I'M On Your

I'M On Your
Chapter 34



akhir-akhir ini aku sering bergulat dengaan buku, ujian tes juga sudah semakin dekat. tidak ada waktu lagi hanya sekedar membaca novel kesayangan. kak nidhom akhir ini juga sering di rumah, meski sebagai penjawab persoalan yang belum aku mengerti. setelah keputusanku untuk memilih sarannya dia setiap malam selalu di rumah, menungguku belajar, meski dia juga berkutat dengan dunia nya sendiri.


namun meski akhir ini sering bersama aku tak pernah melihatnya terlelap, yang ada aku yang tak tau kapan tertidur dan bangun sudah di atas ranjang.


" besok, akhza akan menunggumu ujian" ucap kak nidhom sebelum keluar dari kamar. aku hanya menghela nafas dalam hati dan menatap dia yang pergi, seperti ada urusan mendadak, kak nidhom kan orang sibuk, gak kayak aku. tapi menurutku dia lebih misterius dari sekedar film horor yang penuh teka-teki.


 


***


Benar apa yang di ucapkan.  sejak mengucapkan bawha kaka akhza yang akan mengantarkan ujian, sampai sekarang aku belum melihatnya. tentu aku juga tidak tau dia kemana ketika nenek bertanya keberadaannya. hingga dapat di simpulkan bahwa kak nidhom manusia astral di rumah ini, datang dan pergi semaunya. bagaiman orang rumah itu tak tahu kemana perginya. kecuali kak akhza mungkin yang tahu, dia adiknya kan.


"kau benar akan ambil Psikologi pendidikan?" tanya kak akhza memecahkan keheningan di dalam mobil.


"iya, " jawabku singkat,


setidaknya aku sedikit menjaga jarak dengan adik iparku ini, karena bagaimanapun juga namanya pernah terselip di hatiku, dan belum sempat terhapus.


"oh, kudengar kemarin ambil jurusan akutansi"


"iya"


kak akhza menatapku, namun kemudia tersenyum dari ujung mata ku aku melihatnya.


"apa ada yang aneh?" tanyaku.


"tidak, cuma saja aku punya pandangan lain terhadapmu" ucap kak akhza yang membuat aku mengerutkan kening.


"sudahlah jangan di pikirkan" ucap kak akhza selali lagi. setelah beberapa minggu tinggal satu atap aku mengenal berbeda tentangnya, dia sedikit ramah terhadapku, tidak secuek dan se dingin dulu.


"tapi aku penasaran?" tanyaku.


yang membuat kak akhza menyunggingkan senyumnya, mempesona tapi sayang dia bukan milikku.


"menurutku, semenjak menikah dengan kakaku, sikap mu ikutan cuek seperti kakakku"


"mana mungkin"


"sungguh, jadi kaku, tak seperti ketika masih SMA"


aku hanya menggaruk jilbabku yang gatal. perasaan enggak sich menurutku.


"kakak juga berbeda"


"berbeda ketika masih SMA sama sekarang" lanjutku


"sebenarnya aku seperti ini, dulu karena harus menghindari siswi-siswi yang suka mengganggu ku"


aku menatap kak akhza dengan heran, berarti selama ini para cewek yang menagguminya di anggap sebagai pengganggu, jahat sekali dia, ya wajar orang tampan kaya mah bebas..


"jika perkataan kakak di dengar mereka, aku rasa pasti mereka sangat patah hati" kataku dibuat semelas mungkin.


ya allah aku baru ingat pada surat yang ku taruh di selipan bukunya.  aku merubah tatapanku yang awalnya heran jadi horor, dan kak akhza menyadari itu.


"kenapa?"


"tidak ada"


jawabku sambil menatap kedepan. tak lama mobil berhenti di basemen kampus. sebelum turun aku memandang sekeliling luar. takutnya ada yang mengenalku kan di kira yang bukan-bukan meski kak akhza statusnya adalah adik iparku.


"makasih kak, tapi kakak gak perlu antar aku sampai dalam"


"oky, nanti kalau sudah selesai telfon aku, kamu simpan dulu nomer ku"


"bukanya, kakak sudah punya nomerku?"


pertanyaanku membuat kak akhza menatapku heran, tapi segera dia merubahnya.


"oh ya, aku lupa, tapi sepertinya aku sudah mengganti nomerku" jawabnya


setelah kami bertukar nomer aku segera pamit.


"semangat!! dan jangan lupa, janagan panggil aku kakak, kau kan kakakku" kata kak akhza membuat kami saling melempar senyum. ya aku baru sadar dia sekarang adikku.


"lain kali aku akan panggil adek akhza" jawabku yang membuat kak akhza menutup wajahnya, dan tertawa di balik itu semua.


"akhza saja, aku alergi di panggil adik "


tanpa sadar aku melambaikan tangan setelah keluar dari mobil dan segera pergi dari basemen kampus.


 


***


ujian memakan waktu dua jam lebih sedikit, tapi aku bernafas lega kerena semuanya lancar sesuai dengan anganku. tinggal menunggu pengumuman lulus. ku tatap layar ponselku, dan mencari nama kak akhza, yang dua nama sama dengan nomer berbeda. aku sedikit bingung mana nomer kak akhza yang baru, karena semuanya memiliki foto profil yang gak jelas, anime.


akhirnya ku coba menekan salah satunya nomer itu, ya nomer itu tersambung. tak lama sayup sayup suara terdengar dari seberang, tapi bukan suara kak akha melainkan suara kak nidhom.


"oh, maaf kak salah sambung...." jawabku segera menggeser tombol merah.


sepertinya aku durhaka sekali menutup panggilan kepada suami sendiri. dengan cepat aku menekan nomer satunya.


berarti selama ini story di wa yang selalu ku lihat, story kak nidhom dong, tapi bukanya dulu itu nomer kak akhza, atau kak akhza chat aku pakai nomer kak nidhom, atau kak nidhom yang pakai bekas nomer adiknya, pikiran itu berputar di otakku. dan tak lama sebuah mobil yang mengantarku tadi berhenti. dengan cepat aku masuk kedalam.


"maaf sedikit lama"


"enggak kok"


jawabku, bersamaan ekspresi  wajahku yang terkejut...


Bersambung...