I'M On Your

I'M On Your
Chapter 52



Canggung...


kata itu yang menjelaskan kondisi saat ini. bagaimana momen yang tidak tepat ketika ada orang bertamu sedangkan aku terduduk di pangkuan kak nidhom, semoga saja adik ipar yang pernag singgah di hati itu tidak berpikir yang bukan-buka.


ya, kini kami tengah duduk di meja makan. adiba datang ke apartemen karena di minta oleh nenek untuk mengantarkan rujak lontong buatan nenek. tapi yang membuatku sebal, seharusnya akhza menekan bel, bukan masuk tanpa permisi di saat kondisi lagi tidak mendukung.


"kak, " suara akhza memecahkan keheningan di ruang makan.


"besok sidang skripsiku, temani aku bisa" pintanya yang terdengar sangat kaku dan penuh hati-hati seolah suamiku itu makhluk yang hatinya mudah rapuh.


"hmm" jawabnya, cukup membosankan untuk di dengar. iya aku masih ingat aku masih dalam mode kesal dengan nya meski tak mampu ku lampiaskan. aku yakin aku tidak sedang cemburu, aku hanya kesal karena tidak di hargai sebagia istri.


"semoga berhasil untuk ujiannya besok" ucapku. yang hanya di jawab anggukan. yang menciptakan kerutan di keningku. kenapa akhza ikutan kaku jadi kanebo kayak kak nidhom juga.


usai makan malam yang tertunda aku langsung masuk kedalam kamar. lagian akhza juga sudah pulang. ku lihat ponselku yang menyala karena ada sebuah panggilan masuk.


tentu orang yang paling menyebalkan dan sekaligus menghiburku...


"assalamu'alaikum dek, ada apa malam-malam telfon"


(waalaikumsalam salam mbak ku tercantik)


tumben fathan lebay, biasa nya bilang jelek.


(mbak, minta nomernya mas nidhom donk) ucap fathan di seberang


"buat? "


(hehehe, aku mau ikutan karate mbak)


"ihh, kamu jangan aneh-aneh, lebih baik bantu ibu"


(kok aneh sih mbak, kemarin mas lo bolehin aku ikutan karate, dia bilang juga akan ngajarin aku. katanya cowok gak boleh lemah)


"ehh, siapa bilang lemah.. "


(hheheh, udah pokok nya minta nomer mas nidhom dan salam dari ibu kapan mbak fathin tidur sini lagi)


"ya nanti aku kirimin, kalau kesitu sih bentar lagi mungkin"


(yaudah, wasalam mualaikum mbak ku jelek)


tuh kan kalau sudah tidak ada maunya...


"waalaikumsalam" jawab ku meski sambungan sudah di putus.


"astaghfirullah" lanjut ku ketika manusia yang kubicarakan tadi tengah berdiri di dekat pintu.


"kak nidhom ngapain? "tanyaku.


"besok kita tidur kerumah ibu" ucapnya lalu pergi. aku yang mendengar masih mematung. bahkan kepergiannya tak menyadarkanku.


"apa coba, ngupingin aku telfon"


setelah mengirim nomer suami ke adikku aku segera melempar ponsel di ranjang, dan medekati meja belajar.


" kapan dia meletakkan kartunya di sini. mungkin ketika aku telfon dan tidak menyadari kedatangannya" monolog ku.


***


seperti apa katanya. hari ini aku kerumah ibu, dan tidur di sana selama tiga hari. ku pikir kak nidhom juga akan tidur disini, nyatanya apa yang kupikirkan salah, setelah mengantarkanku dia baru mengatakan bahwa akan keluar kota selama tiga hari, jadi dia menitipkanku pada ibu.


setelah sedikit berbingjang pada ibu baru lah dia pamitan akan berangkat, aku mengikuti langkahnya sampai ke halaman. apa coba yang terjadi?


di depan ibuku dia mencium keningku dengan sayang, dan aku juga menciun tangannya. solah kami keluarga harmonis dan bahagia...


"jaga dirimu" ucap kak nidhom sebelum masuk aku hanya mengangguk patuh.


setelah mobilnya menghilang dari pandangan aku segera masuk kedalam rumah bersama ibu.


sebelum berangkat keluar kota ternyata suamiku itu menempati janjinya pada adik ipar, terlihat dari unggahan akhza dengan kak nidhom. tapi kak nidhom tidak membuat story ucapan selamat untuk adiknya.


"kia, kau rebahan mulu ya di rumah suamimu" ucap ibu ketika aku rebahan sambil mainin hp.


"terpaksa bu, disana fathin gak ada kerjaan"


"kebiasaan" ucap ibu sampil memuku sapu lidi kemeja.


"iya ibuku tersayang butuh bantuan apa? " tanyaki.


dan setalah itu ibu memintaku untuk belanja di warung...


ya hari ini mungkin aku kurang bersyukur. belum sampai ke warung, eh di tengah jalan letemu mantan terindah....


"eh mbak mbak fathin kok lama mas ujang gak ketemu, mbak fathin sembunyi di belahan bumi mana sih"


aku hanya mampu tersenyun kecut.


"mau akang antarin? " tawarnya sambil memukul tempat bonjengan.


"makasih kang fathin jalan aja, lagian warung mbok tumini udah dekat"


"nanti kaki mu lecet lo mbak.. "


tanpa memperdulikan kang ujang aku lebih memilih melanjutkan langkah ku. meski dia berceloteh memintaku untuk naik ke boncengannya...


"mbak lagi di buru setan ya" icap fathan yang duduk santai di ruang tamu. aku yang masih ngos-ngosan langsunv masuk kedalam kamar.


"bilang aja aku gak ada" ucapku sebelum menutuo pintu. tak lupa belanjaanku iku masuk keadalm kamar. samar -samar aku melihat suara ibi yang bertanya pada fathan yang kemudian di susul suara kang ujang mencariku.


dan sesuai instruksi ku tadi fathan memgatakan bahwa aku tidak ada...


sabar dech fathin, udah gak di sayang suami yang sempurnah eh malah di hararapin kang ujang...


sebegitu tak pantaskah aku untuk dia....


bersambung....