kata reader's aku norak , gpp lah…
makasih bapak atas beasiswanya, uang saku perbulan dan tentu segala kebaikan nya…
kataku yang hanya berani membatin di dalam hati.
setelah acara selesai, kami berhamburan , tentu sebelum kembali ke keluarga masing-masing. kami berempat berkumpul untuk sesi foto. ku tatap mata wildan yang menyala merah.
“kau kelilipan ya will” kataku, yang malah disambut pelukan tapi ke aggy.
“jangan lupakan aku ya guys” katanya.
ya tentu, wildan setelah ini akan kuliah di singapura, dan kami pasti jarang ketemu, seandainya dia tidak kuliah di singapura, pasti jarang ketemu juga oleh kesibukan masing-masing. oleh karena itu nikmati masa SMA kalian sebelum masa-masa kesibukan akan menemuimu, dan waktumu akan tersita untuk pekerjaan bagi yang bekerja, bagi yang melanjutkan pendidikan tinggi pasti juga akan mencari teman baru,,,
itulah manusia dalam perjalanan hidup, kita akan silih berganti berjumpa dan berpisah pada orang baru, dan orang yang pernah singgah,,, karena kehidupan dinamis mengikuti alur kemana kita melangkah,,,
“cowok woy, jangan alay” teriak aggy
yang membuat wildan meninju ke lengan gadis itu, aku yakin rasanya tidak sakit, karena tubuh aggy sekeras baja untuk rata-rata wanita yang lemah lembut.
setelah merasa cukup meminta maaf, saling tukar hadiah kami menghambur ke keluarga masing-masing. ku lambaikan tanganku saat melihat ibu, namun segera kuturunkan karena malu dilihat oleh tante melody. bukanya ibu yang menerima pelukan pertama ku, tante melody yang memelukku terlebih dahulu, wanita yang lebih tua dari ibuku namun kecantikannya seperti umuran 30 tahun itu memberikan ku sebuah buket bunga mawar putih besar dan sebuah bingkisan berhias pita warna gold.
“kamu suka”
tanya tante melody yang ku jawab dengan rasa terimakasih.
“selamat ya sayang,” lanjutnya.
Karena mendadak mendapat pelukan dan ketiban buket besar sampai lupa aku tidak menyalami dua wanita tersebut.
“selamat mbakku yang cantik, kau inspirasiku”
suara yang muncul mendadak itu fatahn, yang berada di balik tiang besar.
“makasih adikku terjelek”
“kok gitu..” protes fathan
“soalnya gak ada hadiah, gak ada pula kata manis” kataku,
yang membuat fathan mengeluarkan kado dari balik punggungnya. udah kayak doi yang lagi menemui pacarnya wisuda,,,hahaha istighfar fatin ni adik sendiri lo ya…
Bersambung....
Jangan lupa kasih saran sama kritik, like vote dan komenya juga