
Entah sekian lama aku gak update, akhirnya dapat menulis kembali.
sebelum-nya aku ucapkan terimakasih bagi pembaca yang menyempatkan membaca karya yang masih amburadul😁😁
dan jangan lupa komen, vote dan jempolnya agar author semangat berkarya.... 😘
happy reading🥰
##
tidur, itulah yang ku lakukan sepanjang penerbangan sampai aku mendarat di bali, bahkan setelah keluar dari pesawat aku masih terlelap dalam mobil. hingga saat kembali membuka mataku aku sudah tergeletak di atas ranjang empuk.
sedikit rasa pening, namun aku segera duduk ketika samar- samar indra penglihatan ku menangkap siluet tubuh kak nidhom yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"kenapa tak membangunkan ku? " kataku sambil memijat pelipis yang terasa berdenyut- denyut. kak nodhom yang sedang melakukan gerakan mengeringkan rambut dengan handuknya berjalan mendakati sisi ranjang.
"tidurmu pulas, mana mungkin aku membangunkan mu" ucapnya sambil menempelkan handuk yang sedikit basah ke wajahku.
"bersihkan badanmu dan sholat dhuhur, karena ini sudah pukul tiga"
aku langsung meloncat dari ranjang, tak peduli dengan tingkahku yang seolah kehilangan keanggunan, hingga...
duggg...
keningku mendarat pada tubuh atletis yang sedang membelakangi ku, sedangkan tanganku mencengkeram kaosnya.
segera ku raih selimut yang tadi melilit pada kakiku, dalam hati aku merutuki kecerobohan sekaligus menahan malu.
"maaf" ucapku segera berlalu ke kamar mandi, sebelum waktu sholat dhuhur benar-benar habis.
...***...
pesona romantisme sunset yang menggantung di langit senja pulau dewata memang indah. hawa yang sangat hangat, sehangat canda tawa beberapa pengunjung yang menikmatinya. namun aku lebih memilih menggunakan hoodie untuk menghalau angin sore yang nanti bisa membuatku masuk angin.
"kau ingin berdiri disini? "
pertanyaan kak nidhom membuyarkan objek-objek yang ku tamati.
ucapnya, dan aku mengarahkan pandangan di mana yang dia tuju tadi.
"jangan!!! " cegah ku, sambil menahan tangannya ketika dia ingin beranjak dari tempat berdiri. sedikit keningnya mengkerut, menandakan keheranan terhadapku.
"jangan di sana, kita di sini saja" ucapku dengan senyum manis, dengan posisi masih sama, yaitu memeluk lengannya.
"kia, kau tak meminta kita duduk di atas pasirkan, aku tidak bisa berdiri terlalu lama"
aku menatap tubuhnya yang sehat bugar itu dengan pipi menggembung, sebenarnya aku juga lelah berdiri, tapi aku tak mau duduk berkumpul dengan para turis-turis itu, ya bagaimana pun aku seorang wanita, tentu tidak suka jika suamiku memandang mereka, tak mungkin juga aku menutup matanya. mengingat kami belum saling memiliki perasaan saja membuat dada ku sesak,
sekarang kalian tahu kan apa yang ku pikirkan...?
aku tak mau kak nidhom berpaling dariku hanya untuk menatap tubuh para turis yang terekspos itu...
"kita jalan-jalan cari angin saja kak" ucapku. kak nodhom masih menanggapi ucapanku dengan ekspresi penasaran, sedangkan aku segera melakukan gerakan kecil menariknya untuk pergi. namun pada akhirnya aku sedikit melihat senyum simpulnya yang terbit meski harus di tutupi sifat dinginnya...
kriuk
kriuk
aku terdiam kaku saat suara dari perutku begitu nyaring hingga terdengar di gendang telinga, aku menahan malu di hadapan kak nidhom ketika pria itu menatap ku. ya kini aku lupa belum makan setelah mendarat, bahkan bangun tidur aku di kejar waktu sholat dzuhur yang mendekati Isya'.
kak nidhom kembali tersenyum, lebih tepatnya dia sedang menertawakan ku meski tak sedang tertawa karena senyumnya terlihat sedang mengejek.
"sorry, aku lupa kamu belum makan" ucapnya. sedangkan aku menahan cemberut, kenapa perutku tidak bisa menahan lapar dan mendadak berbunyi.
"hmm aku lapar" jawabku pelan sambil menatap bawah, melihat kakiku yang sedang menendang kecil pasir pantai.
"baiklah kita cari makan sayank" ucap kak nodhom sambil menautkan jemarinya di sela sela jemariku.
makasih
batinku, sungguh akhir-akhir ini dia membuat aku sering baperan di buatnya..
bersambung....