I'M On Your

I'M On Your
Chapter 75



saya ucapkan terimakasih pada reader's yang telah memberikan like, komen-nya dan terimakasih atas semangat yang di berikan, semoga kalian sehat selalu😘πŸ₯°πŸ₯°


...***...


aku baru saja keluar kamar mandi dengan gulungan handuk di atas kepala, hal pertama kali mataku pandang adalah sosok kak nidhom yang tengah duduk sambil memainkan hp.


"sudah selesai? " tanya nya.


"iya" jawabku sambil menunduk dengan menyembunyikan wajahku yang sudah bersemu merah.


"kamu sholat dulu, aku akan menemui elvian " ucapnya kembali, aku masih menunduk dengan mengangguk kecil, namun setelah dia sudah sampai pintu barulah aku menatapnya.


huhhh


aku menghela nafas, jika mengingat tadi malam rasanya aku ingin menenggelamkan wajahku dalam bathtup kamar mandi.


***


usai sarapan pagi kami check out dari penginapan. dengan langkah tertatih aku menyeimbangi langkahnya meski harus menahan sedikit rasa tidak nyaman, aku mencoba bersikap biasa. kini langkahku berhenti ketika kak nidhom mendadak berhenti di sebuah tlondakan anak tangga.


"ada..ap.." tanyaku, mendadak terhenti ketika tubuhku melayang ke udara.


"kak.. aku.. "


"diam sayank, aku tahu kamu sedang tidak baik saja" ucapnya dengan ekspresi wajah tersenyum manis, ya allah sungguh aku terpesona dengan wajah suamiku. namun bila kondisinya tak seperti ini mungkin aku akan bersikap sedikit membiasakan diri, dan untuk ucapan kata sayang itu terdengar aneh di telinga.


keberadaan sekertaris suami ku yang sedang membukakan mobil membuat aku menyembunyikan wajahku pada dada kak nidhom.


"kak tolong jangan bersikap seperti ini" ucapku ketika pantatku sedang menyentuh kursi mobil.


"aku suaminya, kamu istrinya, segala kendali pada diri ku" ucapnya membuat aku sedikit menahan tawa.


"dan makasih untuk tadi malam sayank"


cuppp..


kecupan singkat setelah kata indah mendarat pada keningku. aku hanya mengangguk, meski belum ada kata cinta, tapi aku percaya bahwa dia memang tulus menyayangiku.


"sepertinya matahari sudah mulai di atas kepala di pagi hari ini" suara yang di susul tawa kecil itu menyadarkan akan ekspresi wajahku.


huhhh pengganggu, protes ku dalam hati.


"el, jangan banyak tingkah" ucap kak nidhom yang sudah duduk di sampingku.


"tidurlah sayank, aku tahu kamu masih ngantuk" ucap kak nidhom sambil menepuk bahunya, aku menggeleng.


sesungguhnya aku masih mengantuk, tapi tidak untuk tidur di pangkuan nya, apalagi ada sekretaris kak nidhom yang super jail itu.


"ghemmm, menikah udah lama, kok sok-sokan jadi pengantin baru"


"loe diam gak el, cepet jalan" perintah kak nidhom.


"siap bosss" jawab elvian dengan tawa cekakakan.


mobil mulai melaju, seiring dengan hawa kantuk yang mulai melanda,ku putuskan untuk sejenak memejamkan sebelum sampai bandara.


***


aku menyipitkan mata, tak kala memandang ruang asing yang saat ini aku tinggali. otakku mulai bekerja ketika kesadaran ku mulai pulih, hal yang pertama tersirat dalam otakku adalah mencari keberadaan sosok suamiku.


kini aku melirik sebuah meja yang terletak di samping tempat tidur, di atasnya tergeletak sebuah pesan.


...maaf kia, aku tinggal sebentar, jangan pergi kemana-mana sebelum aku pulang, mungkin aku akan sulit untuk di hubungi, jadi aku sudah memesan makanan mu, jika butuh sesuatu, kau tinggal hubungi pelayan hotel... ingat jangan keluar sebelum aku datang!!! dan jika kamu ingin sholat, aku sudah meletakkan sajadah kearah kiblat, bila bosan hubungi aggy atau adiknya si azzam....


aku menatap sajadah yang sudah di pasang sambil tersenyum, namun tak lama aku kembali melotot ketika aku tak dibangunkan sama sekali, bahkan aku tak tahu kapan sudah sampai....


sejenak aku tercengang ketika membuka pintu kamar mandi yang sangat estetik, bagaimana jika dinding kamar mandi terbuat dari kaca yang langsung bebas memandang luar dengan pemandangan bangunan kono.


"sungguh eksotis tapi ironis" ucapku, bagaiman aku akan mandi jika semua dinding tembus pandang dan tidak ada tirai pada dinding kaca itu.


"kenapa kak nidhom, tidak memesan hotel yang normal, ini mah mana ada privasi" gerutu, sambil mencari kran air, namun yang ku temukan hanyalah wastafel, jadi ku putuskan untuk mengambil air wudhu di sana, karena jam sudah menunjukkan pukul satu siang.


usai sholat aku mencari ponselku, yang berada dalam tas, setelah makan namun belum mandi ku putuskan untuk memberi kabar ibu, namun sebuah panggilan masuk dalam ponselku.


"hallo beb" suara irtifa setelah aku menggeser tombol biru yang kemudian memunculkan wajah bulat yang memenuhi layar.


"waalaikumsalam" ucapku, mengabaikan sapaan irtifa.


"eh, assalamu'alaikum fa" ucapnya cengengesan karena lupa salam.


"ada apa ir, kok vicol"


"ihhh, jahatnya, gue gini di suruh aggy, katanya lo lagi gabut sendirian di negeri orang" cerocos irtifa. aku mengangguk paham, aku tahu pasti aggy di bilangi kak nidhom.


"kama si anggy? " tanyaku.


"ihhh, malah aggy yang di cari, gue kek di tanya kabar dulu"


"hehehe sorry, aku udah tahu kamu lagi sehat walafiat"


"huhhh sebel, tu si aggy lagi latihan sama anak buahnya" jawab irtifa sambil mengarahkan kamera ke dalam ruangan, tentu aku tahu itu tempat anak karate yang lagi berlatih.


"mana pasukan mu" tanyaku bercanda.


"ya ini di depan mata" ucapnya sambil tawa, aku menunjukkan jari ke arahku.


"maksudmu aku"


"hahaha iya"


"gak mau ahhh"


"ihhh, jahatnya"


"eh ir, nanti aku minta tolong ya, kalau lewat rumah ku mampir"


"napa??? "


"ambil proposal gue yang lupa gak ku kumpulin"


"ihhh kamu ya, udah liburan nyusahin pisan, mana mau aku, kalau ngapeli adik lo gue siappp"


"hmmm, gak boleh, adik gue masih bocil"


"tapi tampankan" sahut irtifa, dengan tawa keras.


"udah dech lo matiin aja, aku mau kabarin ibuk"


"ok siap"


setelah saling mengucapkan salam aku langsung memutuskan hubungan.


bersambung....


Jangan lupa kasih kritik dan saran, apalagi kasih kalau sampai kasih ide... hehehe


untuk yang udah kasih jempolnya, saya ucapkan matur thankyou 😘😘😘😘