I'M On Your

I'M On Your
Chapter 82



ini hanya sebuah keinginan kecil


yang menjadi harapan besar...


Hidup bahagia meski sederhana,


memberikan segala hal yang dimiliki pada orang yang dicinta,...


Namun keinginan kecil itu harus terhempas, ketika apa yang kutakutkan kemarin menjadi sebuah kenyataan saat ini..


sadar..


bahwa dari awal kehidupanku berbeda darinya...


jika dia mampu tersenyum dalam kesederhanaa, dan tawa dalam ketentraman....


kini, aku telah membawanya dalam sisi berbahaya dalam hidupku.....


apa salah? jika aku ingin hidup normal tanpa ada rasa takut aku mencintai seseorang....


sejauh langkah berlari, pada nyatanya,,, situasi yang kutakutkan terjadi...


pria dengan kemeja yang berantakan menatap jalan raya yang sepi. menghela nafas yang memburu karna menahan sebuah emosi yang meluap. namun pada kenyataannya dia hanya dapat melampiasakan amarahnya pada kemudi dan mengupat sepanjang dia mengemudi menuju tempat di mana seharusnya tak ingin dia datangi.


mobil berdecit, tak kala ban mobil bergesekan dengan aspal ketika di paksa terhenti mendadak.


blammm....


suata pintu mobil yang di banting keras membuat sekermpulan pria berjas hitam menatap pria melangkah ke arah markas.


"dimana si br*ngs*kk, bos kaliannn itu!!! " Teriak nya sambi menunjuk nunjuk. .


seorang di antara mereka maju dengan sedikit membukukkan badan dengan penuh hormat.


"salam untuk tuan muda, tuan telah menunggu anda cukup lama"


"s**l*n!!! " umpatnya dengan emosi, namun dengan berlahan dia menekannya meski ada rasa sesak di dada, tak ada lain selain mengikuti alur permainan, meskipun kebahagiaan harus dia taruhakan.


dengan langkah tegak dia menuju mobil yang sudah di siapkan.


***


entah sebuah penyesalan telah menunda waktu atau sebuah keberuntungan, tak pernah ku bayangkan aku menemukan suatu situasi yang tak pernah ku pikirkan. pertemuan dengan mama mertua suatu keberuntungan, sayang situasi seperti ini bukanlah bayangan yang diharapkan.


"mama kita dimana? "


tanyaku sambari memeluk mama mertuaku menyalurkan rasa kerinduan sekaligus ketakutan.


"jangan takut sayank, mama akan menjagamu"


"ma, ini dimana? " tanyaku pada wanita paruh baya yang sekarang terlihat lusuh, meski kecantikannya tak pernah berubah di mataku.


"di penjara bawah tanah" jawabnya pelan.


pantesan suhu di sini terasa dingin dan lembab. kini aku menatap dalam mata mama yang berkaca-kaca.


"maafkan mama kia"


"untuk? "


"nanti mama jelaskan, .. "


suara perutku yang keroncongan menghentikan kata mama, wanita itu masih dapat tersinyum simbula dalam kondisi seperti ini.


"mari kia, kita makan, setelah ini mama akan ceritakan semuanya pada mu"


aku mengangguk patuh, diam menatap mertuaku yang mengambil piring yang di bawa pria kasar tadi.


aku hanya mengambip roti gandum dari sekian makanan yang ada di piring besar itu.


sesuai janji ibu mertua, saat ini aku menjadi pendengar setia dari kisah hidupnya yang pernah terbayangkan.


"bagi orang yang tak mengenal nidhom, mungkin dia sosok yang diingin dan tidak peduli, sepenadnya dia perhatian dan penyayang. "


"mungkin selama ini kamu merasa seperti tidak di cintaikan? "


"hmm, iya ma, namun di awal pernikahan kami, hingga aku banyak salah paham padanya"


"duduk lah mama akan bercerita banya hal tentang nya? " ucap ibu mertua sambil membelai kepalaku dan memintaku untuk tidur di pangkuannya...


"anak itu selalu begitu, acuh, namun peduli, kehidupan kami yang keras di masa kecilnya membuat dia sulit merasakan kedamaian hingga beranjak remaja dia menutup diri dari hal-hal yang seharusnya remaja lakukan, dia tak pernah merasakan cinta meski kebanyakan wanita dapat berteman dengannya.... "


"jadi kak nidhom tak pernah pacaran... "


"hmm ya begitulah"


"hidup nidhom dan akhza berbeda, dari kecil sampai remaja nidhom selalu bersama mama, dia tahu bagaiman masa-masa sulit kami, sedangkan akhza sedari lahir dia sudah mama titipkan sama bunda... "


"nidhon kecil, sudah merasakan hidup keras, makan seadanya dan pindah dari kota ke kota lain, hingga pendidikanya tak bisa stabil, namun karna dia cerdas dia mampu beradaptasi... tak jarang kami hanya bisa menempati satu kota hanya dalam jangka satu minggu"


"tapi seperti itu? " tanyaku, ingin tahu alasan dari permasalah yang ibu mertuaku lalui...


"itu karena.... "


Bersambung...


jangan lupa like, komen, dan vote😘😘😘😘