I'M On Your

I'M On Your
Chapter 53



sudah dua hari aggy bertugas menjadi sopir pribadiku, aku tidak meminta dia menawarkan dan dia pula mengeluh, aneh bukan?.


gadis yang biasanya bergaya tomboy itu harus mengganti motor trilnya dengan motor bebek.


"fa, lo yakin mau pulang sendiri"


aku hanya mengangguk, dengan tangan sibuk memasukkan buku.


"kenapa?, kau sudah seperti ibu ku saja"


"hmm, ya kan kamu tanggung jawabku sementara"


jawaban aggy membuat aku mengerutkan kening, apa yang sedang di pikiran nya akhir-akhir ini. tapi sudahlah aku tak ingin memikirkannya, meski sempat ku sadari tingkah aggy sedikit berbeda dari sebelumnya.


"astaghfirullah ya allah" gumamku, mengusir yang tidak-tidak, aku yakin aggy masih normal, buat merinding saja.


"kenapa fa? "


"tidak, tidak apa-apa gy"


"gue cabut dulu ya"


"iya" jawabku penuh penekanan. dia pikir aku bocil apa perlu di perhatikan.


setelah kepergian aggy, aku berjalan sendiri menyusuri koridor kampus. hal yang dipikiran ku malam nanti kak nidhom pasti sudah menjemput ku. entah perasaan apa yang kurasakan padanya. ketika ada kami saling diam, tapi jika jauh di depan mata hati sempat menanyakan,...


di mataku dia sempurna, tapi hatiku selalu mendapatkan rasa kecewa, meski aku kadang mudah melupakan. ketika dia membuatku kecewa, ku rasa diwaktu yang sama dia akan pergi, dan kembali ketika ada perasaan bahwa aku membutuhkan dia di dekat ku.


sungguh sulit ku mengerti...


ting


sebuah pesan masuk..


aku segera membuka ponselku,


kecewa..


ketika ketika tak sesuai dengan apa yang diharapkan, kukira dia ternyata kak kevin.


kevin :sekarang kamu di mana?


me : masih di kampus, mau pulang...


kevin: oh, bisa kita ketemu


me:maaf kak, suamiku tidak di rumah, aku tidak bisa keluar begitu saja tanpa seizinnya..


kevin: tapi ini penting..


terakhir chat kak kevin cuma aku read doang dan segera mematikan data. entah mengapa orang itu selalu mendekatiku, atau ini mungkin sekedar perasaanku saja..


tak lama sampai halte bus yang ku tunggu datang. bus yang sedikit penumpang membuatku sedikit lega, setidaknya aku tidak harus berdiri seperti yang sering terjadi.


namun di sore yang cukup damai, harus terusik oleh kegaduhan yang dilakukan oleh penumpang yang baru masuk. dia berjalan dengan raut wajah amarah menghampiri kursi paling belakang.


beberapa penumpang menoleh ketika suara tamparan yang cukup keras terdengar.


aku yang lelah setelah aktifitas kuliah seharian hanya mampu memejamkan mata ketika mendengar kan umpatan wanita yang dilontarkan kepada dua manusia yang tengah duduk di pojok itu.


"aku gak nyangka ya mas, kamu masih diam-diam selingkuh di belakang ku dengan mantan pacarmu, aku pikir kebaikan selama ini tulus, aku pikir sikapmu itu sungguh, kau pura-pura mencintaiku selama ini, kau egois mass!!!!, aku tahu pernikahan kita hanya sekedar perjodohan, tapi tolong jangan begini, jika tidak suka dari dulu katakan saja, kau tahu saat ini kita sudah punya anak, kau itu punya hati apa gak sich mas!!, aku menyesal mempercayaimu..... "teriak wanita itu dalam bus.


kini perkataanya membuat hatiku mencelos, kini bayanganku pada nasib pernikahanku sendiri. pernikahan kami tanpa dasar cinta, mendadak di perjodohan oleh ikatan janji ayah dan mama. jika kelak tak jalan dengan semestinya, apalah dayaku kecuali pasrah...


sungguh pasangan suami istri dan mantan pacar suami nya itu membuat tontonan dalam bus. aku hanya memejamkan mata tanpa ingin tagu apa yang terjadi di belakang sana.


"kak, makan malam"


teriak fathan dari luar, aku yang masih membaca, terdiam sejenak.


"iya nanti aku nyusul" jawabku sambil menatap jam dinding. ini sudah malam, tapi kak nidhom belum pulang, setidaknya dia memberi pesan.


"kapan fa, suamimu pulang?" tanya ibu ketika aku baru saja duduk di kursi.


"mungkin sebentar lagi"


"kok mungkin, bukankah kamu seharusnya tanya dia akan pulang jam berapa? "


aku hanya diam dan menunduk lesu.


"sudahlah" ucap ibu.


semenjak mendengar adegan pertengkaran di bus. kini mood ku buruk, kejadian tadi terngiang di kepalaku, yang membuat aku membayangkan hal buruk pada rumah tanggaku.


sebuah notifikasi masuk dalam ponselku. aku segera melihat. namun yang kutemukan nomer orang yang sama kemarin sore.


"siapa!? " tanya ibu.


"bukan siapa-siapa bu" jawabku sekenanya.


"mbak besok apa ada kuliah? " tanya fathan di tengah makan kami.


"kenapa? "


"temani aku nonton donk"


"tumben, kapan? "


"malam ini, ada film kesukaanku tayang, ya"


"baiklah" jawabku.


"jangan lupa minta izin suami mu" ucap ibu, aku hanya mengangguk.


usai sholat isya, aku dan fathan sudah siap, malam ini adikku yang hanya menggunakan hoodie dan celana pendek selutut, memberikan kesan yang tak biasa. adikku yang tumbuh remaja ini sungguh tampan. jangan salahkan nanti jika di kira orang dia pacarku.


"than, sebenarnya kamu sopan nggak sich"


tanyaku yang membuat adikku melihat penampilannya.


"masak gak sopan sih mbak"


aku hanya tersenyum kecil, telah Menjahili nya,


"gak sopan karena tinggimu melebihi tinggu ku".


" ku kira apa, ya kalau ini mah takdir, mbak aja yang gak tumbuh "


plakkk


"au" teriak fathan


"lebay" ucapku sambil melangkah keluar, setelah berpamitan pada ibu. jangan lupa, aku juga melupakan untuk izin padanya.


motor buntut fathan membawa kami kesalah satu mall besar di ibu kota, aku yang baru saja turun dan melepas helm harus di ajak buru-buru fathan takut aja kalau tiket masuk habis.


ya benar, sesuai dugaan fathan loket membeli tiket sedikit antri. dan kukira dia sudah punya uang buat bayar tiket, eh ini malah mbak nya di rampas.


"mbak, minta uang boleh gak"


aku yang medengar hanya menghela nafas, untung aku bawa dompet.


"ingat kembaliannya balik"


"siap bos"


tak lama fathan datang dengan dua lembar tiket.


"mbak perlu gak kita makan popcorn"


"iyalah, nanti aku lapar kamu mau beliin"


"aku masuk dulu ya mbak, keburu film di putar nanti kamu ku boking kan tempat duduk"


"oky" jawabku.


fathan masuk dulu ke dalam sedangkan aku menuju ketempat pembelian popcorn.


"hay fa" sapaan seseorang membuat aku menoleh.


"eh mbak monika, lagi nonton film ya"


"hmm iya , kamu kesini sama siapa? "


"fathan mbak" jawabku.


tak lama petugas toko memberikan pesanan ku.


"aku duluan ya mbak" pamitku yang dijawab anggukan mbak monika.


"mbak-mbak uang kembaliannya" ucap petugas itu membuat aku menoleh dan kembali, namun kini mataku menatap kepergian mbak monika bersama pemuda, yang tidak asing dimataku....


bersambung...