
Happy Reading ππ
Inikah yang di katakan sibuk selama tiga hari, di depan mataku, bagaiman tangannya bertautan mengandeng wanita cantiknya.
inikah yang ku dapatkan dari katanya, bahwa aku tak akan mudah lepas dari sisinya,..
seberapa pun ku berusaha tak berharap dari manusia, disini lah tempat rasa aku terluka dan kecewa, aku punya hati,..., punya sifat manusiawi yang tak mampu menghilang, karena telah melekat pada jiwaku.
se berupaya aku tegar, aku hanya lah manusia, yang tak mampu menyimpan perasaan sebegitu lama...
allah telah menciptakan ku sebagai wanita, dari sisi yang paling tegar dalam hidupku, hanya mampu memendam perasaan, tapi Allah telah melengkapi ku dengan air mata, ku ingin tegar, tapi mataku tak bisa menutupi akan rasa yang ku alami saat ini.
melangkah pergi adalah sebuah keputusan yang tepat, bagaimanapun juga aku bukalah apa-apa baginya...
hujan telah turun, padahal langit malam baru saja cerah, kapan turun hujan atau kapan langit akan cerah, itu tak bisa ku tebak, dan kepada siapa hatinya berlabuh, aku juga tak mampu mengendalikan, karena itu bukan kuasaku, tapi setidaknya tolong jangan belenggu aku di dalamnya, jika kamu masih manusiawi....
siapa yang akan bertahan jika seorang istri melihat suaminya, tengah bergandengan mesra dengan wanita lain, aku tak akan mempermasalahkan jika status ku hanya seorang kekasih, tapi aku istrinya. aki tak akan marah jika dia mengatakan bahwa dia tidak menyukaiku, aku bukan istri harapannya dan sederetan kata menyakitkan, tapi tidak mengikatku tanpa mau melepaskan, aku memang tak berdaya...
"hayy" sapaan seseorang membuyarkan lamunanku, aku yang tengah duduk di teras hotel langsung mengusap air mataku yang tak ku sadari kapan jatuhnya.
"kau menangis? " tanya kak kevin yang entah sejak kapan sudah di depanku.
"tidak" jawabku. yang membuat dia tertawa kecil.
"sudah ketahuan tapi masih sempat mengelak"
aku hanya diam mendengarkan ucapnya yang terdengar mengejek ku.
"kau ingin pergi ke suatu tempat untuk menenangkan diri, sepertinya di sini bukan tempat yang tepat untuk mu menangis, aku juga bisa menjadi sandaran jika di butuhkan" ucapnya dengan senyum tulus.
"terimakasih, tapi itu tidak perlu"
"baiklah, kau selalu menolak kebaikanku" ucap kak kevin sambil duduk di sampingku dengan sedikit menjaga jarak.
"tapi setidaknya, aku bisa mengantarkan mu pulang, aku khawatir jika kau pulang sendirian dengan kondisi hatimu yang sedang tidak baik-baik saja"
"terimakasih atas perhatiannya, aku bisa pulang sendiri"
"tidak aku akan mengantarmu" ucapnya, bersamaan sebuah mobil yang tengah berhenti didepan kami, kak Kevin segera membukakan pintu untukku.
"sekali ini, tolong jangan menolak ku" ucapnya dengan wajah sedikit memelas.
"baiklah, terimakasih" ucapku segera masuk. kak kevin segera memutar setelah menutup pintu kemudian dia duduk di kemudi, setelah sopir tadi pergi entah kemana.
ku lirik kak kevin yang tengah memainkan ponsel sebentar, kemudian tersenyum menatapku sebelum dia menyalakan mesinnya.
aku memilih untuk bersandar pada pintu. namun pikiranku pergi entah kemana, memikirkan kejadian tadi membuat dadaku merasa ngilu.
"kau kecewa" suara kak Kevin menyadarkan tentang pikiranku. pertanyaannya? sudah jelas aku terlihat menyedihkan dan dia masih sempat menanyakan hal itu.
"siapa yang tak sakit hati melihat suami sendiri bersama wanita lain, aku rasa seluruh wanita di dunia memiliki rasa yang sama"
"tidak sepenuhnya" ucapan kak kevin membuat aku mengernyitkan kening.
"mana mungkin wanita yang di gandeng nidhom tadi memiliki perasaan yang sama seperti mu, kurasa tidak"
aku terdiam mendengarkan pernyataan kak kevin,
"ku rasa kau perlu membalasnya, "
"maksud kakak? " tanyaku yang tidak mengerti.
"misal melakukan hal uang sama seperti apa yang suamimu lakukan"
aku kembali mengerutkan kening, akal ku masih sehat untuk melakukan apa yang dikatakan kak kevin, bagiku itu bukan suatu hal yang benar, dan aku tak akan melakukan hal yang sama.
"aku bukan dia, jadi aku tak akan melakukan hal yang memalukan"
"itu bukan hal yang memalukan, tapi membalas dengan setimpal"
"aku bukan orang pendendam, meski di kecewakan"
"berarti kau lemah" ucap kak kevin di susul suara mendengus yang terdengar mengejekku. setelah ku pikir perkataanya seperti memprovokasi untuk melakukan suatu kejahatan.
aku menatap kak kevin yang tengah menyetir, raut wajahnya kini berubah, menjadi aneh.
"kenapa? " tanyanya dengan senyum seringai.
"kak, ini bukan jalan ke apartemenku" ucapku, yang membuat ekspresi wajahnya menjadi berubah, ku rasa dia bukan kak kevin yang ku kenal selama ini.
"ini memang bukan ke apartemen mu, namun aku janji akan membawamu ketempat di mana kau tidak merasakan sakit hati lagi"
"maksud mu? " tanyaku yang mulai panik. dan kak kevin malah tertawa aneh.
"bercanda" ucapnya yang membuat hatiku lega, namun seketika kembali waspada tak kala dia melanjutkan katanya.
"ini dimana? " tanyaku dengan jantung yang sudah tak karuan. kak kevin menatapku tajam, dalam netra nya menyimpan sejuta kebencian, dia menatapku dengan rendah.
"mengantarkan ajal mu fathin!!" ucapnya. kini aku semakin kalut dan takut.
"tapi tenang saja, aku akan membuat akhir hidupmu tak begitu membosankan, kau akan mengingat betapa menyedihkannya kematian mu nanti, dan betapa menderitanya dia hahaha" ucapnya di susul tawa yang bergema di dalam mobil.
dengan cepat aku menarik pintu mobil yang tidak terkunci, tanpa pikir panjang aku segera keluar. namun langkahku terhenti tak kala lima motor dari depan berhenti, dari silaunya cahaya aku menangkap sosok tubuh besar yang menakutkan. dengan langkah lemas aku memutar tubuhku, namun harus kembali terhenti ketika kak kevin tengah berdiri di depan.
"kau mau kemana sayank, kita belum memulai permainan nya" ucapnya membuat aku ketakutan, membayangkan apa akan terjadi padaku, saat ini yang biasa aku lakukan hanya menjerit dalam hati meminta pertolongan pada allah, andaikan aku harus mati terbunuh, setidaknya aku berharap, aku tidak mati dalam keadaan hina.
"tolong jangan ganggu aku, apa salahku kak? " tanyaku yang membuat kak kevin semakin tersenyum menakutkan.
"kesalahanmu, adalah menjadi orang lemah, dan alasan kelemahannya"
"tolong lepaskan aku" ucapku tak peduli dengan katanya.
"melepas mu, dengan susah payah aku menggiring mu dalam perangkap, kau pikir hatiku sebesar itu! tidak akan!!! "
"seandainya, ada yang akan menolong mu, kurasa itu sudah terlambat, hahaha tak bisa ku bayangkan ketika seorang suami melihat istrinya mata dalam kondisi tidak baik-baik saja"
"aku tak menyangka pikiran kakak sejahat itu" kataku berusaha untuk menyadarkan apa yang tengah akan dia lakukan bukan lah baik. namun yang ku dapat tawanya uang semakin menggelegar, menjadi petir dalam derasnya hujan yang tenang.
tak ada waktu memikirkan hal itu aku memilih berlari sekuat, manusia yang bernama kevin itu tak menghalangiku, dengan motor dia mengikut ku dengan kelima manusia bertubuh kekar, ini seperti mempermainkan, membuat aku kelelahan karena langkahku sendiri. aku kesal dengan cepat aku masuk dalam hutan meski aku takut aku tak yakin mereka dapat mengejar ku menggunakan motor, namun aku juga takut jika aku dapat di tangkap, kini situasi ku dalam buruk, dengan pandangan terbatas aku berlari tanpa arah, menerjang semua yang ada di depanku, entah berapa kali aku menabrak pohon.
hanya air hujan dan dinginnya angin yang menjadi temanku, aku menggigil kedinginan dengan perasaan penuh ketakutan, suara mereka yang mengejar ku dapat kudengar, memanggil nama ku dengan tawa yang menakutkan.
mengapa aku mengalami situasi yang seperti ini, aku takut sungguh takut, namun aku tak tahu harus bagaimana, dari depan aku melihat cahaya remang, dengan cepat berlari kesana, dan ternyata ini jalan raya, cahaya remang itu berasal dari motor.
"bagaiman? sudah kesal bermain petak umpatnya"
aku menoleh kebelakang, lima pria bertubuh besar itu juga keluar dari hutan asalku tadi,
"kau lelah dan butuh energi" ucap kak kevin sambil melemparkan sebotol air di bawah kakiku.
"minumlah, dan kita mulai permainan" aku hanya menggeleng dan melangkahkan kaki ku yang sudah tidak bertenaga.
"seberapa lama kau akan menyerah, kami akan menanti" ucap kak kevin yang kini mengikuti ku dari belakang dengan langkah kaki, dan di ikuti kelima pria itu di belakangnya.
"kau bukan manusia" ucapku dengan ngos-ngosan, tak meras perih atau pun sakit, kini hal yang harapkan ada seseorang yang melewati jalan ini, aku tak ingin lari kehutan lagi.
"aku tak peduli" ucapnya dengan tawa mengejek. sungguh dalam hati aku ingin mengutuk manusia seperti dia.
"kau merepotkan" ucap kevin di susul tubuhku yang terjatuh karena mendapatkan tendangan darinya.
hal yang bisa ku lakukan di tengah derasnya hujan hanya menangis sesegukan, menahan sakit tumit ku yang tengah terluka akibat dari tendangan yang cukup keras"
"sekarang lari lah jika kau bisa, dan memohon padaku untuk mengakhiri hidupmu yang menyedihkan itu"
aku hanya mampu menggeleng, aku tak ingin mati bunuh diri, manusia bernama Kevin itu kini kembali melemparkan air mineral dihadapan ku.
"aku masih punya belas kasihan" ucapnya dengan senyuman menyeringai.
"kau minum racun itu atau kita yang akan membunuh mu dengan hina, hmm tentukan pilihanmu"
"aku tidak mau" teriakku.
"kau " ucap kevin geram namun kembali tertawa,
"baiklah kau memilih kedua"
ucapnya sambil tersenyum menakutkan, langkahnya yang mendekat, membuat aku berusaha untuk menyeret kakiku.
namun sebuah cahaya menyilaukan mata mereka. dengan cepat kevin menjangkau ku, namun tubuhnya terpelanting jauh tak kala seseorang datang,
"kau tidak apa-apa fa" ucap akhza yang mendekatiku.
aku diam tak menyahut, mataku menatap bahu yang membuat dadaku semakin nyilu.
dibawah malam kelam, hujan deras, aku menyaksikan dia seperti orang kerasukan menghajar keenam pria dengan kejam.
apakah dia seorang pembunuh?
hatiku bertanya, dengan tubuh bergetar ketakutan menyaksikan hal yang tak pernah ku lihat, hari ini aku tak melihat dia seperti biasanya, dia menakutkan dan aku ketakutan olehnya....
dalam kesadaran ku yang menghilang kini tubuhku melayang, entah siap yang melakukan, tapi indra penciumanku masih menangkap bau darah yang tercampur aroma tubuh yang tak asing...
ku harap ini hanya sebuah mimpi lagi...
bersambung...
jangan lupa like, komen, dan vote...
salam dari akuπ₯°π₯°π₯°