I'M On Your

I'M On Your
Chapter 10



🌙🌙


Malam telah berganti, pagi pun datang menyambut mentari meskipun bersembunyi di balik awan kelabu. Aku masih asik pada duniaku, dunia dibawah gulungan selimut yang menghangatkan tubuh dari dinginnya pagi. Suara tetesan air dari atap masih tertangkap di gendang telingaku, pagi tadi hujan mengguyur bumi, meninggalkan kenangan di atas tanah yang basah. Kubuka mataku perlahan, yang langsung tertuju pada jam dinding yang terpasang di tembok pucat kamarku.


"Sudah pukul 06.09 dan sudah  rumah terlihat sepi dari penghuninya "gumam ku.


Adzan subuh tadi aku terbangun untuk menunaikan kewajiban, dan mempersiapkan buku pelajaran ku, meski badanku sedikit panas karena sisa demam tadi malam. Fathan yang melihat ku langsung merebut buku pelajaran yang sudah disiapkan dan menyembunyikannya entah dimana?


berakhirlah aku Kembali tertidur dan baru bangun saat ini. ditatap mangkuk yang berisi bubur dan segelas teh manis yang sedikit mengepulkan asap, kemungkinan 10 menit lagi dingin setelah tersentuh udara pagi ini. ku turunkan kakiku dari ranjang, namun segera kutarik setelah merasakan dinginnya lantai yang menusuk kulitku. Akhirnya ku putuskan untuk mengambil benda pipih yang tergeletak di atas nakas. Notifikasi 699 pesan whatsapp tertera dilayar, dan salah satunya dari grup yang di beri nama Squad bar-bar. Sejak kapan grup itu ada di whatsapp ku. Saat ku buka, ternya irtifa yang menambahkan ku tadi malam.


Me ;ni grup, orangnya pada bar-bar ya,,, aku kalem gak masuk kriteria donk,,,


Wildan ; eh calon bini, lagi sakit kok kuat ngetikkk…


Belum ada lima menit wildan membalas pesanku.


Me : yang sakitt kepalanya…bukan tangannya…


Wilda: sakit mikirin gue ya,,,,yang gak datang-datang untuk melamarmu di kau sayank,,😚😚


Me: hadehhh, pak bucin jangan ngarep…pagi-pagi dah sinting aja😂


Wildan: selagi low masih jomblo,,,gue akan perjuangin di garda paling terdepan…, sekalipun jadi gila..


“ada-ada aja si wildan” kataku pada dinding-dinding kamar, ya begitulah si wildan kalau lagi bicara suka mengada-ngada. Takutnya kalau belum kenal bangett, bakal salah paham sama guyonannya yang unfaedah itu hehehe


Me ; perang kali,,


Wildan: iyy,, perangi hatimu biar luluh,,


Me :@aggy kalau berani perangi hatinya


Wildan: nggak dech kau itu, takutnya gue gak wajar dan gak normal..


Me:gak jelas..


Me ; kemana@irtifa sama @aggy


Wilda:lagi berdua, gue di kacangi..


Me:hahaha kasian,,,


Segera ki akhiri chatting di grup, setelah melihat mangkuk yang berisi bubur masakan ibu. Disaat sakit seperti ini, makan masakan ibu mampu menjadi obat, jadi tak perlu repot minum  obat lagi. Dalam waktu sekejap bubur dan teh manis telah ralat, akhirnya ku putuskan untuk pergi ke dapur meskipun kakiku ogah-ogahan untuk menyentuh lantai, seandainya bisa bisa terbang, aku lebih memilih terbang dari kamar sampai dapur tanpa menyentuh dinginnya lantai.


Saat keluar kamar, rumah sudah sepi, karena memang aku sendirian, ibu sepertinya tadi tergesa-gesa pergi ke kios, karena terlihat lantai belum di sapu dan dua piring kotor belum di cuci. Sedangkan Fathan berangkat pagi untuk menitipkan buku izinku pada irtifa. Meskipun sakit aku tak selah itu selagi bisa jalan, ku putuskan untuk membersihkan rumah dan mencuci piring, setelah itu belanja untuk makan nanti, karena di dapur tidak ada masakan kecuali sisa bubur yang tinggal beberapa sendok.


Hmm sepertinya ibu dan Fathan sarapan yang sama denganku batinku.


Usai membereskan pekerjaan rumah, aku segera keluar untuk menunggu tukang sayur lewat, belum sampai keluar pintu suara klakson yang menjadi ciri khas tukang sayur berbunyi dan berhenti di jalan depan rumahku untuk menunggu para emak-emak yang biasa jadi langganannya.


“tumben bang, jam segini baru dagang” sapaku, karena biasanya bapak ini jualan ketepatan  aku berangkat sekolah.


“sedikit telat neng bangunnya,,, soalnya diingin, tapi gak jadi bolos jualan soalnya istri saya sudah teriak-teriak, padahal tadi rencananya pengen meringkuk dalam sarung hehehe” ucap bapak tukang sayur, yang lebih di bilang sedang curhat, ya curahan hati seorang suami, cocoknya gitu, atau para suami takut istri.


“mbak fatin tumben belanja,,,”sapa ibu rumah sebelah yang mungkin mau belanja, soalnya jalanya kearah ku.


“oh ya bu” jawabku se sopan mungkin.


“gak sekolah ya mbak” tanya ibu tetangga sebelahnya, di susul para pasukan emak-emak yang akan berbelanja juga. Aku masih enjoy menikmati memilih sayur yang akan ku beli.


“oh lagi gak enak badan bu” jawabku apa adanya, tak mungkin aku bohong kalau lagi liburan, lagian ini juga belum musimnya libur, tapi masih musim penghujan hehehe.


“gak enak badan apa gak enak badan?” sahut salah satu dari mereka, aku yang gak mengerti akan maksud dan tujuannya hanya mengernyitkan dahi.


“iya sakit bu”  jawabku sekali lagi.


“masak sich mbak, lak kemari aku lihat naik mobil mewah, masak langsung sakit”


Aku yang mulai mengerti arah bicara mereka masih terdiam. Tuh kan benar mereka mulai memikirkan yang tidak-tidak, apa salahnya coba naik mobil mewah.


‘kemari aku juga lihat, itu pacar kamu ya mbak?” tanya ibu yang mungkin kepo amat sama urusan ku.


“oh itu temenku kok mbak” jawabku dengan tangan bergerak lincah memilih sayur, semakin cepat semakin baik menurutku, karena aku sudah memiliki insting bahwa ini tidak baik jika aku terus disini,


“temen apa temen” respon mereka.


Terserah apa kata mereka, mau temen mau pacar, mau suami, itu gak ada kaitannya , lagian suka sekali ngurusin anak muda jaman sekarang, kayak para emak-emak gak pernah merasakan masa muda kali,


“Hati-hati low mbak, kalau pacaran…,nanti tau-tau, bisa busung lapar,,”


Aku mengernyitkan dahi ku sekali lagi, yah aku gak perlu jelasin panjang kali tinggi kali lebar kali sepanjang jalan yang tanpa ujung, ujung-ujungnya mereka gak percaya, yang ada para emak-emak yang sudah mirip jadi wartawan iku akan menginterogasi ku sampai sedalam dalamnya hingga keakarnya.


“oh iya bu makasih atas nasihatnya”


responku sambil memberikan uang pada bapak tukang sayur dan bergegas pergi, agar tidak jadi diwawancarai. Yang ada besok aku jadi trending topik satu RT setelah informasi yang ku berikan dipermak secantik mungkin sebagai bumbu untuk berita acara mereka.


Keputusan memasak setelah belanja tadi, percakapan emak-emak yang ada di jalan depan rumahku membuat kepalaku yang pening tambah sakit aja, mereka membicarakan asumsi tentang diriku dengan berbagai variasi, udah kayam macam bakso yang dijual di kedai  dekat sekolah.


“apa gak bisa ghibah , gak pelan dikit, setidaknya jagan di depan rumahnya kali” gerutu ku sambil memijat pelipis.


Masakan sederhana oseng sayur kangkung sama tahu goreng selesai. Akhirnya masakan ku jadi meski rasanya sedikit keasinan. Jangan salah perkiraan kayak emak-emak tadi, aku masak keasinan bukan karena kebelet mau nikah ya,,,tapi karena kebanyakan garam. karana geram ku pada para emak-emak yang belum kelar bergosip, akhirnya masakan ku yang harus kena imbasnya.


Entah berapa banyak notifikasi pesan masuk WhatsApp yang masuk di Hp ku. Ku baca pesan grup baru yang dinamai squid bar-bar tadi.


Aggy: @wildan loe ajak baku hantam ya…


Wildan: ampun bos besar🙏🙏


Irtifa :ciye ciyee…@wildan @fathin


Me: @irtifa apa?


Irtifa:loe lagi bucinan sama si wildan ya fa


Me: makasih, karena gak jadi calon kakak ipar low wkwkwk


Irtifa:eh upss,,, gue ralat deh tulisan gue…


Wildan:dah terlanjur kebaca.


Wildan:homo loe@aggy


Aggy:😠😠besok baku hantaammm loe@wildan


Irtifa:Baku hantam di atas bangku ya…hahahaha


Me: @aggy ❤@wildan moga jodoh, langgeng sampai menua


Wildan:now🙅


Aggy:💔


Irtifa:😂😂😂


Dengan semangat penuh aku berangkat sekolah setelah sehari kemarin rehat. Saat aku masuk di suguhi pemandangan yang tidak biasa, pada hal jam masih menunjukkan 6.45 menit, biasanya kelas akan penuh jika sudah pukul 07.05. tumben meraka pada rajin, lagi kesambet setan apa coba?


“mat pagi ir, “ sapa ku yang baru saja masuk.


Kalian tahu?  aku anak yang masuk paling akhir di antaranya, yang biasanya kadang berangkat paling terdahulu.


“pagi juga” jawab irtifa sambil berdiri memberi jalan untuk ku.


Ku lirik aggy dan wildan yang sama-sama menelungkupkan kepalanya di dalam kedua tangannya.


“tumben mereka berangkat pagi?” tanyaku pada irtifa.


“gak lihat grup ya kamu faa,,,”


Aku hanya menggeleng sesaat.


“kemarin, kelas kita kena amuk pak kepsek, soalnya pas guru masuk hanya ada beberapa anak yang belum datang, terus si wildan sama aggy bolos, katanya gak ada kamu”


jawab irtifa, yang buat aku geleng-geleng. Mana ada aku di jadikan alasan bolos buat mereka berdua, entar kalau ditanya malaikat apa coba jawabnya?.


“lat terusss…”


“pak kepsek ngancam, kalau besok jam 6 belum ada orang, ia akan cabut beasiswa kelas kita”


Aku yang mendengar penjelasan irtifa bergidik ngeri, ya otomatis kalau beasiswa dicabut yang ada aku keluar sekolah dan cari sekolah lagi di tahun pelajaran baru tahun depan. Mana kuat juga bayar SPP sekolah di sini.


“makanya kalian kalau berangkat jangan molor kayak jam karet..” timpal ku.


“hayyy, fa” sapa aggy yang bangun dari tidur


“loe gak mandi ya” tanyaku


“mandilah jam 4, sekarang yang ada ngantuk” jawabnya


Tak lama tangannya menyodorkan kertas ke arahku, aku segera menerima kertas yang berisi rancangan yang akan kita buat untuk merayakan dies natalis sekolah kita. Dan membacanya sesaat.


“ini sudah di sepakati satu kelas? “ tanya ku, sedangkan aggy mengangguk.


Kembali ku baca isi kertas tersebut, dan aku menemukan namaku sebagai penanggung jawab di stand kelasku.


“jahat banget kalian, tanpa mendengar pendapatku, kalian malah mencantumkan nama ku sebagai PJ ,,” protes ku.


Wilda yang baru membukakan setengah matanya langsung nyelonong menimpali.


“semua alam merestui mu, jadi kau terpilih tanpa harus komplain”


Disusul jempol aggy yang di acungkan keatas. Tumben mereka satu server batinku, biasanya yang udah pengen gulat itu saling menguatkan untuk memojokkan ku.


“baiklah aku bisa apa” pasrah diriku yang hanya di tanggapi senyum irtifa yang terlihat menyebalkan di pagi ini.


Pelajaran telah dimulai…..


Di jam istirahat aku dan irtifa pergi keruang OSIS untuk mengumpulkan rancana apa yang akan kami buat di stand kelas kami.


“ehhh itu kak akhza” ucap irtifa yang membuat aku spontan mengikuti arah pandangnya.


“la terus kenapa?, kan kita mau keruang osis bukan cari kaka akhza” jawabku.


“ngapain jauh, jauh keruang OSIS, kita berikan dia aja fa” ucap irtifa.


Aku memandang lapangan bola voli yang di isi oleh para pemainnya yang salah satunya kak akhza.


“gak ganggu apa?”


“enggak...ayukkk…”jawab irtifa sambil menarik ku kearah lapangan.


“gue takut, kamu aja yang kasih” kataku sembari memberikan kertas di tangan irtifa. Ya kali kak akhza hantu pakai acara takut segala, tapi hantu juga sich, soalnya akhir-akhir ini wajahnya menghantui pikiranku...


akhirnya kami sampai di dekat lapangan voli, dan aku menunggu irtifa yang berjalan kearah kak akhza, orang yang merasa di cari peka juga, dan menghampiri irtifa yang berada di pinggir lapangan.


Di mataku langkah kak akhza


bagaikan slow motion, ya damage-nya kelihatan bangett, pantas ciwi-ciwi sekolah langsung klepek-klepek,tapi sang pangeran cuek. jadi kalau aku mereka masih memikirkan berkali-kali hanya untuk mengungkapkan perasaan, dari pada jadi korban di tolak lalu patah hati.


karena ada keinginan dan kegigihan, mereka para siswi yang pernah nembak gak pernah gencar untuk mundur satu langkah, meskipun pernah ada yang mencoba adrenalin dengan mengungkapkan perasaanya di depan para siswa banyak.


Mungkin rencanannya agar kak akhza sedikit simpati untuk tidak mempermalukannya, tapi apa yang terjadi coba, tanpa peduli cowok idola satu sekolah itu mematahkan hati si siswi dengan menolaknya dengan sebaris kalimat “ apa urat malu loe udah putus” sadis sekali, entah bila itu posisiku,


wajahku udah ditaruh di rumah saat berangkat sekolah. Ya itu cerita dari wildan sich aku taunya, mengingat itu, mengingatkan bunga mawar yang di beli olehnya.


Mungkin dia sudah punya kekasihhh💔


“fatin”  suara irtifa membuyarkan


lamunanku. Teman ku itu menghampiriku dengan tampang kecewa yang di sembunyikan, tapi terlihat jelas di mataku.


“Kenapa….?”


Bersambung…


Jangan lupa komen, like, vote setelah baca....


❤❤