
WEDDING DAY
...setiap gadis memiliki mimpi,...
...baik impian tentang karir, tentang cita,...
...dan cinta......
...bahkan untuk sekedar jatuh cinta, pasti dia tahu bahwa hati dapat memilih siapa, cintanya harus berlabuh …....
...hari pernikahan suatu hal yang paling di impikan, mencintai dan menghabiskan masa hidupnya hingga senja…....
keputusan ku, yang berujung pada sebuah pernikahan, tanpa sebuah dasar yang menggantung, aku tak tau, kedepannya akan baik-baik saja. pada sosok pria, aku menyerahkan sebuah kepercayaan begitu saja, tanpa ku tau siapa dia?
seminggu yang lalu aku diwisuda, hari ini aku telah duduk di depan kursi, memandang wajahku yang ku rasa itu bukan aku, aku masih mematung, menatap diriku dalam pantulan cermin.tak percaya, bahwa hari ini, dan setengah jam nanti aku sudah menyandang seorang istri,,,
aku duduk di dalam kamar hotel di temani ibu, setelah ijab barulah aku akan turun ke ballroom.
“kau butuh minum?”
tanya ibu, yang melihat diriku dari tadi tak bicara. aku hanya menggeleng, kalian tahu apa yang kurasakan, tentu resah dan takut. berkali-kali aku menyakinkan diriku, tapi hatiku masih belum yakin kepada keputusan yang telah ku ambil, aku ragu, tapi sudah terlanjur jauh, aku takut kecewa, tapi juga takut mengecewakan.
TV Led berlayar cukup besar, memperlihatkan situasi di ballroom. membuat aku semakin ketar ketir, akhirnya kuputuskan untuk mengambil remot yang tak jauh dari sampingku dan mematikannya.
“kau harus tenang, semua pasti baik baik saja” ucap ibu sambil mengusap bahu ku.
dan jawabanku tetap sama, mengangguk dalam keraguan. lebih baik aku tak melihat ijab kabut tersebut, yang membuat hati ku nyeri, mataku tak terbendung lagi setelah aku bertahan dari sesak dadaku. telapak tangan ibu yang dingin langsung membelai pipiku, namun tangannya terhenti oleh suara ketukan pintu.
belum sempat ibu beranjak dari duduknya, seorang petugas hotel telah membuka pintu.
“maaf, acara ijab telah usai, mempelai di persilahkan untuk turun ballroom”
perkataan wanita petugas hotel itu terasa menyambar isi kepalaku. aku memandang ibu dengan sendu.
“ibu yakin keputusanmu, adalah hal yang baik, ibu tak banyak menasihatimu, tapi harapan ibu, kehidupan rumah tangga mu langgeng hingga ke jannah.” ucap ibu sambil mencium kening ku
“putri ibu telah dewasa, hari ini ibu dengan keikhlasan hati melepaskanmu, hiduplah berbahagia”
dari kalimat ibu terdengar sangat menyayat hatiku. namun aku tak mampu berkata, setelah sebuah cadar putih terpasang.
langkah kakiku dengar perlahan berjalan keluar dari pintu..
langkah yang menuntunku pada sebuah lembaran baru…
gaun putih yang indah menjuntai, menyapu setiap kelopak bunga yang terlewati…
langkah demi langkah aku menuruni tangga, terdengar sebuah musik mengalun indah, menemaniku. dengan sedikit ragu aku mendongakkan wajah menatap hamparan para undangan yang duduk melingkar mengikuti meja.
So as long as I live I love you
Will have and hold you
You look so beautiful in white
And from now 'til my very last breath
This day I'll cherish
You look so beautiful in white
Tonight
My love is endless
And with this ring I
Say to the world
You're my every reason
You're all that I believe in
With all my heart I mean every word
So as long as I live I love you
Will haven and hold you
You look so beautiful in white
And from now 'til my very last breath
This day I'll cherish
You look so beautiful in white
Tonight
ku sunggingkan senyum dengan paksa.
segalanya di mata sungguh indah, tapi tak mampu membuat hati merangkai kebahagian,,,
bagaimana hati mampu tulus,,,,
wahai dunia, lihatlah senyumku
lihatlah air mataku…
pada keputusan yang telah kubuat,,,
seharusnya aku mampu ikhlas tanpa terluka…
dan tanpa bersalah pada diriku..
mataku menatap sosok yang mengisi hatiku selama ini, mata kami saling bertemu, tapi bukan tangannya yang meraih ku…
tangan yang dingin yang menyatu dalam permukaan telapak tanganku mampu menghilangkan pandanganku…, melewatinya begitu saja..
hingga baru ku sadari bahwa sebuah cincin telah tersemat di jari manisku. ingin ku dongakkan wajahku menatap suamiku, namun tubuhku mematung ketika sebuah kecupan telah mendarat di keningku,,,
apa kabar wajahku?
mataku, menatap netranya, yang tak terlihat asing lagi.....
Bersambung.......