I'M On Your

I'M On Your
Chapter 77



"makasih" ucapku dengan tersenyum simpul.


kak nidhom meletakkan Hair dryer di atas meja, setelah usai memantu mengeringkan rambutku. jam pada ponsel menunjukan pukul sebelas malam, dan kami berencana untuk keluar, meski dalam kondisi dia kelelahan akibat aktivitas seharian.


"kak bukannya lebih baik kakak tidur saja" ucapku sambil memakai.


"kesempatan kita berkencan cuma malam, mumpung di roma, kapan lagi kita menikmati pemandangan malam romantis italia" jawabnya sambil mengalungkan syal berwarna merah senada dengan coat yang ku pakai.


hmmm, setelah badai dan dingin yang terlalu kini aku melihat sisi hangat dan perhatian darinya.


"baiklah, tapi sebentar"


"Oky" ucap kak nidhom sambil mengecup kak nidhom sambil mengecup kening ku.


sejak kejadian di bali kemarin, kami memiliki keterbukaan satu sama lain, meski kondisi itu membuat aku masih canggung. tapi biarlah, biar waktu berjalan dengan sendirinya dengan ke terbiasaan, meski aku masih belum mengenal kepribadian lebih dalam, bagi ku ini sudah cukup.


kami melangkah menuruni hotel menggunakan lift kelantai bawah, mengingat ketika memandang dari balik jendela bahwa kamar yang kami tempati tadi berada di lantai atas.


"dingin" ucapku mencairkan suasana, bukannya menimpali ucapanku, kak nidhom malah menarik ku dalam untuk lebih dekat dengannya. saat ini kota roma dalam kondisi musim dingin, meski pakaian yang kupakai cukup tebal tetap saja tubuhku perlu menyesuaikan.


"sudah mendingan? "


aku hanya mengangguk.


malam ini kak nidhom membawaku jalan-jalan di sekitar bangunan Colosseum, suasana malam diluar negeri memang beda. di sebuah caffe kami duduk menikmati secangkir kopi sambil menghangatkan tubuh.


"maaf, aku hanya bisa mengajakmu keluar malam" ucap kak nidhom, membuat aku menatapnya dalam.


"seharusnya aku yang meminta maaf, karena telah merepotkan" ucapku.


"bagaimana pekerjaan mu hari ini kak? " tanyaku, kini aku harus membiasakan diri untuk bertanya hal-hal kecil.


"lancar, dan besok seharian aku juga harus meting"


"ohh"


"kau kecewa"


"tidak, untuk apa aku kecewa? " jawabku cepat. ya meski sedikit ada rasa kebosanan.


tanya ingin tahu.


"tak menentu, setiap tahun aku dan mama pindah rumah, kemana dia pergi aku akan ikut bersamanya, jadi setiap kenaikan kelas aku pun juga harus mengurusi perpindahan sekolah" jawabnya dengan tawa, namun aku menemukan ada rasa kesedihan meski sekilas, kak nidhom orang yang memiliki perasaan yang sulit untuk di tebak, atau karena aku belum memahaminya.


"pasti asyikk, menemukan banyak pengalaman yang berbeda dan banyak teman"


"ya seperti itulah"


"bagai mana dengan akhza? "


"akhza dari kecil ikut nenek"


"ohh, lantas papa? "


tanya ku membuat kak nidhom sejenak terdiam, namun tak lama tersenyum kaku kearahku.


"dia lama pergi" jawabnya.


"maaf, aku.. "


"sudah lah jangan terlalu memasukkan hati, itu wajar jika kamu ingin tahu"


"jadi aku boleh mendengar sedikit ceritamu" tanyaku, sedangkan kak nidhom mengangguk, suami dinginku kini terasa manis di mataku dengan perlakuannya.


jadi malam ini, kami habis kan untuk menceritakan tentang kisah kami tentang mimpi kami dan segala hal apapun. seperti hal nya kota roma adalah sebuah tempat kami untuk membuka diri kami masing-masing. untuk saling mendengar dan berbagi, meski ada sepenggal cerita yang menyakitkan yang tidak bisa untuk di ceritakan.


aku tak menyangka hidupnya semenabjukan dan sepelik itu...


bersambung....


##


makasih kepada reader's yang masih setia dengan ceritaku.


maaf lama upnya karena lagi gak ada inspirasi untuk nulis, kalau mau kasih saran silahkan berkomentar di๐Ÿ‘‡


karena mau mendekati ending jadi bingung๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚