
besok sudah tahun baru, dan besok pagi kami sudah harus berangkat ke bandara. sayang jika malam ini dilewati begitu saja.
"kak setelah ini kita kemana? "
"terserah kamu ingin kemana? "
tentu selama menganggur di kamar hotel, aku sudah mencari-cari tempat yang menarik.
"bagaimana kalau ke kota verona? "
"kia,, besok kita sudah akan ke bandara pagi"
"hmmm ya sudah" ucapku sedikit kecewa.
"tapi besok sudah tahun baru, dan tiga hari lagi umurku sudah sembilan belas tahun, hmmm boleh ya"
"ok" jawabkan nidhom yang membuat bibirku sempat memberengut kini tersenyum. tak menyangka dia yang dingin dapat meleleh dengan tampang melas ku.
akhirnya dia membawa mobil menuju kota verona, yang dapat di tempuh perjalanan dua jam lebih.
kota verona tak kalah cantik dengan vanesia dan roma, kota yang sebagai latar belakang kisah cinta Romeo dan juliet tokoh fiksi yang ada dalam novel karya penulis William Shakespeare. Punya cerita tragis, kisah cinta Romeo dan Juliet menjadi terkenal di dunia dan pada akhirnya malam ini kami berkunjung ke wisata tersebut.
"makasih" ucapku malu.
"demi dirimu akan aku lakukan apapun" ucap kak nidhom membuat aku reflek memeluknya. suamiku yang cuek ini ternyata memiliki sisi lain.
"aku jarang keluar negeri tapi kakak sering, bahkan aku ingin tahu dulu mama dan kakak tinggal dimana? "
"itu tak pasti, setip tahun aku dan mama pindah rumah"
"kenapa begitu? "
"kami suka mencari suasana baru" ucapnya dengan senyum getir. sepertinya bukan itu alasannya.
"berarti akhza tidak merasakan itu"
"iya, sejak kecil dia sudah di titipkan nenek di indonesia"
"hmmm, berarti ketika ke sini kita tidak ada tempat untuk di kunjungi" ucapku pelan.
"kau kecewa"
"bukan, tidak seperti itu"
"dimana pun salahkan itu ada kamu, di situlah rumah ku"
"hmmn, sejak kapan kakak jadi ngegombal"
"sejak lama"
"kapan? "
"kau tak perlu tahu"
ucapnya, aku menatapnya penuh tanda tanya.
"aku ingin tahu" ucapku keukuh, kini aku menunjukkan sikap penakutku menjadi pemaksa.
kak nidhom memutar ku menghadapnya, membelai pipiku dengan pelan dan menatapku dalam. siapa yang tidak luluh jika di perlakukan semanis dan sehangat itu.
"Grazie per essere nella mia vita, completare la mia amara storia e rendere un sorriso una medicina per le mie ferite, voglio solo dire al mondo quanto significhi nella mia vita." (terima kasih telah hadir dalam hidupku, melengkapi cerita pahitku dan menjadikan senyuman sebagai obat lukaku, aku hanya ingin memberitahu dunia betapa berartinya itu dalam hidupku.)
aku tak mengerti apa yang di katakan, namun aku merasakan pelukan tulusnya yang menyalurkan akan perasaan. hingga aku terlarut dalam suasana ini. suara pelan yang tersamarkan oleh bisikan angin, tapi masih dapat di tangkap oleh indra pendengaran ku.
aku juga mencintai kakak....
kota ini banyak sejarah, banyak cerita tentang cinta, hingga tanpa sengaja kami saling menyatakan akan perasaan kami disini, mengukir kenangan bernaung langit kota cinta, meskipun hubungan kami seperti air laut, yang kapan saja dapat pasang dan surut.
"jika boleh berharap, aku ingin waktu berputar lebih lama" ucapku pada kak nidhom.
"kita masih banyak waktu di rumah, apa perlu aku buatkan rumah mirip seperti casa di Giulietta"
"berlebihan"
kami berjalan beriringan dengan tangan saling bertautan, cuaca dingin membuat kami harus saling menghangatkan dengan berpegangan salah satunya.
namun aku harus menghentikan langkahku ketika kak nidhom tiba-tiba berhenti, dengan pandangan tertuju pada suatu objek.
deg jantungku berdetak cepat, sungguh aku memiliki firasat buruk tentang hal ini, tapi aku mencoba menepisnya.
bersambung..
#JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTEπππ